Sunnah dan Bid’ah

Oleh: Dr. Yusuf Qardhawi


 


 


PENDAHULUAN




Segala puji bagi Allah, kami melantunkan puja-puji, meminta pertolongan dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Shalawat dan salam atasnya, keluarganya, sahabatnya, dan mereka yang melanjutkan dakwahnya, memegang sunnahnya, dan memperjuangkan agamanya, hingga hari kiamat.


 


Salam hormat yang paling baik, yang aku ucapkan kepada kalian adalah salam Islam, yaitu as-salamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Pembahasan kita pada kesempatan ini adalah seputar permasalahan sunnah dan bid’ah. Hal ini berkaitan dengan sebuah artikel yang diterbitkan oleh sebuah majalah yang diterbitkan di negara kita ini.[1] Artikel itu menyandang judul yang amat nyeleneh, yaitu "Istinkaarul-Bid’ah wa Kuraahatul-Jadiid, Mauqifun Islami am jahili?" Artinya, "Mengingkari Bid’ah dan Membenci Hal yang Baru, Apakah Sikap Islami ataukah Sikap Jahiliah?’ Di situ, si penulis artikel ingin menyampaikan pesan bahwa mengingkari bid’ah adalah suatu sikap jahiliah. Menurutnya, kita tidak boleh mengingkari bid’ah dan harus membiarkan manusia menciptakan apa pun yang dikehendaki oleh inspirasi mereka atau oleh setan mereka, baik setan yang berbentuk manusia maupun jin.


 


Oleh karena itu, kami ingin mengembalikan masalah ini kepada pokok yang sebenarnya dan kita perlu meredefinisikan (mendefiniskan ulang) pemahaman-pemahaman kita tentang masalah ini karena masalah ini sangat penting. Membiarkan suatu pemahaman tanpa pendefinisian yang jelas akan membuat suatu masalah menjadi seperti karet yang dapat ditarik ulur dan kembali pada keadaan semula, serta membuat setiap orang dapat menafsirkannya sekehendak hatinya. Ini tentunya amat berbahaya.


 


more ...


 


lebih lengkap di  http://dahlanforum.wordpress.com/2009/05/31/sunnah-dan-bidah/


 

Posted in Agama. 0 Comment »


Idul Adha (Kurban) MENANTANG vegetarian?

Bagaimana tidak. Para vegetarian mengajak untuk bersama-sama, seperti mereka, untuk tidak memakan daging dan produk hewani lainnya, tapi Idul Adha memerintahkan menyembeli binatang ternak dan membagi-bagikan dagingnya secara gratis. Kurban itu perintah dari Yang Maha Kuasa, kita ketahui secara mutawatir (pasti secara umum bagi orang yang berpikir).


 


Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan secara gratis sebuah buku (jurnal) dengan judul “mewujudkan surga di dunia melalui CINTA KASIH”. Dari para kaum vegetarian yang mengajak semua orang untuk mengikuti langkah mereka, hanya makan produk nabati. Menurut saya, data-data yang disajikan dalam buku itu cukup jujur sesuai dengan penelitian yang ada.


Kaum vegetarian berpendapat bahwa tidak patut binatang-binatang itu dibunuh untuk memenuhi kebutuhan lidah. Tapi perintah kurban telah menjadikan penyembelihan secara masal. Jutaan hewan ternak (kambing, domba, sapi, unta) disembelih dalam waktu hampir bersamaan. Dipertontonkan secara terbuka di lapangan dan dengan pengeras suara (agar diketahui secara umum) menyebut kebesaran nama Allah yang memerintahkan kurban tersebut.


Lebih lengkap di http://dahlanforum.wordpress.com/2007/12/18/idul-adha-kurban-menantang-vegetarian/

Allah melimpahkan rahmat-Nya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar. (Shahih Muslim No.5036)

Posted in Agama. 0 Comment »

Istilah-istilah dalam bidang Kesehatan

 


Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh.


Akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis.


Alveolus (tunggal, jamak alveoli) adalh kantung-kantung sangat kecil dan berdinding sangat tipis yang terdapat pada paru-paru dan berfungsi untuk pertukaran gas pernafasan.


Anaerabik adalah olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat besi, lari sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis.


Bakal vitamin D (provitamin D) adalah zat-zat gizi yang terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan, telur, dan hati yang akan diubah oleh sinar matahari menjadi vitamin D.


Body mass indexes (BMI hiperkolesterolemia (kolesterol dalam darah melebihi 250 mg/dL) neurotransmiters) seperti norepinephrine (NE) dan serotonin (5-HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia.


Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan.


Cairan sendi (sinovial) adalah cairan agak kental dan bening yang terdapat dalam sendi gerak dan berperan sebagai pelumas sendi.


Chyme atau kim adalah makanan setelah melewati lambung menjadi bentuk bubur makanan.


Daya tahan jantung paru adalah kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambil O2 secara maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapat digunakan untuk proses metabolisme tubuh.


Daya tahan otot merupakan kemampuan untuk kontraksi sub maksimal secara berulang-ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalam suatu waktu tertentu.


Denyut Nadi Maksimal (DNM) adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumus: DNM = 220 – UMUR Daya tahan tubuh (endurence).


Diabetes atau penyakit gula atau kencing manis adalah penyakit degeneratf yang disebabkan oleh karena pankreas kurang mampu memproduksi hormon indulin.


Gigi seri atau Incisivi (I) adalah gigi yang memiliki fungsi untuk menggigit dan memotong.


Gigi taring atau Caninus (C) adalah gigi yang memiliki fungsi untuk menyobek.


Gigi geraham adalah gigi yang memiliki fungsi untuk mengunyah dan melumatkan makanan. Gigi geraham dapat dibedakan menjadi gigi geraham kecil atau Premolar (P) dan gigi geraham besar atau Molar (M)


Hipokinetik adalah kondisi kurang bergerak seperti penggunaan remote kontrol, komputer, lift dan tangga berjalan, tanpa dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan menimbulkan penyakit akibat kurang gerak.


Indeks Massa Tubuh (IMT) = (Berat Badan Dalam kg : Tinggi Badan dalam M2).


Indera adalah alat yang berfungsi menerima rangsangan dari lingkungan sekitar baik dari luar maupun dalam tubuh dan menyampaikannya ke otak.


Iris adalah bagian mata yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata melewati pupil.


Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness). Dalam buku panduan ini hanya dijelaskan komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan.


Kekuatan Otot : kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, merupakan kemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan.


Kesehatan pribadi (personal health) adalah menekankan pada upaya pengobatan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).


Kesehatan masyarakat (public health) adalah menekankan pada upaya pencegahan penyakit (preventif) dan peningkatan derajat kesehatan (promotif).


Kornea adalah bagian mata yang berfungsi melindungi lensa mata.


Kuratif adalah usaha kesehatan dengan pengobatan penyakit.


Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.


Osteoporosis atau keropos tulang adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan mineral penyusun tulang sehingga tulang mudah patah.


Peyer’s patchs adalah kumpulan kelenjar limfe (nodus limfatikus) pada mukosa usus halus yang berperan dalam pertahanan tubuh.


Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner.


Preventif adalah usaha pencegahan penyakit.


Promotif adalah usaha peningkatan derajat kesehatan.


Rakhitis adalah penyakit akibat kekurangan vitamin D jika terjadi pada masa pertumbuhan tulang dapat mengakibatkan tulang kaki menjadi tidak kuat biasanya melengkung dan membentuk seperti huruf O atau X.


Rambut getar atau silia (bahasa latin): adalah tonjolan pada permukaan sel-sel penyu-sun selaput lendir yang selalu bergetar.


Rehabilitatif adalah usaha kesehatan dengan pemulihan kesehatan.


Reseptor adalah penerima rangsang berperan mengubah rangsang fisik (raba, cahaya, suara) dan kimia (rasa, gas, pH) menjadi aliran listrik pada serabut syaraf.


Saluran Eustachii adalah saluran menghubungkan ruang telinga tengah dengan rongga faring


Sedentari adalah gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja dan kurang gerak ditambah penyakit kardiovaskular


Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.


Selaput lendir atau mukosa adalah lapisan paling dalam yang terdiri atas sel-sel yang selalu mengeluarkan lendir encer dan bening.


Silent heart attack adalah serangan jantung yang tidak memberikan gejala.


Tulang keras adalah tulang yang bahan penyusun utamanya terdiri atas serabut-serabut tulang dan garam-garam kalsium posfat.


Tulang rawan (lunak) adalah tulang yang bahan penyusun utamanya terdiri atas serabut-serabut tulang rawan tanpa garam-garam kalsium posfat.


VO2 max adalah volume oksigen yang tubuh dapat gunakan saat bekerja sekeras mungkin.


Trigliserida. Adanya lemak dalam darah ini mempunyai hubungan yang dekat dengan kegemukan, dan dikenal sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung. Dengan demikian, lebih tinggi trigliserida, lebih tinggi risiko penyakit jantung.


ADH: Antidiuretic Hormone


AIDS: Acquired Immune Deficiency Syndrome


DBD: Demam Berdarah Dengue


BCG: Bacille Calmette Guerin


BOD: Biological Oxigen Demand


CCK (Kolesistokinin): hormon yang berperan merangsang kantung


empedu berkontraksi untuk mengeluarkan cairan empedu


CO: Carbonmonooksida


CO2: Carbondioksida


DM: Diabetes Mellitus


DHF: Dengue High Fever


GTG: Gangguan Toleransi Glukosa


HCl: Hidrogen Clorida atau Asam lambung


Hertz (Hz): banyaknya getaran per detik.


HIV: Human Immunodeficiency Virus


ILO (International Labor Organization): Organisasi Perburuhan se Dunia


ISPA: Infeksi Saluran Pernafasan Akut


KGD: Kadar Glukosa Darah


KB: Keluarga Berencana


KTD: Kehamilan yang Tidak Diinginkan


LH: Luteinizing Hormone


LTH: Lactogenic Hormone


M-3: Menguras, Menutup, dan Mengubur


PAK: Penyakit Akibat Kerja


PAM: Perusahaan Air Minum


PMS: Penyakit Menular Lewat Hubungan Seksual


VO2 Max: Volume Oksigen Maksimum


MCK: Mandi, Cuci, dan Kakus


Narkoba: Narkotika, Alkohol, dan Obat Terlarang


WHO (World Health Organization): Organisasi Kesehatan se Dunia


TBC: Tuberkulosis


TCD: Typhus, Cholera dan Disenteri


GO: Gonorhoea


TPA: Tempat Penampungan Akhir


TPS: Tempat Penampungan Sementara


 


Dari Catatan Sekolah


Thank to DutaPulsa

Rama Bargawa -Naskah Drama

Karya D. Jayakusuma


 


Adegan XXV


(Pentas belakang terang, muncul Petruk, Gareng, dan Bagong)


Petruk : Menurut Semar yang maha tahu segera datang seorang tamu.


Gareng : Pedagang atau bangsawan?


Bagong : Katanya anak pendeta ex raja.


Petruk : Yang bekas raja itu pendeta atau anaknya?


Bagong : Anak  jadi raja, pendetanya jadi ex.


Gareng : Kalau mendengar yang gamblang, kalau bicara yang terang.


Bagong : Aku ini bicara tegas, sebab itu pasti jelas, tegasnya aku sendiri tidak jelas.


Petruk : Siapa yang ex raja, atau ex pendeta, atau ex anak tidak penting, yang penting kita harus menerimanya, kita dijadikan protokol. Kita kol bersaudara.


Semar jadi dongkol.


Gareng : Memang aku antikol. Aku pro kangkung, ditambah hidung, ditambah


petis yang agak manis ............


Petruk : Jangan main-main. Amanat orangtua. Supaya tamu merasa dihormati, yang menerima harus setaraf dengan dia.


Kalau dia bangsawan, kita juga bangsawan.


Bagong : Cocok. Aku komedi bangsawan.


Aku jin Afried: La, la....


Gareng : Ya, Pangeran Ommelet. Pangeran sudah adu jangkrik?


Bagong : Aku kok tidak ditanya?


Petruk : Bagaimana Tuanku Baron Bagong?


Bagong : Baik-baik. Terima kasih, Pangeran Pailit. Namaku Baron Bagong de Bawor.


 


Adegan XXVI


(Bergawa datang)


Gareng : Ah, tamu kita datang. Selamat datang! Saudara ini raja atau tukang kayu?


Bergawa : Saya Rama Bergawa alias Rama Parasu.


Petruk : Tambah Seri Paduka.


Bergawa : Maaf Tambah Seri Paduka.


(Pada Petruk). Ini raja?


Gareng : Berapa kali sudah menghina. Tapi tidak apa. Ini cuma sandiwara.


Saya raja negeri kurang tahu, darahku biru, buat transfusi tidak laku.


Bergawa : Maaf, Seri Paduka mengapa pincang?


Gareng : Pincang? Masalah gampang.


Sebentar mengarang. Ini garagara kerang. Waktu ibu saya mengandung.


Bagong : Mengandung!


Gareng : Supaya yang diam, Baron.


Waktu ibuku mengandung waking tabu... waking wang?


Bergawa : Apa itu waking wang?


Gareng : Sorry. Tidak kenal bahasa Kawi?


Maksudnya badannya saya. Dia iseng makang kerang di restoran ngangkang ....


Bergawa : Pantas, Seri Paduka seperti kerang.


Gareng : Ya, kerang. Perlu kerang? Berapa kilo?


Bergawa : Terima kasih, lain kali. Ini yang bundar?


Bagong : Perkenalkan! Saya Baron Bagong de Bawor de Belangsetan, keturunan kesepuluh dari maharaja diraja, keturunan raja disinga, tanpa di. Mengapa bundar? Terlalu banyak obat dan gas. Sebentar lagi aku akan melayang seperti balon; ngalor, ngidul, ngetan, kembali kulon. Mau kelon?


Gareng : Sudah tolol adu okol. Kita harus raja, pangeran, dan baron.


Petruk : Betul. Sekarang bagi-bagi titel.


Kang Gareng yang tua jadi raja.


Aku jadi pangeran.


Bagong : Setuju. Aku jadi Baron de Bagong.


Lha, Pak Semar jadi apa?


Petruk : Dia mestinya, ya, jadi kaisar.


Bagong : Cocok. Semar mbokne Parto.


Gareng : Mbokne Parto bagaimana?


Bagong : Itu yang selalu garuk-garuk perutnya.


Orang kecil.


Petruk : O, Bonaparte. Nah, itu orangnya datang. Awas! (Pada Gareng). Seri Paduka apa sudah mandi pagi ini?


Gareng : Sudah Pangeran. (Berbisik). Siapa namamu? Sudah tiga kali.


Petruk : (Berbisik). Panggil aku Ommelet.


Bergawa : Sangat mengagumkan. Dan tuan panjang ini?


Petruk : Pangeran. Pangeran pengkalan bambu bambungan– Satria 100 persen. Boleh ditawar.


Bagong : 75 persen.


Gareng : 25 persen.


Petruk : 50 persen. Jadi? Jadi. 50 persen.


Nah, Grap Barbara ....


Bergawa : Rama Bergawa alias Rama Paras.


Petruk : Baik Rama Bergawa, hari ini kau, kami angkat jadi Grap Parabagawa di Barbasu de Bakso. Grap tentu ingin audiensi menghadap seri paduka yang mulya lagi bijak bestari asmara terpendam di keranjang sampah.


Bergawa : Kalian ini bangsawan atau badutbadut yang tidak lucu?


 


Adegan XXVII


(Semar datang sambil tertawa terkekeh-kekeh).


Semar : Maafkan saya, anak-anak saya.


Memang agak kurang ajar, walau sudah berkali-kali dihajar tanpa bayar. Saya ini Semar, budak biasa, budaknya Prabu Rama saja, tidak pakai embel-embel.


Bergawa : Jadi namanya Rama– saja tidak pakai embel-embel.


Semar : Maksud saya Rama saja, thok, doang. Dia bukan Rama Barbawa-bawa.


Petruk : Juga bukan Bar ngangsu di kali baru.


Gareng : Bukan pula Bar ngawur di kali tawur.


Bagong : Juga bukan Bar Bir di tempat parkir.


Semar : Sudah siap menghadap majikan saya?


Bergawa : Lekas bawa dia kemari.


Gareng : Jangan omong asal omong.


Petruk : Salah omong bisa monyong.


Bagong : Sekali monyong minta lontong.


Bergawa : Sekali lontong.... gila. Biar aku ke sana.


Semar : Tunggu saja di sini dengan sabar.


 


Adegan XXVIII


Semar pergi.


Gareng : Dan jangan berani kurang ajar.


Petruk : Lebih baik berdamai, kompromi.


Bagong : Tapi bayar uang administrasi.


Uang semir juga jadi. Mau plesir? Aku ladeni.


Bergawa : Bawa dia lekas kemari. (Bargawa mengangkat kapaknya. Gareng, Petruk dan Bagong memasang kuda-kuda pendak, bokser, dan gulat).


 


Adegan XXIX


(Rama Wijaya diantar Semar. Rama Wijaya tidak membawa senjata).


Rama Wijaya : Kamu sekalian, pergi.


Gareng : Yang hati-hati.


Petruk : Harus ada saksi.


Rama Wijaya : Sudahlah, pergi sana!


Bagong : Sisa makanan masih ada?


Semar : Masih banyak, ayo!


(Semar dan anak-anaknya pergi. Tinggal Rama Wijaya dan Rama Bergawa berhadapan).


 


Adegan XXX


(Rama Wijaya dan Rama Bergawa berhadapan).


Rama Wijaya : Sama awalnya, lami akhirnya sama namanya, lami gelarnya semoga dewa melindungimu sehat-sehat di hadapanku?


Rama Bergawa : Terima kasih atas sambutanmu sudah lama aku ingin bertemu dengan orang menyamai namaku.


Rama Wijaya : Aku senang berjumpa muka dengan Bergawa Parasu Rama begitu tersohor di dunia.


Rama Bergawa : Kita berjumpa mengadu senjata mengapa datang bertangan hampa?


Rama Wijaya : Kau datang hendak membunuh aku datang menerima tamu seperti galibnya tuan rumah terhadap tetamu harus ramah.


Kau datang mencabut nyawa aku serahkan dengan rela.


(Rama Wijaya berlutut di depan Rama Bergawa, mengalungkan lehernya).


Rama Bergawa : Ini bukan keramahan tapi jelas penghinaan.


Rama Wijaya : Aku bermaksud tidak melawan karenanya aku hampa tangan.


Aku sadar dosaku sangat banyak sudah layak jadi sasaran kapak atau Bargawastra yang sakti akan mengantar aku kembali ke asalku yang sejati.


(Rama Wijaya menung, kemudian ia kembali tegak, sedang Rama Bergawa terdiam).


Rama Wijaya : Dunia tabu akan hasratmu menggantikan Yamadipati.


Penuhi hasratmu jangan ragu masih banyak tugasmu menanti.


(Bergawa ayunkan kapak. Rama mengelak. Kapak mengenai tanah, tangkainya patah jadi dua, Bergawa heran). Jumlah satria tak terbilang jangan biarkan waktu terbuang.


Kau mau bersihkan dunia lakukanlah dengan segera.


(Bergawa memasang tali pada busur. Mendadak tali putus. Dengan kesal busur dilempar ke tanah).


Mengapa tanggalkan senjata?


Badanmu kuat sentausa tanganmu berotot baja cukup dengan mencekik saja.


Chorus:


Rama Bergawa diam membisu menyadari tindakannya keliru.


Ia ingin bersihkan dunia dari satria murang tata.


Solo


Tiap apa dilakukannya?


Tiap satria dibunuhnya bahkan juga perempuan dan bayi dalam kandungan.


Rama Wijaya : Tugasmu belum selesai belum terdengar lonceng usai masih banyak satria berkelana


tak terbilang keturunannya.


Angkat senjata bunuh semua bunuh aku dan dirimu karena kau laki-laki dan satria lagi.


Baru sesudah tiada lagi seorang insan di dunia ini boleh kau tanggalkan senjata boleh kau menepuk dada telah terpenuhi sumpahmu keji.


(Rama Bergawa bertekuk lutut di hadapan Rama Wijaya. Cahaya dipusatkan pada kedua tokoh itu).


Chorus


Anak satria adalah satria tapi satria dan satria ada berbeda.


Solo


Perbuatan, perbuatan itulah nilai dan ukuran.


Maunya membersihkan dunia nyatanya ia mengotorinya.


Chorus


Bila dipimpin benci dan dendam pandangan tajam menjadi buram hati nurani tenggelam dalam.


Sumber: Horison, Kitab Nukilan Drama


 


Kelompok yang dipimpin oleh Teguh Karya ini, semula bernama Teater Populer Hotel Indonesia. Anggota awalnya berjumlah sekitar 12 orang, berasal dari ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia), mahasiswa dan para teaterwan independen. Mereka mempersiapkan diri sejak awal 1968 dan berlatih di panggung Ballroom Hotel. Manajemen kelompok ini memang berpayung di bawah Departemen Seni & Budaya Hotel Indonesia.


Jangkauan utama kelompok ini adalah menanamkan apresiasi teater terhadap masyarakat dengan pendekatan bertahap. Gebrakan demi gebrakan telah berhasil menggaet sekitar 3000 peminat


yang bersedia menjadi penonton tetap dengan membayar iuran.


Produktivitas kelompok ini luar biasa. Untuk masa dua tahun, Teater Populer HI sanggup menggelar produksi panggung sekali sebulan. Di dalam proses perjalanannya, kelompok ini kemudian memisahkan diri dari manajemen Hotel Indonesia dan mengubah nama grup menjadi Teater Populer.


Karya-karya pentas yang dianggap kalangan kritikus sebagai puncak eksplorasi kelompok ini, antara lain; Jayaprana karya Jef Last, Pernikahan Darah karya Federico García Lorca, Inspektur Jendral karya Nikolai Gogol, Woyzeck karya Georg Büchner, dan Pilihan Dewa karya Bertolt Brecht, semuanya disutradarai Teguh Karya.


Kegiatan Teater Populer bukan hanya di panggung, melainkan juga di televisi. Pada tahun 1971, kelompok ini melahirkan sebuah karya film berjudul Wajah Seorang Laki-laki.


Sejak saat itu, teater-film-televisi, merupakan bagian kegiatan yang tak terpisahkan dari kelompok ini.


Banyak nama mencuat lewat kelompok ini. Selain, tentu saja, Teguh Karya, yang kemudian dianggap sebagai guru teater dan film Indonesia saat ini, lahir pula Slamet Rahardjo Djarot, Christine Hakim, Franky Rorimpandey, George Kamarullah, Henky Solaiman, Benny Benhardi, Niniek L. Karim, Sylvia Widiantono, Dewi Matindas, Alex Komang, dan lain-lain.


Sumber: www.id.wikipedia.org


Sumber: www.suaramerdeka.com


 


Lebih lengkap tentang naskah drama di mengerjakantugas.blogspot.com


 


 

Kata-kata yang digunakan dalam bahasa Indonesia

 


Berikut adalah kata-kata yang di gunakan dalam blog ini:


Aaker aba-aba abad abadi abang abdi abdinya Abepura ABG Abi Abikusno abiotik Abitrase abjad ABK abonemen aborsi abortus abrasi ABRI absah absahannya absen absensi absensinya absentia absis absolut absolutisme absolutnya absorpsi abstentia abstrak abstraks abstraksi abstraksinya abu AC acad Acai acak acap acapkali acar acara acaranya Acarsan acc accu Aceh Aceton acid acinya acquiree acuan acuh ada adab adakah adakalanya adakan adalah adamantios Adana adanya adaptasi adaptatif adapula adapun adat adegan adekuat adem adenium Ades adhesi Adhi ADHIMIX Adhiono ADHITAMA adi adiabatis adidaya Adijaya adik adikku adiknya adiksi adiktif adikuasa adil adilan adili adilkah adilnya Adiman Adit aditif adm administrasi administrasinya administratif administratifnya administrator Adnan adonan adonannya adopsi adrenalin adsense adu aduan aduh aduk adukan adukkan Adum Adumla advertensi advertising advokad advokat adzan Aeon aerasi aerasinya Aerio aerobik Aerofon aeronautika Aeroplane afalan afalan Afand Afandi afek afeksi afeksional afektif afiliasi afinitas Afrika agak agaknya agama agamamu agamanya agamapun agar Agata agathon agen agenda agennya agglutinasi agio agitasi aglutinasi aglutinin agonis agraria agraris Agrawira agregasi agregat agresi agresif agresifnya agribisnis agrikultural Agritech agro agrobisnis Agroikos agroindustri Agronesia agronomi agrowisata Aguaria Aguindo agunan agung agungkan agungkanlah agunglah agungnya Agus Agustus ahad Ahiram ahlak ahli ahlinya ahmad Ahrom AIDS air Airdisti Airindo Airiqua Airkyndo Airlangga Airmadidi Airmas airmata airnya Airodist Airpro Airum Aisyah Aizon aja ajaib ajaiblah ajak ajakan ajaklah ajal ajang ajaran ajarannya ajarkan Aji Ajib ajukan Aka akademi akademik akademika akademiknya akademis Akadia akal akalnya akan Akapela akar akarnya akarpun akbar AKG akherat akhir akhirat akhirnya akhlak Akhlaq akibat akibatnya akidah akomodasi akomodasinya Akomodatif akrab akreditasi Akrobat akrobatiknya akronim akrual aksara akselator akselerasi akseleratif aksen aksentuasi akseptabilitas akses aksesibilitas aksi aksial aksinya aksioma akta aktanya akte aktif aktifasi aktifasinya aktifator aktifitas aktifitasnya aktifnya Akting aktiva aktivanya aktivasi aktivis aktivitas aktivitasnya aktor Aktris aktual aktualisasi aktualitas aktualnya aku akuarium Akuasis akui akuisisi akulah Akulturasi akumulasi akumulatif akun akuntan akuntansi akuntansinya akunting akuntingnya akupun akupuntur akupuntur akur akurasi akurat akuratnya akustik akustik akut Akwafa Akwari alam alamat alamatnya alami alamiah alamiahnya Alaminas alamnya alampun alang alangkah Alaq alasan alasannya alasnya alasnya alat alatmu alatnya Alaudin Alazon Albagdadi Alberti Albes aldehid aldehida alenia alergi Alfaqih Alfath Alfen algoritma algoritmanya alhamdulillah Alhamdulillahi Alhamdulillahi ali aliansi aliensi Alifa alifatis alih alinea Aliqua alir aliran alirannya alis alisnya Aliyah aljabar alkil alkitab alkitabnya alkohol alkoholik alkoholisme alkoholnya Allah Alloh Allrat alm almamater almamaterku almanak almarhum almarhumah almari alokasi alokasikan alokasinya alpa AlQuran Al-Qur�an alternatif alternatifnya alternator Altura alumina aluminium alumni alun alur aluvial Ama Amahusu amal amalan amalkan amalku amalku aman amanah amanat amandemen amanlah amarah amarah amarahnya amarahnya amat Amata amati amatiran amatlah Amatri ambang Ambangah Ambarawa Ambarwati ambil ambisi ambisius ambivalen ambivalensi Ambon ambruknya amburadul amdal Amerika amerika Amerta Amfetamin Amia Amidis amien amilase amilum amin aminah Amir Amiral Amiralluks amnon amonia amoniak amonium amor amortisasi amp ampas Ampel amper ampera ampere ampermeter ampernya amplas amplitudo amplitudonya amplop amplopnya Amps ampuh ampun ampunan ampunan ampuni amputasi Amro Amstrong anaerob anak anakku anakmu anakNya anaknya analgesik analgetik analis analisa analisanya analisator analisis analisisnya analistis analitik analitis analog analogi analognya anamnesa ananda Anang anarchisme anarkis anarkisme anas anasir Anato anatomi anatomik anatomis ancam ancaman ancang anda andai andaikata andal andalan Andayani andil aneh aneka anestesi anestesia Anestheticum ang angan anganku anggap anggapan anggaplah anggaran anggarannya anggarkan anggota anggotanya angguk anggun angguna anggur anggurnya angin anginnya angka angkanya angkara angkasa angkat angkatan angkatlah angker angket Angklung angkuh angkut angkutan angkutannya angkutnya anglo-saxon Angsa angsur angsuran angsurannya angsuransi anilin animasi animisme animo Aniq anjing anjuran anjurannya anker anom anonim anonimous anonympus anoraga anorganik anova Ansari Anshor ansuran antagonis antagonisme antagonisnya antakia antar antara antaranya antariksa antena anti antibakteri antibiotik antibiotika antibodi antibodinya anticoagulan antidepresan antidepresi antigenik antigennya antihistamin antihormon antijamur antik antikanker antikolesterol antimikroba anting-anting antiok Antiokia antioksidan antioksidannya antipsikotik antiracun antireumatik antiseptik antisipasi antisipasinya antitoksin antitumor antri antrian antropobiologi antropolog antropologi antropologis antusias antusiasme ANTV Anuang anugerah anugerahnya anugrah anugrahmu anugrahNya anuitas anumerta anut anyam anyaman Anyang anyar anyunkan apa apaan apabila apakah apalagi apalah apanya apanya apapun aparat aparatnya aparatur aparaturnya apartemen apatis apatisme APBD APBN apel api apian apik apinya apkiran aplikasi aplikasinya aplikatif aplikator apollo apologi apostel Apostolos apotek apoteker apotik apresiasi April apriori Apua Aqez Aqidah Aqio Aqiqua Aqma Aqsam Aqsi Aqu aqua Aquacool Aquacui Aquades Aquama Aquarin Aquarnass Aquase Aqudo Aqufresh Aquina Aquvit Aquwae arab Arabahu Arabesik Arabianet Arabnya A�raf arah arahan arahnya arak arakan aram arang aransemen arbitrase arbitrasenya arca Archelaus area areal arealnya Ared Arenaperkasa Arga argo argon Argu argumen argumentasi Arhama Ari Arif Arifin Arifuddin arimenes aring Arion arisan Arismunandar Aristoteles aritmatik aritmatika aritmetika arius arjuno arloji armada armadanya Aro arogan arogansi aroma aromanya aromatik aromatis aron Arpa Arrad arsip arsitek arsiteknya arsiteknya arsitektur arsitektural arsitekturnya arsy Artaully arteri artesis Artha Arthatama Arthess arti artian artikel artikelnya artikular artikulasi artinya artis artistik Artono artribut arus arusnya arwah asa Asakota asal asalan asalkan asalnya asam asaman asamnya Asandah asap asapnya asas asasi asasinya asasnya asbak asbes Asean Aseda aset asetat asetil asetilen asetnya aseton Asi Asia asimetris asimilasi asin asing asingnya asisten asistensi Askes Asko askorbat asli aslinya asma asmara asongan asosiasi asosiatif aspal aspek aspeknya aspirasi aspirasinya aspiratif asqa Asr asrama asri Assalami assalamualaikum Assauri asset assetnya Asta astaga astaghfirullah astek ASTO astrea Astro astronot asuh asuhan asuhannya asumsi asumsikan asumsinya asuransi asuransikan asuransinya asusila aswad Asybel asyik asyik atahauata atap atapnya atas atasan atasannya atasi atasmu atasnya atau ataukah ataupun ateisme atheis Atilier atlet atletik atlit ATM atmosfer atmosfir atmosphere atominasi atomnya atraktif atribut Atrisco atur aturan aturannya aturlah aturnya Aubade audio audit auditnya Augen Auhtech Auna aurat auratmu auratnya aus Australia autentik Autocad autokorelasi autokratis autoregresif avalan avalan Aviga Avrupa awak awaknya awal awalan awali awalnya awam awan Awarna awas awasi awet awetan Awikoen Axo ayah ayahanda ayahmu ayahnya ayam ayat ayatnya ayatnya Ayek ayo ayu ayub ayun Ayuna ayunan azab azas azasi azasinya azasnya Azida Az-Zikra baal bab Babadan babak Babakan babat babatan babi babnya baca bacaan bacalah bacanya badai badan badaniah badanku badanlah badannya Badar Badja Badui Badut badut Bae Bafra bagai bagaikan bagaimana bagaimanakah bagaimanapun bagan bagannya bagasi bagasinya Bage bagi bagian bagianku bagianku bagiannya bagikan bagikan bagiku bagimu baginda baginya bagus bagusnya bahagia bahagiakan bahagianya bahak bahan bahannya Bahar bahari bahas bahasa bahasan bahasanya bahaya bahayanya bahkan bahrulhayod bahtera bahu bahwa bahwasannya Baihaqi baik baikku baiklah baiknya baitul baitullah baja Bajawa bajing baju bajunya bajunya Bajuri bak baka bakal bakar bakaran bakarnya bakat bakkah Bakohumas Bakrie bakso bakteri bakteriologis bakterisida bakti baku Bakung bakunya bakwan bala balada balai balap balapan balas balasan balasannya balatentara balau Balerina Balet balet Bali bali baliho balik balikkan baliknya Balikpapan Balina balistik balita balkon balkon Ballarat Ballica balok balon Bambang Bambe bambu bambuan ban Banbueng band Banda Bandangan bandar bandara bandel bandeng Bander banding bandingan bandingkan Bandorasawetan Bandung bangga Bangil bangka bangkai Bangkala Bangkalan bangkit bangkitlah bangkitnya Bangkok bangkrut bangkrutnya bangku Bangli bangsa bangsaku bangsanya bangsawan bangun bangunan bangunannya bangunlah Bangutengah Bani bani Banjar Banjarbaru Banjarmasin Banjarsari banjir banjirnya bank bankir banknya bantahan bantahannya bantahlah bantai bantal bantalan Bantar Banten banteng banting bantu bantuan bantuannya banyak banyakkah banyaklah banyaknya Banyo Banyuasin Banyubiru Banyudono Banyutami Banyuwangi bapa bapak bapakku bapakku bapaknya bapaku Bapamu bapamu bapanya Bapepam Bappeda baptis baqarah bar bara barang barangkali barangnya barangsiapa barat baratnya Barbar barbiturat bareng Baridwan baris barisan Barito barnabas barokah barongan Barongsai Barru baru barulah baruna Barunawati barunya basa basah Basak basarnya basi basis basmala Baspinar/Gaziantep Basu Basuki bata Batak batak batal batalnya Batam batang batangan batangnya batas batasan batasannya batasi batasnya Batavia baterai Batere Bati-Bati batik Batimurung batin batiniah batinnya batu batuan batubara batuk batunya Baturaja Batusangkar bau bauan bauksit Baumol baunya bauran baut bautnya bawa bawaan bawah bawahan bawahannya bawahi bawahinya bawahnya bawalah bawang Bawen baya bayang bayangan bayangannya bayangkan bayar bayaran bayarkan bayi bayinya BBM BBWI BCA BDN bea beasiswa beaya beban bebankan bebannya bebas bebaskan bebasnya bebatuan bebek Bebera beberapa becak beda bedah bedak bedakan bedanya bedug Beduk begadang begini beginilah Beginjan begitu begituan begitulah begitupun Beichen Beijing bejana bejat Bejinjong bekal bekas Bekasi bekatul bekerja bekerjalah bekerjannya bekerjanya bekerjasama Bekher Beksan beku Bela bela beladiri belah belahan belajar belajarlah belajarmu belajarnya belaka belakang belakangan belakangi belakangnya belalang Belanda belanja belanjaan belanjaannya belanjai belantara belas belasan belenggu belerang Belgia beli beliau beliaulah belikan belikannya belilah belimbing belinya belit belitan Belitung belok belokan belokkannya beluk belukar beluknya belum belumkah belumlah bemo benah benak benaknya benang benangan benar benarkah benarlah benarnya bencana benci benda bendahara bendaharawan bendanya bendel bendera benderang bending bendungan Benediktin benefit bengawan bengis bengkak Bengkayang bengkel bengkok Bengkulu bengong benih bening benjol benjolan bensin bentaknya bentang bentangan benteng bentrok bentrokan bentuk bentukan bentukannya bentukannya bentuklah bentuknya benturan benua Benyamin benzena benzoat Benzodiazepin/BDZ BEP bepergian berabad berabstraksi beracara beracun berada beradab beradaptasi beradu berafiliasi beragam beragama beragamnya berai berair berakal berakar berakhidah berakhir berakhirlah berakhirnya berakhlak berakhlak berakibat berakibatkan beraksi beraktifitas berakumulasi beralamat beralamatkan beralasan beralih beralihnya beralkohol beramal beramal berambut beranak beranda beraneka berang beranggapan beranggota beranggotakan berangkai berangkat berangkutan berangsur berani beranikanlah beranjak beransumsi berantai berantakan berapa berapakah berapapun berapi berarah berargumen berargumentasi beraroma berarsitektur berarsitektur berarti berartinya beras berasal berasap berasaskan berasosiasi beraspal berasumsi berasuransi berat beratkah beratkan beratnya beraturan beratus berawal berayun berbadan berbagai berbagi berbahagia berbahagialah berbahasa berbahaya berbaju berbakat berbakti berbalik berbalut berbanding berbangga berbangsa berbarengan berbaring berbaringlah berbaris berbasis berbatang berbatas berbatasan berbatu berbau berbaur berbeda berbedanya Berbek berbekal berbelanja berbelit berbelok berbenah berbentuk berbesar berbiaya berbicara berbicaralah berbiji berbincang berbintang berbintik berbisnis berbobot berbohong berbondong berbuah berbuahnya berbuat berbudaya berbudi berbudidaya berbuih berbuka berbukit berbulan berbulu berbunga berbuntut berbunyi berburu berbusa berbusana Berca bercabang bercahaya bercak bercakap bercambang bercampur bercampurnya bercanda berceceran berceceran bercela bercerai bercerita berceritalah bercermin bercetak bercinta bercinta berciri bercirikan bercita bercocok bercorak bercucuran berdagang berdamai berdampak berdampingan berdansa berdansa berdarah berdasar berdasarkan berdatangan berdaulat berdawai berdaya berdayaguna berdebar berdebat berdebu berdedikasi berdekatan berdemokrasi berdemonstrasi berdempetan berdenyut berderai berderet berdering berdesak berdialog berdialog berdiam berdiameter berdifusi berdikari berdimensi berdinas berdiri berdirilah berdirinya berdisiplin berdiskusi berdistribusi berdoa berdo�a berdoalah berdomisili berdosa berdua berduka berduri berduyun-duyun berdzikir bereaksi berebut berebutan berebutan bered beredar beredarlah beredarnya berefek berefleksi beregu berekonomi berekreasi bereksperimen berekspresi berempat berempati berenang Berenbau berencana berendah berendam beres beresan beresiko berevolusi berfaedah berfalsafah berfasa berfase berfasilitas berfikir berfikirnya berfirman berfluktuasi berfluktuasinya berfluktuatif berfokus berfragmentasi berfungsi berfungsinya bergabung bergabungnya bergairah bergaji bergambar berganda bergandengan berganti bergantian bergantinya bergantung bergantungan bergaris bergaul bergaulnya bergaya bergayut bergegas bergejolak bergelar bergelombang bergema bergembira bergemuruh bergengsi bergerak bergeraknya bergerigi bergerigi bergerombol bergeser bergesernya bergetar bergetaran bergigi bergilir bergiliran bergizi bergotong bergoyang bergrafik berguguran bergulat bergulir bergumpal bergumul berguna bergunung bergurau berguru berhablur Berhad berhadapan berhadiah berhaji berhak berhala berhalangan berhalusinasi berharap berharga berhari berhasil berhasilnya berhasrat berhati berhawa berhemat berhembuslah berhenti berhentikan berhentilah berhentinya berhiaskan berhijrah berhimpit berhimpun berhingga berhitungnya berhubung berhubungan berhumus berhutang beri beribadah beribadat beribu berideologi berijasah berijazah berijin berikan berikanlah berikat beriklan beriklan beriklim beriktiar berikut berikutnya berilah berilmu berimajinasi berimajinasi beriman berimbang berimbas berimpit berimplikasi beringin berinisial berinisiatif berinovasi berintegrasi berintegritas berinteraksi berinternet berinti berintikan berinvestasi berirama beriringan berisi berisikan berisiko beristirahat beristri berita beritahukan beritakan beritanya beritikad beri�tikaf beritikat berjabatan berjaga berjajar berjalan berjalanlah berjalannya berjalin berjam berjangka berjangkit berjanji berjarak berjasa berjatuhan berjauhan berjejer berjemur berjenis berjenjang berjerawat berjihad berjiwa berjoget berjoget berjual berjualan berjuang berjubel berjudi berjudul berjumlah berjumpa berjuta berkaca berkadar berkah berkait berkaitan berkaki berkala berkali berkamar berkantor berkapasitas berkapur berkarakter berkarakteristik berkarang berkaraoke berkaraoke berkarat berkaryalah berkas berkasiat berkasih berkasnya berkat berkata berkatalah berkati berkatilah berkatmu berkawah berkawan berkeadilan berkebangsaan berkecambah berkecenderungan berkecimpung berkecukupan berkedaulatan berkediaman berkedip berkedok berkedudukan berkedudukannya berkehendak berkeinginan berkekuatan berkelahi berkelakuan berkelamin berkelana berkelangsungan berkelanjutan berkeliaran berkeliling berkelip berkelok berkelompok berkeluarga berkeluh berkemah berkemampuan berkemas berkemauan berkembang berkembanglah berkembangnya berkemiripan berkemiripan berkemungkinan berkenaan berkenalan berkenalannya berkenan berkendaraan berkepala berkepanjangan berkepastian berkepentingan berkeping berkepribadian berkepuasan berkeringat berkeriput berkerumun berkerut berkesan berkeseimbangan berkesempatan berkesimpulan berkesinambungan berkesudahan berketepatan berketetapan berketetapan berkewajiban berkeyakinan berkhasiat berkhayal Berkhof berkibar berkiblat berkiblat berkicau berkilau berkilauan berkinerja berkiprah berkirim berkisar berkobar berkolusi berkombinasi berkomentar berkompeten berkompetisi berkomponen berkompromi berkomunikasi berkondisi berkonflik berkonotasi berkonsentrasi berkonsultasi berkontrak berkontraksi berkontribusi berkontur berkontur berkoperasi berkorban berkorelasi berkorespondensi berkotak berkotbah berkredibilitas berkristal berkualifikasi berkualitas berkualitasnya berkuasa berkuasanya berkuku berkulit berkumpul berkumpulah berkunang berkunjung berkurang berkurangnya berkurban berkwalitas berlabel berlabuh berlagak berlahan berlainan berlaku berlakulah berlakunya berlalu berlalunya berlama berlama berlambang berlandaskan berlangganan berlangsung berlangsungnya berlanjut berlantai berlantaikan berlapis berlapisan berlapiskan berlari berlarilah berlarut berlatar berlatih berlawanan berlayar berlebih berlebihan berlekatan berlekuk berlemak berlendir berlengan berlensa berlian berlibur berlimpah berlinang berlindung berlipat Berlis berlogo berlokasi berlokasikan berlomba berlubang berlumpur berlumur berlutut berlututlah bermacam bermain bermakna bermaknakan bermaksud bermalam bermalas bermanfaat bermarkas bermartabat bermasalah bermassa bermasyarakat bermata bermaterai bermental bermerek bermerk bermesin bermewah-mewahan bermimpi berminat berminggu berminyak bermitra bermodal bermodalkan bermoral bermotif bermotivasi bermotor bermuara bermuatan bermufakat bermuka bermukim bermula bermunculan bermunculannya bermusuhan bermutu bernada bernafas bernafsu bernalar bernaluri bernaluri bernama bernapas bernasib bernaung bernegara bernegosiasi berniat bernilai bernoda bernomor bernuansa bernubuat bernyanyi bernyanyi bernyanyilah bernyawa berobat beroda berolah berombak berontak beroperasi beroperasinya beroperasional beroposisi berorganisasi berorientasi berotasi berotonomi berotot berpacaran berpacu berpagar berpakaian berpaling berpamitan berpancasila berpandangan berpangkal berpangkat berpangsa berparas berpartisipasi berpasangan berpasir berpatok berpatokan berpatungan berpedoman berpegang berpegangan berpekara berpeluang berpelukan berpenampilan berpendapat berpendapatan berpendidikan berpendirian berpenduduk berpengaduk berpengalaman berpengaruh berpengaruhnya berpengetahuan berpenghasilan berpenyakit berpenyaring berperahu berperan berperang berperangai berperanglah berperannya berperasaan berperekat berperikemanusiaan berperilaku berperkara berperkaranya berpesan berpetualang berpidato berpigmen berpihak berpijak berpikir berpikiran berpikirnya berpindah berpindahnya berpisah berpisau berpiutang berpokok berpola berpoligami berpolitik berpori berporos berpotensi berpotensial berpotongan berpraktek berpraktek berprestasi berproduksi berprofesi berprogram berproses berprospek berpuasa berpuluh berpura berpusat berputar berputra berputus bersabar bersabda bersahabat bersahaja bersaing bersaingnya bersaksi bersalah bersalaman bersaldo bersalin bersalju bersama bersamaan bersamaku bersamamu bersamanya bersambung bersandar bersandarnya bersangkut bersangkutan bersantap bersarung bersatu bersaudara bersebelahan berseberangan bersedekah bersedia bersedih bersegeralah bersegeralah bersejarah bersekolah bersekutu bersel bersela berselancar berselang berselimut berselingan Berselingk berselingkuh berselisih berseliweran bersemangat bersemayam bersemayamnya bersembahyang bersembunyi bersenang bersenar bersenggolan bersengketa bersenjata bersentuhan bersenyawa bersepakat bersepatu bersepeda berserabut berserah berserakan berserat berseri berserikat bersertifikat berseru berserulah bersesuaian bersetubuh bersholawat bersholawatlah bersiap bersiaplah bersidang bersifat bersih bersihkan bersihkanlah bersihnya bersikap bersikaplah bersikeras bersikukuh bersilang bersilangan bersilaturrahmi bersimpati bersimpuh bersin bersinar bersinggungan bersinonim bersirip bersirkulasi bersisi bersisik bersistem bersiul berskala bersorak bersoraklah bersosialisasi berspektrum berspekulasi berstandar berstatus berstrata berstruktur bersuami bersuara bersuasana bersuci bersudut bersuhu bersujud bersuka bersukacita bersukaria bersumber bersumberkan bersumbu bersumpah bersunat bersungguh bersungut bersusah bersusun bersyarat bersyukur bersyukurlah bertabrakan bertabrakan bertahan bertahap bertahmid bertahta bertahun bertajuk bertakwa bertakwalah bertalbiah bertali bertalian bertalu-talu bertambah bertambahnya bertanam bertanda bertandatangan bertangga bertanggung bertanggungjawab bertangis bertangkai bertani bertanya bertanyalah bertaqwa bertaraf bertaruh bertarung bertatap bertaubat bertauladan bertawadlu bertawakal bertawakkal bertawakkal bertebaran berteduh bertekad bertekanan bertekat berteknologi bertekstur bertelanjang bertele bertelur bertema bertemakan berteman bertemannya bertemannya bertempat bertemperamen bertemperatur bertempur bertemu bertemulah bertemunya bertenaga bertengkar bertentang bertentangan berteori bertepatan Bertepi bertepuk berteriak berterima berterus bertetangga berthawaf bertiga bertikai bertindak bertindaklah bertindaklah bertingkah bertingkat bertitik bertiup bertobat bertolak bertransaksi bertrinitas bertubuh bertugas bertuhan bertujuan bertukar bertulang bertulis bertuliskan bertumbuh bertumbuhnya bertumpu bertumpuk bertumpuk bertumpuknya bertunangan bertunas berturut Beruang beruas berubah berubahnya Beruga berujung berukuran berulang berulangkali berulangnya berulir berumah berumput berumrah berumur berunding berunjuk beruntun beruntung beruntunglah beruntunglah berupa berupaya berurusan berurutan berusaha berusahalah berusia berutang bervariabel bervariasi bervariasinya bervariatif berventilasi berwajib berwarga berwarna berwatak berwawasan berwenang berwibawa berwiraswasta berwirausaha berwisata berwudhu berwujud Beryodium berziarah berzina BES besar besaran besarkan besarlah besarnya Besemah beserta besertaku besi besinya besok besoknya bestek Bestin Besuk betah betapa betapapun Betawi beternak betina betinanya Betlehem beton betonnya betul betulkah betulnya Betung Beujaya Beyou bh BHA bhakti Bhaktijempolan Bhandup bharata Bhaskara bhayangkara bhineka bhirawa BHMN BHT BI biadab biak biar biarawan biarkan biarkanlah biarlah biarpun bias biasa biasanya biaya biayanya bibel bibi bibir bibirnya bibit bibitnyapun bicara bicarakan bicaraku bicaranya bidadari bid�ah bidan bidang bidangnya Biduan BII bijak bijaksana biji bijian bijih bijinya bikarbonat bikin bila bilah-bilah bilakah bilamana bilang bilangan bilas bilaslah bilateral billetnya billetnya Bilton bilyet bima bimbang bimbing bimbingan bimbingannya bimbinglah bina binaan binarupa binasa binatang binatu bincang bincang biner bingkai bingkisan bingung Binjai Bintan Bintana bintang Bintanqua bintik bioaktif biodata Biodium biogenik biografis biokimia biokimiawi biola biologi biologis biologisnya Bioro biosfer biosintesis bioskop biotik bipolar bir biri-biri Biring biro birokrasi birokrasinya birokrat birokratif birokratik birokratis biru bis bisa bisakah bisanya bisikan bisikan bising biskuit Biskuvi Bisma bisnis bisnisnya Bissqua bisu bius bj BJTP BJTS BKB blak blakan blangko Blitar Blitzone bloci blog blogspot blok blokade bloknya blong Blora Blumbungan Blurukidul BNI bobol bobot bobotnya bobrok bocah bocor bocornya bodoh Bodor bogasari Bogor BOHM bohong Boja Bojolali Bojonegoro bola bolak Boldun boleh bolehkah Bolgesi bom Boma bombay bon bonafiditas bonafit Bonang bonang bonceng bonceng bond Bondo bondong Bondy boneka bongkahan bongkar bongkaran bonjol Bontang Bontomarannu bonus bonusnya bonusnya bor Borat bordil bordir borjuis borobudur borong borongan boros bos bosan bosannya Bosma Bosowa Boston botani Boto botol botolnya BOWERR Boyolali BPFE BPIS bpk BPPC BPPN brahma Braling brantas Bratang Bratawidjaja Braum bravo brawijaya Brazil brengsek brewok BRI Brigadir brigde Brigjen Brite brokoli bromat bromo brosur brosurnya brosurnya Brunei Brussel bruto brutonya BSE BT btg BTPN btu bu buah buahan buahnya buahpun buana buang buangan buanglah buas buat buatan buatannya buatkanlah buatku buatlah buatmu buaya bubar bubaran bubuk bubur buburnya bubut bubutan budak budaya budayanya budget budgetnya budha budhastik budi budidaya budimu Bugar Bugi-bugi Bugis bugis buih bujangan bujukan bujur buka bukaan bukakan bukalah bukan bukankah bukanlah bukannya bukhari bukit Bukopin bukti buktikan buktinya buku bukukan bukunya bulan bulanan bulanannya bulannya bulat bulatan bulatan bule buletin buletinnya Bulog bulu bulunya Bulutangkis bulutangkis Bulvan bumbu Bumbungan bumi bumilah bumipun Bumiputera Bumitama BUMN bumn Buncir Buncit bunda bundaku bundar bundaran bundel bung bunga bungaku bunganya bungkil bungkus bungkusan bungkusannya Bungo Bungsu bungsunya Bungurasih buntu bunuh bunuhnya bunyi bunyian bunyinya bupati bupatinya buram Burhanuddin bursa buru buruan buruh buruhnya buruk buruknya burung bus busa busana busi Bustoni busuk busur busurnya buta butik butil butir butiran butirat butirnya butuh butuhkan Buwi Buwl Buyukkanstiran bv cabai cabang cabangnya cabe Cabean cabul cabut cacar cacat cacatnya cacing cacingan cadang cadangan cadas Caddesi cadel caesar cafe cagar cahaya cahayanya cair cairan cairannya cairnya Cakalele cakap cakep Cakmak Cakra Cakranegara cakrawala cakup cakupan cakupannya calibernya calibernya calium calo calon calsium camat Cambai camkanlah campak campur campuran campurannya Campurejo campurnya Canada Canai Canang canang canda candamu candi Candra candu canggih canggihnya canggung cangkang cangkir cangkokan Cangkrinagan cangkul Cankiri Cannabinol cantik cantumkan Cao Caosan cap capai capainya capek cara caranya Carefour cari carikan carilah Caringin Carrol Casumina cat catat catatan catatannya catatlah Catelia catu catur catut causal cawan Cawu Ceat cedera cegah cek cekatan cekung cekungan celaan celah celaka celakalah celakanya Celal celana celcius celingukan Celleb celup celupkan Celuring cemar cemara cemas cemberut cembung cemburu cemerlang cempaka cempedak Cen cendana cendawan cendekiawan cendela cenderung cendikiawan cengkeh cengkehnya cengkeraman cengkih cengkraman centelan center center Centra Centralite cepat cepatnya Cepu cerah cerai ceramah cerca cercaan cerdas cerdik cerewet ceria cerita ceritakan ceritakanlah ceritanya cermat cermati Cerme Cermen cermin cerminan cerna ceroboh cerobong Cerpen cerucup Cesko cet cetak cetakan cetusan cewek CH Chadis Chandy Changcheng Changtai Charpen chehab chek Chengnan Chengshin chi Chiara Chicago China Chiwaka-Cho Chlor Choiruddin Chonduri Chongyang Chu Ciambar Ciapus Ciawi Cibadak Cibeber Cibinong Cibitung Cibuntu Cicalengka cicilan Ciclus Cicurug Cidahu cidera Cihanbeyli Cihanjuang Cijeruk cikal Cikalang Cikampek Cikande Cikar Cikarang Cikereteg Cikisi Cikiwul Cilacap Cilegon Cileungsi Cileunyi Cililitan Cilimus Cimahi Cimarame Cimareme Cimekar Cimenyan Cimuncang Cina Cinangka cincang cincangan cincin cindera cinderamata Cinghwa Cinnong cinta cintai cintaku cintamu cintanya Cipayung Cipi cipta ciptaan ciptakan Cirebon ciri Cirill cirinya Ciriung Cisalada Cisalopa cita citakan citaku Citeureup citra ciu cium ciuman civitas clemens Clorida cloroform Club Viand cm cmaks CO2 coba cobaan cobalah coca cocain cocok cocokan cocokkan Codein codein Cokek cokelat coklat Cokro Cokrosuyoso cola Colda collocatio colocation comberan Commite compang compo concinnitas condensor condong congkak contoh contohkan contohnya conveyornya conveyornya Cooiking Coper cor corak coret coretan corong cos cowok cowoknya Coyhs CPU Crine crossline crossline cuaca cuci cucian cucilah cucu cucuku cucunya cuka cukai cukup cukupkan cukuplah cukupnya cukur cuma cuman cungkillah cuplikan curah curahan curahkan curahkanlah curam curang curiga Curug cuti cutinya CV Cyssco dadakan dadang dadanya Dadap dadar Daejeon daerah daerahlah daerahku daerahmu daerahnya Daffa daftar daftarkan daftarnya dagang dagangan daganganku dagangannya dagangnya daging dagingnya dagu Dahabi dahaga dahaganya dahak daham dahan dahi dahinya dahsyat dahsyatnya dahsyatnya dahulu dahului dahulukan dahulunya dakwaan dakwaannya dakwah dakwahku dakwahnya dalam dalamnya Dalang Dalem dalih dalil dalilnya damai damaikanlah Damardjati damarwulan dambaan dambakan dampak dampaknya Damrah dan dana Danamon dananya danareksa danau Dandanggula Dandi dangdut dangkal Danria dansa dapat dapati dapatkah dapatkan dapatkannya dapatlah dapatnya dapur dapurnya dara darah darahku darahmu darahnya darat daratan daratannya daratnya dari darimana darimu darinya daripada daripadaku daripadanya darmawisata Darmo Darul darurat Dasan dasar dasarkan dasarnya dasawarsa dasi dasyat data datang datangkan datanglah datangnya datanya datar dataran Dati Dau Daud daun daunan daunnya daur Davina dawai Dawang Dawud daya Dayak dayanya Dayun dayung DC dealer debaran debat debet debirokrasi debit debitnya debitur debiturnya debu debunya dedak dedan dedaunan dedikasi deduksi deduktif Deedat defaultnya defens defensif definisi definisikan definisinya definitif defisiensi defisit deflaktor defleksi deformasi deformasinya degenerasi Degirmencilik degradasi dehidrasi dehumanisasi dekade dekan dekapan dekat dekatmu dekatnya Deklamasi deklarasi dekorasi dekorator dekosistem Dektropropoksiven delapan Delapratasa Delcoprima delegasi delegasikan Deles Delhi delicium delik Delima Demak demam demi demikian demikianlah demiurgus demobilisasi demografi demografis demokrasi demokrat demokratis demokratisasi demonstran demonstrasi demonstratif demontrasi demoralisasi Dempo denah denahnya denda dendam dendanya dengan denganmu dengannya dengar dengarkan dengarkanlah dengarlah dengki dengung dengung dengungnya dengungnya Denpasar densitas denyut denyutan depan depanku depannya departemen departemennya Depdikbud dependen dependennya Deperindag Depkes Depnaker Depok depolarisasi deposan deposit deposito depresan depresi depresiasi depresiasinya depresif derajad derajat derajatnya derap deras deregulasi derek deret deret deretan dering derita derivasi derivatif dermaga dermawan derunya desa desain desainer desainnya desakan Desanya desanya desanya desas Desca Desember desentralisasi desentri desersi desimal desinfeksi desinfeksinya desinfektan desintegrasi deskripsi deskripsikan deskriptif Destilasi destruksi destruktif desus detail detailnya detak deteksi detektif detektor deterjen determinan determinannya determinasi determinasinya detik devaluasi developer deviasi deviasinya Devide deviden devidennya devisa devisanya devisiasi dewa dewan dewanya dewasa dewasanya Dewata Dewland df Dhani Dhanny di dia diabadikan diabaikan diabaikannya diabsorpsi diacarakan diadakan diadakanlah diadakannya diadaptasikan diadili diadopsi diaduk diadukannya diadvertensikan diafragma diagnosa diagnosisnya diagnostik diagram diagramnya diajak diajar diajari diajarkan diajukan diajukannya diakhir diakhiri diakibatkan diakibatkannya diakomodasi diakses diaktakan diaktifasi diaktifkan diakui diakuinya diakumulasikan dialah dialamatkan dialami dialaminya dialek dialektika dialih dialihkan dialiri dialirkan dialog dialognya dialokasikan diam diamalkan diamanatkan diamankan diamati diambil diambilkan diambilnya diameternya diametral diamkan diamortisasikan diamplas diamputasi dianalisa dianalisis dianalogikan diancam diancamkan diandaikan diandalkan diangan-angankan diangan-angankan dianggap dianggapnya dianggarkan diangin diangkat diangkatnya diangkut diangkutnya diangsur dianiaya dianjurkan diantar diantara diantaranya diantarkan diantisipasi diantisipasikan dianugerahkan dianut dianutnya diapit diapit diaplikasikan diapresiasikan diapresiasikan diarahkan diare diarea diarsip diarsipkan diartikan diasah diasamkan diasingkan diasosiasikan diasosikan diaspal diassembling diasuh diasumsikan diasuransikan diatas diatasi diatasinya diataslah diatasnya diatur diaturlah diaturnya diaudit diauditnya diawal diawali diawasi diawasinya diawetkan diayak diayunkan dibaca dibacakan dibagi dibagian dibagikan dibahas dibahunya dibajak dibakar dibakarlah dibakarnya dibakukan dibalai dibalas dibalik dibaliknamakan dibalut dibanding dibandingkan dibanggakan dibanggakan dibangkitkan dibangkitkannya dibang dibayar diberi dibutuhkan diganjar dikenal dikepung dipilih direct direktori diri disini distribusi ditamatkan ditambah ditambahkan ditambahkannya ditambahnya ditampakkan ditampakkan ditampilkan ditampung ditanak ditanam ditanami ditanamkan ditancapkan ditanda ditandai ditandatangani ditandatanganinya ditangani ditanganinya ditanganku ditangannya ditanggapi ditangguhkan ditanggulangi ditanggung ditanggungjawabi ditanggungnya ditangkal ditangkap ditangkapnya ditanya ditanyai ditanyakan ditargetkan ditarik ditarikan ditariknya ditariknya ditaruh ditata ditatapnya ditautkan ditautkan ditawar ditawari ditawarkan ditawarkannya ditawarkanpun ditebak ditebalkan ditebang ditebar ditebarkan ditebus ditebusnya ditegakkan ditegangkan ditegaskan diteguhkan ditegur ditekan ditekankan ditekannya ditekuk ditekuni ditekuninya ditelaah ditelan diteliti ditelitinya ditelusuri ditembak ditembus ditempa ditempat ditempati ditempatkan ditempatnya ditempel ditempeli ditempelkan ditempuh ditempuhnya ditemui ditemuinya ditemukan ditemukannya ditender ditengahnya ditengarai ditentang ditentukan ditentukannya ditepati ditepatinya ditepi diterangi diterangkan diterangkanlah diterapkan diterapkanlah diterapkannya diterbitkan diterbitkannya diterima diterimakan diterimalah diterimanya diterimanyalah diterjang diterjemahkan diterpa ditertawakan ditertibkan diteruskan dites ditetapkan ditetapkanlah ditetapkannya ditetesi diteteskan ditewaskan ditiadakan ditidakaktifkan ditilang ditilep ditilik ditimbang ditimbulkan ditimbulkannya ditimbun ditimpa ditimpakan ditimpakannya ditimpuknya ditindak ditindaklanjuti ditindasnya ditinggal ditinggali ditinggali ditinggalkan ditinggalkannya ditinggikan ditingkat ditingkatkan ditingkatkannya ditingkatnya ditinjau ditipiskan ditipu ditiriskan ditiru dititik dititikberatkan dititipi dititipkan ditiup ditolak ditolaknya ditolelir ditoleransi ditolerir ditolong ditonjolkan ditopang ditraining ditranformasikan ditransaksikan ditransfer ditransformasikan ditransmisikan ditribusi dituakan dituang dituangi dituangkan dituangkannya dituding dituduh dituduhkan ditugasi ditugaskan dituju ditujukan ditukar ditukarkan ditularkan ditulis dituliskan ditulislah ditulisnya ditumbuhi ditumbuhkan ditumbuk ditumis ditumpangi ditumpas ditumpasnya ditumpu ditumpuk ditumpukkan ditumpulkan ditunda ditundanya ditundukkan ditunggangi ditunggu ditunjang ditunjuk ditunjukkan ditunjukkannya ditunjuklah dituntut diturunkan diturut dituruti ditusukkan ditutup ditutupi ditutupnya diuangkan diuapkan diubah diubahnya diucapkan diucapkannya diuji diukur diulang diulangi diulas diulek diumpamakan diumumkan diumumkannya diundang diundangkan diundangkannya diundi diundurkan diungkap diungkapkan diungkapkannya diuntungkan diupayakan diurai diurai diuraikan diurug diurus diuruskan diurutan diurutkan diusahakan diusap diusapkan diusulkan diusung diusut diutamakan diutarakan diutarakannya diutus divacumkan divalidasi divariasikan diverifikasi diversifikasi dividen divisi divisinya divisualkan divonis diwadahi diwajibkan diwakili diwakilinya diwakilkan diwaktu diwariskan diwarnai diwawancarai diwujudkan diwujudkanlah diwujudkannya diyakini diyakininya diyakinkan diyatakan Djabatan Djambi DKI dkk dll doa do�a doakan doaku doamu doanya dobel Dodol Doelle Dogan dogmatis dokter doktor doktoral doktrin doktriner dokumen dokumennya dokumentasi dokumenter dokumenternya dolar dolarisasi Dolfin Dolina dollar Dolo Dologresik Dolomit Dolonatura domba dombanya domestik domestiknya dominan dominasi domisili domisilinya dompet donatur Dongan Dong�an dongeng dongengan Dongyeng Dongying Dony dorong dorongan dorongannya dorongnya dos dosa dosaku dosamu dosanya dosen dosis Dossche Doton downline downline downlinenya download DPA DPR DPRD dr Dra Draco drainase drainasenya drama dramatik Dramatikus dramatis Dramaturgi drastis Drebin drh dri drink Driyorejo drs drum Drumben dsb dst dt dty dua duabelas duakali duakan dualisme duanya duapuluh dubur duda duduk dudukan dudukannya dudukannya duduklah duduknya duga dugaan dugaannya dugem duit duka dukacita dukuh dukun dukung dukungan dukungannya dulsin dulu duluan dulunya Dum Dumar Dummas dumping Dunax dunia dunianya duniawi Dupan duplikasi duplikat durasi durbin duren durhaka duri durian dusta dustaku dusun duta Dwi dwifaktor dwifungsi dwifungsinya dwiguna dwikora Dynasis dynasis Dynasis dynasis@yahoogroups dzalik Dzulhijjah Ebta Ebtanas Ec eceran ecerkan echancer edaran Edi edisi editor EDTA edukasi edukatif Efa efek efeknya efektif efektifitas efektifitasnya efektifnya efektivitas efektivitasnya effek efisien efisiennya efisiensi efisiensinya Efrat Egar ego egois egoistis egoku egonya Ehi Ehsan eicton ejakulasi Eka Ekasari Eko ekologi ekologis ekonom ekonometri ekonometrik ekonometrika ekonomi ekonomik ekonominya ekonomis ekonomisnya ekor ekornya ekosistem ekresi eks eksak eksebisi eksekusi eksekusinya eksekutif eksemplar eksentrik eksepsi ekses eksis eksistensi eksistensinya eksisting eksklusif ekspansi ekspedisi ekspektasi ekspense eksperimen eksperimental eksperimentasi eksplisit eksploitasi eksplorasi Ekspo eksponen ekspor ekspornya eksport eksportir ekspresif ekspresinya ekstasi ekstensif ekstensifikasi eksterior ekstern eksternal eksternalitas ekstra ekstradisi ekstrak ekstraksi ekstrem ekstrim ekstrimisme ekstrimnya ektivitas ekuilibrium Ekuin ekuitas ekuivalen ekuivalennya elang Elangperdana elastis elastisitas elastisitasnya electrik electrik Electrindo elektrik Elektrik elektrik elektrikal elektro elektroda elektrodialisa elektrolisis elektrolit elektromagnet elektromagnetik elektromekanis elektromotor elektron elektronik elektronika elektronis elektrostatik elemen elemennya elementer elevasi elevasinya elips elit Elitech Elitestar elok emansipasi emas Emco emigran emigrasi Emirat emisi emiten emosi emosinya emosional emosionalnya empat empati empatnya empedu empirik empiris empuk empuk emulsi emulsinya enak enaknya enaknya enam Enaro encer encerkan endapan endogen endogennya endokrin endokrinoterapi energi enerji energinya enggan engkau Engkaulah engkaulah engkel engkol engsel Eni Enim Enkender ensiklopedi ensiklopedia entah entalpi enteng enumerasi Envirotama enyah enyahkanlah enyahlah enzim epidemi epidemiologi epitel era Eramas erat ereksi Eren erghothioneine ergonomi ergonomis Erindo Eris Erisler eritrosit eritrositnya Erlangga Erns Eropa erosi Erotika error Ery eryngii Erythroxyion es esa eselon esensi esensial Esge eskalasi Eski Eskimo esok Espass Esquila Essar Essau essensial estetik estetik estetika estetikanya estetikanya estetiknya estetis Estima estimasi estimasikan estimator etalase etanol Eterna eternit etik etika etiket etil etimologi etimologis etis etnik etnis Etnomusikologi etnografi etos Eufoni eusebius evakuasi evaluasi evaluasinya evaluatif Everbright evolusi evolusioner Ewindo Extrana Fabrika fabrikasi faedah faedahnya faham fail fajar faksimili fakta faktanya faktor faktorial faktorisasi faktornya faktual faktur fakultas fakultasnya fakultatif Falken falsafah falsafahnya famili familiaritas fanatik Fanidi Fanta fantacy fantasi fantastik fantastis fardhukan fardlu Farisi farma farmakologi farmakologinya farmakologis farmakologisnya farmakoterapi farmasi fasa fase fasenya fasik fasilitas fasilitasnya fasilitator fasisme fatal fatalnya fatwa Fauzan Fauzan favorit fax FCF Featherlight Februari federal federasi Fenerkoy Fengshan fenil fenol fenomena fenomenanya fenotip fentura feodal feodalisme feri fermentasi fermentasinya Ferta fertilitas fertilitasnya Fertiphos fhit fhitung fiber fibrinolisa fibrinolisis Fida fidusia figur Figuran figurnya fihak fiinitio fikih fikiran fikiranku fikirannya fikirkan fiksasi fiksi fiktif filamen filamentnya file Filippo film filosofi filosofis filsafah filsafat filsafati filsuf filter filtrasi filtrat filtratnya final finansial finansialnya finansiil finis Firaun firdaus firman firmanKu firmanmu firmanNya firmannya firmansyah firmianus fisibel fisik fisika fisikawan fisiknya fisinya fisiografi fisiologi fisiologik fisiologiknya fisiologis Fisip fisis fiskal fiskalnya Fitaka fitnah fitnes fitrah fitri fitur FKIP flavonoid flavour fleksibel fleksibelitas fleksibelitasnya fleksibilitas fleksibilitasnya flexitime Flippo floor Flores flowchart flowmeter fluida fluidanya fluktuasi fluktuasinya fluktuatif fluor fluoro FMIPA fobi fobia fokus fokuskan fokusnya fondasi forensik formal formalin formalisme formalitas formalnya formasi format formatif formating formatnya formatur formiat formil formula formulanya formulasi formulasinya formulir forum fosfat fosfor fosil fosilnya foto fotocopy fotofobia fotografer fotografi fotokopi fotonya fotosintesis fotosintesisnya fragmentasi fraksi frame franchise franko frasa frekuensi frekuensinya Fren Fren friendster friksi Frosten frustasi ftab ftabel ftes Fugui Fuji Fujian Fujiyama Fulda fundamental fundamentalis fungisida fungsi fungsinya fungsional fungsionaris fungsionil Fuqing Furin Furnals Furqaan fushsihlat Futachi Futurisme fx fy g.j gabah gabak Gabor gabung gabungan gabungnya gabus gabusnya gadai gadaikan gadainya gading gadis gadisnya Gadjah gaduh gadung gadungan gagah gagak gagal gagalnya gagang gagasan gagasannya gaib gairah gajah gaji gajian gajinya gak galak galaknya galang galangan galangan galanya galar Galaxi galeri gali Galia galian galibut galon GAM Gama gamak gambang gambar gambaran gambarannya gambarkan gambarlah gambarnya Gambir gamblang Gambus Gambyong game gamelan gampang gamping ganas ganda Gandasil gandeng gandeng gandengan Gandi gandrung gandum Gandus Ganesha gang Gangga ganggang ganggu gangguan gangguannya gangsir Gangxia gani ganjal ganjal ganjalan ganjaran ganjil ganteng ganti ganti gantinya gantung gantungan gantungkan gap gapit gaplek gapnya gapnya gapura gara garam Garamasak garamnya garansi garansinya garapan garasi gardan gardu Garindo garis gariskan garmen garpu Garuda garuda Garuntang Garvein gas Gasal Gasing gasnya gasoline gatal Gatmir gatoride Gatot Gatotkaca Gatra gaul gaun gaung gaungnya gawat gaya gayanya Gayo Gaziantep gb GBHN Gebang gebrakan gebyar Gedangan Gede gedung gegabah gegar gejala gejalanya gejolak geladak gelagapan gelak gelaknya gelandangan gelang gelanggang gelap gelar gelarnya gelas gelasius gelasnya geledek Gelegah gelembung geleng geli gelintiran gelisah gelisahkan gelombang gelondong gelondongan gema gemar gembira gembiralah gembiranya Gembok gembong gembor gembur Gemeh gemericik gemericik gemes gemetar gemetarlah gemilang gempa gempar gempita gempol gemuk gemuruh gen genangan genap gencar gencarnya gendang genderang Gending Gendrang gendut general generalisasi generalisasikan generalisasinya generasi generatif generator generik genetik genetika genetiknya genetis genggam genggaman Genggong gengsi genotip genset genteng Gentong Genuk Geofisika geografi geografinya geografis geologi geologinya geometri geometrik geometris geopolitik geosentris gepeng gepeng Gera gerabah geraham gerahamnya gerak gerakan gerakannya gerakkan gerakmu geraknya gerangan gerbang gerbangnya gerbong Gereja gereja gereja Gerejamu gerejanya gergaji gerigi gerigi gerinda germo germonya gerobag gerobak gerombolan gesa gesek gesekan geser geseran gesit getah getahnya getar getaran getas getirnya ghaib Ghodaqo Ghubaiba Ghuzen GIA Gianyar giat giatlah giatnya Gida gigi gigih gigihnya gigimu giginya gigit gila giling gilingan giliran gilirannya Gillin gimana ginjal Girang Gire Giri giring-giring Giriway giro Gita gitar gitarmu gizi gizinya Glagah gliserol global globalisasi glukogen glukonat glukosa glutamat glutenin GNP goa goa Gobel godaan Goksular Gokun Golkar golongan golonganku golongannya golongkan gom gombal goncangan Gondang gondok gondrong gonggong gonokokus Goodtyre google Gootyre gopoh goreng gorengan goresan Gorontalo Gosari gosok gosokan gosoklah gosong Gossen gotong Gowa goyah goyang gr gradasi gradien grafik grafika grafis grafit grafitasi graha


karena posting di sini di batasi jumlahnya.... maka BERSAMBUNG

Ada Sesuatu yang Kita Dapatkan Di dunia Ini Tanpa Usaha Tanpa Minta dan Ternyata

Weni Herlina: syafingi azhariSpamBalas6:51 PM 24/5 kita sering ingat untuk berdoa, namun sering lupa untuk menggali. Kita meminta sesuatu, tapi lupa bahwa untuk mendapatkannya kita harus bersedia membayar harganya. Kita mengira bahwa semua hal yang kita inginkan dimuka bumi ini bisa didapatkan hanya dengan sekedar meminta. Padahal. Tidak. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika begitu banyak hal yang kita dambakan, tetapi tidak kunjung kita dapatkan. Kita sering merasa patah arang karenanya. Tapi, kita jarang sadar, bahwa kita harus mengimbangi permintaan kita itu dengan usaha yang pantas. Yang bisa menjadi dasar kuat agar keinginan kita itu terkabulkan.Kepada Tuhan kita berdoa; "Tuhan, berikanlah kepadaku ini dan itu." Tetapi, tindakan kita tidak menunjukkan bahwa kita pantas mendapatkannya.



Afandi: 1)ada sesuatu yang kita dapatkan didunia ini tanpa usaha tanpa minta dan ternyata ini adalah hal yang paling banyak kita dapatkan (jadi kalau tidak bersyukur keterlaluan)

Afandi: 2)

Weni Herlina: ya

Afandi: ada sesuatu yang hanya dengan meminta saja (tanpa usaha) kita sudah mendapatkan dengan sangat banyak: yakni

Afandi: ketenangan jiwa dalam iman dan dalam ibadah (doa)

Afandi: dengan semakin kita banyak berdoa (minta) kita semakin mendapatkan yang banyak

Weni Herlina: iya

Afandi: 3)

Afandi: ada juga yang harus dengan beusaha...

Afandi: kalau tidak usaha... hal itu tidak bisa kita dapatkan..

Afandi: misalnya....

Afandi: apa hayo... semua orang juga tahu kan...

Weni Herlina: ya apa?

Afandi: mengunya makanan dan menelannya agar masuk ke lambung....usaha ini dilakukan agar tidak lapar dan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh... tidak bisa hanya dengan minta... apa lagi diam saja...

Afandi:

Weni Herlina: iya

Weni Herlina: lupa namanya duh apa yah

Afandi: kalau cari uang..... masih ada kemungkinan datang sendiri... tanpa usaha atau juga tanpa minta....  tapi kelamaan...

Afandi: dan kemungkinannya terlalu kecil...

Weni Herlina: dengan apa?

Afandi: USAHA

Weni Herlina: iya

Agama Buddha

 


Agama Buddha juga berasal dari India. Agama ini timbul sebagai reaksi masyarakat terhadap peran kaum Brahmana yang dianggap terlalu berlebihan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka. Agama ini didasarkan pada ajaran Sidharta Gautama. Sidharta Gautama digelari Sang Buddha (orang yang mendapat pencerahan) karena ia mendapat penerangan yang sempurna setelah bertapa di tengah hutan.


Agama Buddha tidak mengakui pembagian kasta dalam masyarakat. Menurut ajaran Buddha, setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga bebas dari samsara. Penderitaan dapat dihentikan dengan cara menindas trisna (nafsu). Nafsu dapat ditindas melalui delapan jalan (astavidha), yaitu pandangan (ajaran) yang benar, niat atau sikap yang benar, berbicara yang benar, berbuat atau bertingkah laku yang benar, penghidupan yang benar, berusaha yang benar, memerhatikan hal-hal yang benar, dan bersemedi yang benar.


Pemeluk agama Buddha wajib melaksanakan tiga ikrar (Tri Ratna), yaitu: berlindung kepada Buddha, berlindung kepada Dharma (ajaran) agama Buddha, dan berlindung kepada Sanggha (perkumpulan) masyarakat pemeluk agama Buddha. Kitab suci agama Buddha ialah Tripitaka (Tiga Keranjang) yang terdiri atas Vinayapitaka (berisi tentang bermacam-macam aturan hidup dan hukum penentu cara hidup pemeluknya), Sutrantapitaka (berisi tentang pokok-pokok wejangan Sang Buddha), dan Abdhidharmapitaka (berisi tentang penjelasan dan kupasan mengenai sosial beragama atau falsafah agama). Umat Buddha merayakan Hari Raya Triwaisak, yang merupakan peringatan kelahiran, menerima bodhi, dan wafatnya Sang Buddha yang bertepatan dengan saat bulan purnama pada bulan Mei.


Agama Buddha terbagi atas dua aliran. Pertama, Mahayana yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, setiap orang harus mengembangkan sikap kebijaksanaan dan sifat welas asih. Kedua, Hinayana yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, sangat bergantung pada usaha diri melakukan meditasi.


Agama Buddha mencapai puncak kejayaannya pada zaman kekuasaan Raja Asoka (273-232 SM) yang menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Tempat-tempat suci umat Buddha antara lain Bodh-Gaya, tempat bersemedi Sidharta Gautama.


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Posted in Agama. 0 Comment »

Agama Hindu

Agama Hindu berasal dari India. Agama ini merupakan perpaduan antara agama yang dianut oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah berhasil mendesak bangsa asli India, Dravida. Terjadi pembauran antara bangsa Arya dan bangsa Dravida yang selanjutnya menurunkan generasi yang disebut bangsa Hindu. Kata hindu berasal dari kata sindhu (bahasa Sanskerta) yang berarti sungai.


Kata ini mengacu pada Sungai Indus yang menjadi sumber air bagi kehidupan di sekitarnya.


Sumber ajaran agama Hindu terdapat dalam kitab suci Weda (terdiri atas empat kitab), Brahmana (merupakan tafsir dari kitab Weda), dan Upanisad (memuat dasardasar filsafat hubungan antara manusia dan TUHAN). Kata weda berasal dari kata vid artinya tahu. Weda atau veda berarti pengetahuan suci. Kitab ini ditulis ketika bangsa Arya menduduki Punjam, 3.000 tahun sebelum Masehi.


Dewa-dewa utama dalam ajaran Hindu ialah Dewa Trimurti (kesatuan dari tiga dewa). Ketiga dewa tersebut ialah:


(1) Dewa Brahma. Brahma bertugas menciptakan alam semesta dan mengatur segala peristiwa di dunia. Kendaraannya berupa angsa.


(2) Dewa Wisnu. Wisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya berupa seekor burung garuda.


(3) Dewa Syiwa. Syiwa bertugas sebagai perusak semua yang tidak lagi berguna di alam. Kendaraannya seekor lembu.


Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh seorang pendeta yang disebut brahmana. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:


1. Widhi Tattwa: percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya


2. Atma Tattwa: percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk


3. Karmaphala Tattwa: percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan


4. Punarbhawa Tattwa: percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)


5. Moksa Tattwa: percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia


 


Dalam masyarakat Hindu, dikenal lima kasta atau kelas, yaitu:


(1) Brahmana: terdiri atas pemimpin agama atau pendeta


(2) Ksatria: terdiri atas para bangsawan, raja dan keturunannya, serta prajurit-prajuritnya


(3) Waisya: terdiri atas pengusaha dan pedagang


(4) Sudra: terdiri atas para petani dan pekerja kasar


(5) Paria: terdiri atas gelandangan (orang yang haram untuk disentuh)


Tempat suci umat Hindu antara lain kota Benares yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya Dewa Syiwa. Sungai Gangga dianggap keramat dan suci karena air Sungai Gangga dianggap dapat mensucikan abu jenazah yang dibuang ke dalamnya. Hari raya umat Hindu ialah Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri.


 


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Posted in Agama. 0 Comment »

Kitab Shalat -Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam



Hadits ke-1

Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Waktu Dhuhur ialah jika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya selama waktu Ashar belum tiba, waktu Ashar masuk selama matahari belum menguning, waktu shalat Maghrib selama awan merah belum menghilang, waktu shalat Isya hingga tengah malam, dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit." Riwayat Muslim.


Hadits ke-2

Menurut riwayat Muslim dari hadits Buraidah tentang waktu shalat Ashar. "Dan matahari masih putih bersih."


Hadits ke-3

Dari hadits Abu Musa: "Dan matahari masih tinggi."


Hadits ke-4

Abu Barzah al-Aslamy Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah setelah usai shalat Ashar kemudian salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya di ujung kota Madinah sedang matahari saat itu masih panas. Beliau biasanya suka mengakhirkan shalat Isya’, tidak suka tidur sebelumnya dan bercakap-cakap setelahnya. Beliau juga suka melakukan shalat Shubuh di saat seseorang masih dapat mengenal orang yang duduk disampingnya, beliau biasanya membaca 60 hingga 100 ayat. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-5

Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir: Adakalanya beliau melakukan shalat Isya’ pada awal waktunya dan adakalanya beliau melakukannya pada akhir waktunya. Jika melihat mereka telah berkumpul beliau segera melakukannya dan jika melihat mereka terlambat beliau mengakhirkannya, sedang mengenai shalat Shubuh biasanya Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam menunaikannya pada saat masih gelap.


Hadits ke-6

Menurut Muslim dari hadits Abu Musa: Beliau menunaikan shalat Shubuh pada waktu fajar terbit di saat orang-orang hampir tidak mengenal satu sama lain.


Hadits ke-7

Rafi’ Ibnu Kharij Radliyallaahu ’anhu berkata: Kami pernah shalat Maghrib bersama Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam kemudian salah seorang di antara kami pulang dan ia masih dapat melihat tempat jatuhnya anak panah miliknya. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-8

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat, dan bersabda: "Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku." Riwayat Muslim.


Hadits ke-9

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila panas sangat menyengat, maka tunggulah waktu dingin untuk menunaikan shalat karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-10

dari Rafi’ Ibnu Khadij Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Lakukanlah shalat Shubuh pada waktu masih benar-benar Shubuh karena ia lebih besar pahalanya bagimu." Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.



Hadits ke-11

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Shubuh sebelum matahari terbit maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh dan barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam maka ia telah mendapatkan shalat Ashar." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-12

Menurut riwayat Muslim dari ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu ada hadits serupa, beliau bersabda: "Sekali sujud sebagai pengganti daripada satu rakaat." Kemudian beliau bersabda: "Sekali sujud itu adalah satu rakaat."


Hadits ke-13

Dari Abu Said Al-Khudry bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada shalat (sunat) setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam." Muttafaq Alaihi. Dalam lafadz Riwayat Muslim: "Tidak ada shalat setelah shalat fajar."


Hadits ke-14

Dalam riwayat Muslim dari Uqbah Ibnu Amir: Tiga waktu dimana Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam melarang kami melakukan shalat dan menguburkan mayit, yaitu: ketika matahari terbit hingga meninggi, ketika tengah hari hingga matahari condong ke barat, dan ketika matahari hampir terbenam.


Hadits ke-15

Dan hukum kedua menurut Imam Syafi’i dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah ada tambahan: Kecuali hari Jum’at.


Hadits ke-16

Begitu juga menurut riwayat Abu Dawud dari Abu Qotadah terdapat hadits yang serupa.


Hadits ke-17

Dari Jubair Ibnu Muth’im bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau melarang seseorang melakukan thawaf di Baitullah ini dan melakukan shalat pada waktu kapan saja, baik malam maupun siang." Riwayat Imam Lima dan shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.


Hadits ke-18

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Syafaq ialah awan merah." Riwayat Daruquthni. Shahih menurut Ibnu Khuzaimah selain menyatakannya mauquf pada Ibnu Umar.


Hadits ke-19

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar yang diharamkan memakan makanan dan diperbolehkan melakukan shalat dan fajar yang diharamkan melakukan shalat, yakni shalat Shubuh, dan diperbolehkan makan makanan." Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Hakim, hadits shahih menurut keduanya.


Hadits ke-20

Menurut riwayat Hakim dari hadits Jabir ada hadits serupa dengan tambahan tentang fajar yang mengharamkan memakan makanan: "Fajar yang memanjang di ufuk." Dalam riwayat lain disebutkan: "Dia seperti ekor serigala."


Hadits ke-21

Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Perbuatan yang paling mulia ialah shalat pada awal waktunya." Hadits riwayat dan shahih menurut Tirmidzi dan Hakim. Asalnya Bukhari-Muslim.


Hadits ke-22

Dari Abu Mahdzurah bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Permulaan waktu adalah ridlo Allah, pertengahannya adalah rahmat Allah, dan akhir waktunya ampunan Allah." Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah.


Hadits ke-23

Menurut Riwayat Tirmidzi dari hadits Ibnu Umar ada hadits serupa tanpa menyebutkan waktu pertengahan. Ia juga hadits lemah.


Hadits ke-24

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasululah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada shalat setelah fajar kecuali dua rakaat (Shubuh)." Dikeluarkan oleh Imam Lima kecuali Nasa’i. Dalam suatu riwayat Abdur Razaq: "Tidak ada shalat setelah terbitnya fajar kecuali dua rakaat fajar."


Hadits ke-25

Dan hadits serupa menurut Daruquthni dari Amr Ibnul ’Ash r.a.


Hadits ke-26

Ummu Salamah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam shalat Ashar lalu masuk rumahku, kemudian beliau shalat dua rakaat. Maka aku menanyakannya dan beliau menjawab: "Aku sibuk sehingga tidak sempat melakukan dua rakaat setelah Dhuhur, maka aku melakukan sekarang." Aku bertanya: Apakah kami harus melakukan qodlo’ jika tidak melakukannya? Beliau bersabda: "Tidak." Dikeluarkan oleh Ahmad.


Hadits ke-27

Seperti hadits itu juga terdapat dalam riwayat Abu Dawud dari ’Aisyah r.a.


Hadits ke-28

Abdullah Ibnu Zaid Ibnu Abdi Rabbih berkata: Waktu saya tidur (saya bermimpi) ada seseorang mengelilingi saya seraya berkata: Ucapkanlah "Allahu Akbar Allahu Akbar, lalu ia mengucapkan adzan empat kali tanpa pengulangan dan mengucapkan qomat sekali kecuali "qod Qoomatish sholaat". Ia berkata: Ketika telah shubuh aku menghadap Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya ia adalah mimpi yang benar." Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. Shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-29

Ahmad menambahkan pada akhir hadits tentang kisah ucapan Bilal dalam adzan Shubuh: "Shalat itu lebih baik daripada tidur."


Hadits ke-30

Menurut riwayat Ibnu Khuzaimah dari Anas r.a, ia berkata: Termasuk sunnah adalah bila muadzin pada waktu fajar telah membaca hayya ’alash sholaah, ia mengucapkan assholaatu khairum minan naum




Hadits ke-31

Dari Abu Mahdzurah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam mengajarinya adzan lalu beliau menyebut tarji’ (mengulangi dua kali). Dikeluarkan oleh Muslim namun ia hanya menyebutkan takbir dua kali pada permulaan adzan. Riwayat Imam Lima dengan menyebut takbir empat kali.


Hadits ke-32

Anas Radliyallaahu ’anhu berkata: Bilal diperintahkan untuk menggenapkan kalimat adzan dan mengganjilkan kalimat qomat kecuali kalimat iqomat, yakni qod qoomatish sholaah. Muttafaq Alaihi, tetapi Muslim tidak menyebut pengecualian.


Hadits ke-33

Menurut riwayat Nasa’i: Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam memerintahkan Bilal (untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan qomat).


Hadits ke-34

Abu Juhaifah Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku pernah melihat Bilal adzan, dan aku perhatikan mulutnya kesana kemari (komat kamit dan dua jari-jarinya menutup kedua telinganya. Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.


Hadits ke-35

Menurut Ibnu Majah: Dia menjadikan dua jari-jarinya menutup kedua telinganya.


Hadits ke-36

Menurut Riwayat Abu Dawud: Dia menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri ketika sampai pada ucapan "hayya ’alash sholaah", dan dia tidak memutar tubuhnya. Asal hadits tersebut dari Bukhari-Muslim.


Hadits ke-37

Dari Abu Mahdzurah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam kagum dengan suaranya, kemudian beliau mengajarinya adzan. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-38

Jabir Ibnu Samurah berkata: Aku shalat dua I’ed (Fitri dan Adha) bukan sekali dua kali bersama Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, tanpa adzan dan qomat. Riwayat Muslim.


Hadits ke-39

Hadits serupa juga ada dalam riwayat Muttafaq Alaihi dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu dan dari yang lainnya.


Hadits ke-40

Dari Abu Qotadah Radliyallaahu ’anhu dalam hadits yang panjang tentang mereka yang meninggalkan shalat karena tidur, kemudian Bilal adzan, maka Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam shalat sebagaimana yang beliau lakukan setiap hari. Hadits riwayat Muslim.




Hadits ke-41

Dalam riwayat Muslim yang lain dari Jabir Radliyallaahu ’anhu bahwa ketika Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam tiba di kota Mudzalifah, beliau shalat Maghrib dan Isya’ dengan satu adzan dan dua qomat.


Hadits ke-42

Hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam menjamak shalat Maghrib dan Isya’ dengan satu kali qomat. Abu Dawud menambahkan: Untuk setiap kali shalat. Dalam riwayat lain: Tidak diperintahkan adzan untuk salah satu dari dua shalat tersebut.


Hadits ke-43

Dari Ibnu Umar dan ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Bilal akan beradzan pada malam hari, maka makan dan minumlah sampai Ibnu Maktum beradzan. Ia (Ibnu Maktum) adalah laki-laki buta yang tidak akan beradzan kecuali setelah dikatakan kepadanya: Engkau telah masuk waktu Shubuh, engkau telah masuk waktu Shubuh." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-44

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Bilal beradzan sebelum fajar, lalu Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam menyuruhnya kembali pulang, kemudian berseru: "Ingatlah, bahwa hamba itu butuh tidur." Diriwayatkan dan dianggap hadits lemah oleh Abu Dawud.


Hadits ke-45

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila engkau sekalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-46

Dalam riwayat Bukhari dari Muawiyah Radliyallaahu ’anhu terdapat hadits yang semisalnya.


Hadits ke-47

Menurut Riwayat Muslim dari Umar Radliyallaahu ’anhu tentang keutamaan mengucapkan kalimat per kalimat sebagaimana yang diucapkan oleh sang muadzin, kecuali dua hai’alah (hayya ’alash sholaah dan hayya ’alal falaah) maka hendaknya mengucapkan la haula wala quwwata illa billah.


Hadits ke-48

Utsman Ibnu Abul’Ash Radliyallaahu ’anhu berkata: Wahai Rasulullah, jadikanlah aku sebagai imam mereka, perhatikanlah orang yang paling lemah dan angkatlah seorang muadzin yang tidak menuntut upah dari adzannya." Dikeluarkan oleh Imam Lima. Hasan menurut Tirmidzi dan shahih menurut Hakim.


Hadits ke-49

Dari Malik Ibnu Huwairits Radliyallaahu ’anhu bahwa dia berkata: Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah bersabda pada kami: "Bila waktu shalat telah tiba, maka hendaklah seseorang di antara kamu menyeru adzan untukmu sekalian." Dikeluarkan oleh Imam Tujuh.


Hadits ke-50

Dari Jabir Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda kepada Bilal: "Jika engkau menyeru adzan perlambatlah dan jika engkau qomat percepatlah, dan jadikanlah antara adzan dan qomatmu itu kira-kira orang yang makan telah selesai dari makannya." Hadits diriwayatkan dan dianggap lemah oleh Tirmidzi




Hadits ke-51

Dalam riwayatnya pula dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak diperkenankan adzan kecuali orang yang telah berwudlu." Hadits tersebut juga dinilai lemah.


Hadits ke-52

Dalam riwayatnya yang lain dari Ziyad Ibnul Harits bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "barangsiapa yang telah adzan, maka dia yang akan qomat." Hadits ini juga dinilai lemah.


Hadits ke-53

Menurut riwayat Abu Dawud dari hadits Abdullah Ibnu Zaid, bahwa dia berkata: Aku telah memimpikannya, yaitu mimpi beradzan, dan aku menginginkannya. Maka Rasulullah saw bersabda: "Baik, qomatlah engkau." Hadits ini juga lemah.


Hadits ke-54

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Muadzin itu lebih berhak untuk adzan dan imam itu lebih berhak untuk qomat." Diriwayatkan dan dianggap lemah oleh Ibnu Adiy.


Hadits ke-55

Menurut riwayat Baihaqi ada hadits semisal dari Ali Radliyallaahu ’anhu dari perkataannya sendiri.


Hadits ke-56

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Doa antara adzan dan qomat itu tidak akan ditolak." Riwayat Nasa’i dan dianggap lemah oleh Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-57

Dari Jabir Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang ketika mendengar adzan berdoa: Allaahumma robba haadzihi da’watit taammati, was sholaatil qooimati, aati Muhammadanil washiliilata wal fadliilata, wab ’atshu maqooman mahmuudal ladzi wa’adtahu (artinya: Ya Allah Tuhan panggilan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangunkanlah beliau dalam tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan), maka dia akan memperoleh syafaat dariku pada hari Kiamat." Dikeluarkan oleh Imam Empat.


Hadits ke-58

Dari Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu kentut dalam sholat, maka hendaknya ia membatalkan sholat, berwudlu, dan mengulangi sholatnya." Riwayat Imam Lima. Shahih menurut Ibnu Hibban.


Hadits ke-59

Dari ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Allah tidak akan menerima sholat seorang perempuan yang telah haid (telah baligh kecuali dengan memakai kudung." Riwayat Imam Lima kecuali Nasa’i dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-60

Dari Jabir Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: "Apabila kain itu lebar maka berkudunglah dengannya -yakni dalam sholat".- Menurut riwayat Muslim: "Maka selempangkanlah di antara dua ujungnya dan apabila sempit maka bersarunglah dengannya." Muttafaq Alaihi.




Hadits ke-61

Menurut riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu beliau bersabda: "Janganlah seseorang di antara kamu sholat dengan memakai selembar kain yang sebagian dari kain itu tidak dapat ditaruh di atas bahunya."


Hadits ke-62

Dari Ummu Salamah Radliyallaahu ’anhu bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam: Bolehkah seorang perempuan sholat dengan memakai baju panjang dan kerudung tanpa sarung? Beliau bersabda: "Boleh apabila baju panjang itu lebar menutupi punggung atas kedua kakinya." Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Para Imam Hadits menilainya mauquf.


Hadits ke-63

Amir Ibnu Rabi’ah Radliyallaahu ’anhu berkata: Kami pernah bersama Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam dalam suatu malam yang gelap, maka kami kesulitan menentukan arah kiblat, lalu kami sholat. Ketika matahari terbit ternyata kami telah sholat ke arah yang bukan kiblat, maka turunlah ayat (Kemana saja kamu menghadap maka disanalah wajah Allah). Riwayat Tirmidzi. Hadits lemah menurutnya.


Hadits ke-64

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Ruang antara Timur dan Barat adalah Kiblat." Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dikuatkan oleh Bukhari.


Hadits ke-65

Amir Ibnu Rabi’ah Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam sholat di atas kendaraannya ke arah mana saja kendaraan itu menghadap. Muttafaq Alaihi. Bukhari menambahkan: Beliau memberi isyarat dengan kepalanya, namun beliau tidak melakukannya untuk sholat wajib.


Hadits ke-66

Dalam riwayat Abu Dawud dari hadits Anas Radliyallaahu ’anhu : Apabila beliau bepergian kemudian ingin sholat sunat, maka beliau menghadapkan unta kendaraannya ke arah kiblat. Beliau takbir kemudian sholat menghadap ke arah mana saja kendaraannya menghadap. Sanadnya hasan.


Hadits ke-67

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Bumi itu seluruhnya masjid kecuali kuburan dan kamar mandi." Riwayat Tirmidzi, tetapi ada cacatnya.


Hadits ke-68

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam melarang untuk sholat di tujuh tempat: tempat sampah, tempat penyembelihan hewan, pekuburan, tengah jalan, kamar mandi/WC, kandang unta, dan di atas Ka’bah. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dinilai lemah olehnya.


Hadits ke-69

Abu Murtsad Al-Ghonawy berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah engkau sholat menghadap kuburan dan jangan pula engkau duduk di atasnya." Riwayat Muslim.


Hadits ke-70

Dari Abu Said Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu mendatangi masjid hendaklah ia memperhatikan, jika ia melihat kotoran atau najis pada kedua sandalnya hendaklah ia membasuhnya dan sholat dengan mengenakannya." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.




Hadits ke-71

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu menginjak najis dengan sepatunya maka sebagai pencucinya ialah debu tanah." Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.


Hadits ke-72

Dari Muawiyah Ibnul Hakam Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya sholat ini tidak layak di dalamnya ada suatu perkataan manusia. Ia hanyalah tasbih, takbir dan bacaan al-Qur’an." Diriwayatkan oleh Muslim.


Hadits ke-73

Zaid Ibnu Arqom berkata: Kami benar-benar pernah berbicara dalam sholat pada jaman Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, salah seorang dari kami berbicara dengan temannya untuk keperluannya, sehingga turunlah ayat (Peliharalah segala sholat(mu), dan sholat yang tengah dan berdirilah untuk Allah dengan khusyu’), lalu kami diperintahkan untuk diam dan kami dilarang untuk berbicara. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim.


Hadits ke-74

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tasbih itu bagi laki-laki dan tepuk tangan itu bagi wanita." Muttafaq Alaihi. Muslim menambahkan: "Di dalam sholat."


Hadits ke-75

Dari Mutharrif Ibnu Abdullah Ibnus Syikhir dari ayahnya, dia berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam sedang sholat, dan di dadanya ada suara seperti suara air yang mendidih karena menangis. Dikeluarkan oleh Imam Lima kecuali Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban.


Hadits ke-76

Ali Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku mempunyai dua pintu masuk kepada Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, maka jika aku mendatanginya ketika beliau sholat, beliau akan berdehem buatku. Diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ibnu Majah.


Hadits ke-77

Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku bertanya pada Bilal: Bagaimana engkau melihat cara Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam menjawab salam mereka ketika beliau sedang sholat? Bilal menjawab: Begini. Dia membuka telapak tangannya. Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.


Hadits ke-78

Abu Qotadah Radliyallaahu ’anhu berkata: Pernah Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam sholat sambil menggendong Umamah putri Zainab. Jika beliau sujud, beliau meletakkannya dan jika beliau berdiri, beliau menggendongnya. Muttafaq Alaihi. Dalam riwayat Muslim: Sedang beliau mengimami orang.


Hadits ke-79

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Bunuhlah dua binatang hitam dalam sholat, yaitu ular dan kalajengking." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban.


Hadits ke-80

Dari Abu Juhaim Ibnul Harits Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sholat mengetahui dosa yang akan dipikulnya, maka ia lebih baik berdiri empat puluh hari daripada harus lewat di depannya." Muttafaq Alaihi dalam lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Al-Bazzar dari jalan lain: "(lebih baik berdiri) Empat puluh tahun."




Hadits ke-81

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah ditanya pada waktu perang Tabuk tentang batas bagi orang yang sholat. Beliau menjawab: "Seperti tiang di bagian belakang kendaraan." Dikeluarkan oleh Muslim.


Hadits ke-82

Dari Sabrah Ibnu Ma’bad al-Juhany bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaknya seseorang di antara kamu membuat batas pada waktu sholat walaupun hanya dengan anak panah." Dikeluarkan oleh Hakim.


Hadits ke-83

Dari Abu Dzar Al-Ghifary Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Yang akan memutuskan sholat seorang muslim bila tidak ada tabir di depannya seperti kayu di bagian belakang kendaraan adalah wanita, keledai, dan anjing hitam." Di dalam hadits disebutkan: "Anjing hitam adalah setan." Dikeluarkan oleh Imam Muslim.


Hadits ke-84

Menurut riwayat Muslim dari hadits Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu terdapat hadits semisal tanpa menyebut anjing.


Hadits ke-85

Menurut riwayat Abu Dawud dan Nasa’i dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu ada hadits semisal tanpa menyebutkan kalimat akhir (yaitu anjing) dan membatasi wanita dengan yang sedang haid.


Hadits ke-86

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu sholat dengan memasang batas yang membatasinya dari orang-orang, lalu ada seseorang yang hendak lewat di hadapannya maka hendaklah ia mencegahnya. Bila tidak mau, perangilah dia sebab dia sesungguhnya adalah setan." Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa dia bersama setan.


Hadits ke-87

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu sholat hendaklah ia membuat sesuatu di depannya, jika ia tidak mendapatkan hendaknya ia menancapkan tongkat, jika tidak memungkinkan hendaknya ia membuat garis, namun hal itu tidak mengganggu orang yang lewat di depannya." Dikeluarkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Shahih menurut Ibnu Hibban. Hadits ini hasan dan tidak benar jika orang menganggapnya hadits mudltorib.


Hadits ke-88

Dari Abu Said Al-Khudry bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan menghentikan sholat suatu apapun (jika tidak ada yang menghentikan), cegahlah sekuat tenagamu." Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Dalam sanadnya ada kelemahan.


Hadits ke-89

Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam melarang orang yang sholat bertolak pinggang. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Artinya: Orang itu meletakkan tangannya pada pinggangnya.


Hadits ke-90

Dalam riwayat Bukhari dari ’Aisyah: Bahwa cara itu adalah perbuatan orang Yahudi dalam sembahyangnya.




Hadits ke-91

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila makan malam telah dihidangkan, makanlah dahulu sebelum engkau sholat Maghrib." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-92

Dari Abu Dzar Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Jika seseorang di antara kamu mendirikan sholat maka janganlah ia mengusap butir-butir pasir (yang menempel pada dahinya) karena rahmat selalu bersamanya." Riwayat Imam Lima dengan sanad yang shahih. Ahmad menambahkan: "Usaplah sekali atau biarkan."


Hadits ke-93

Dalam hadits shahih dari Mu’aiqib ada hadits semisal tanpa alasan.


Hadits ke-94

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam tentang (hukumnya) menoleh dalam sholat. Beliau menjawab: "Ia adalah copetan yang dilakukan setan terhadap sholat hamba." Riwayat Bukhari. Menurut hadits shahih Tirmidzi: "Hindarilah dari berpaling dalam shalat karena ia merusak, jika memang terpaksa lakukanlah dalam sholat sunat."


Hadits ke-95

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu sembahyang sebenarnya ia sedang bermunajat kepada Tuhannya. Maka janganlah sekali-kali ia meludah ke hadapannya dan ke samping kanannya tetapi ke samping kirinya di bawah telapak kakinya." Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat disebutkan: "Atau di bawah telapak kakinya."


Hadits ke-96

Anas Radliyallaahu ’anhu berkata: Adalah tirai milik ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu menutupi samping rumahnya. Maka Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: "Singkirkanlah tiraimu ini dari kita, karena sungguh gambar-gambarnya selalu mengangguku dalam sholatku." Riwayat Bukhari.


Hadits ke-97

Bukhari-Muslim juga menyepakati hadits dari ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu tentang kisah kain anbijaniyyah (yang dihadiahkan kepada Nabi dari) Abu Jahm. Dalam hadits itu disebutkan: "Ia melalaikan dalam sholatku."


Hadits ke-98

Dari Jabir Ibnu Samurah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah benar-benar berhenti orang-orang yang memandang langit waktu sholat atau pandangan itu tidak kembali kepada mereka." Riwayat Muslim.


Hadits ke-99

Menurut riwayat dari ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu bahwa dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak diperbolehkan sholat di depan hidangan makanan dan tidak diperbolehkan pula sholat orang yang menahan dua kotoran (muka dan belakang."


Hadits ke-100

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Menguap itu termasuk perbuatan setan, maka bila seseorang di antara kamu menguap hendaklah ia menahan sekuatnya." Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi dengan tambahan: "Dalam sholat."




Hadits ke-101

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam memerintahkan untuk membangun masjid di kampung-kampung dan hendaknya dibersihkan dan diharumkan. Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi menilainya hadits mursal.


Hadits ke-102

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Allah memusuhi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid." Muttafaq Alaihi. Muslim menambahkan: "Dan orang-orang Nasrani."


Hadits ke-103

Menurut Bukhari-Muslim dari hadits ’Aisyah r.a: "Apabila ada orang sholeh di antara mereka yang meninggal dunia, mereka membangun di atas kuburannya sebuah masjid." Dalam hadits itu disebutkan: "Mereka itu berakhlak buruk."


Hadits ke-104

Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu berkata: Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah mengirim pasukan berkuda, lalu mereka datang membawa seorang tawanan, mereka mengikatnya pada salah satu tiang masjid. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-105

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Umar Radliyallaahu ’anhu melewati Hassan yang sedang bernyanyi di dalam masjid, lalu ia memandangnya. Maka berkatalah Hassan: Aku juga pernah bernyanyi di dalamnya, dan di dalamnya ada orang yang lebih mulia daripada engkau. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-106

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang mendengar ada seseorang yang mencari barang hilang di masjid, hendaknya mengatakan: Allah tidak mengembalikannya kepadamu karena sesungguhnya masjid itu tidak dibangun untuk hal demikian." Riwayat Muslim.


Hadits ke-107

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Jika engkau melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah padanya: (Semoga Allah tidak menguntungkan perdaganganmu." Riwayat Nasa’i dam Tirmidzi. Hadits hasan menurut Tirmidzi.


Hadits ke-108

Dari Hakim Ibnu Hizam Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak diperbolehkan melaksanakan hukuman had di dalam masjid dan begitu pula tuntut bela di dalamnya." Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad yang lemah.


Hadits ke-109

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Sa’ad terluka pada waktu perang khandaq, lalu Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam mendirikan tenda untuknya di dalam masjid agar beliau dapat menengoknya dari dekat. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-110

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam menghalangiku ketika aku sedang melihat orang-orang habasyah tengah bermain di dalam masjid. Hadits Muttafaq Alaihi.




Hadits ke-111

Dari ’Aisyah Radliyallaahu ’anhu bahwa seorang budak perempuan hitam mempunyai tenda di dalam masjid, ia sering datang kepadaku dan bercakap-cakap denganku. Hadits Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-112

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat hingga orang-orang berbangga-bangga dengan (kemegahan) masjid." Dikeluarkan oleh Imam Lima kecuali Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-113

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Aku tidak diperintahkan untuk menghiasi masjid." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan shahih menurut Ibnu Hibban.


Hadits ke-114

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Diperlihatkan kepadaku pahala-pahala umatku, sampai pahala orang yang membuang kotoran dari masjid." Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Gharib menurut Tirmidzi dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-115

Dari Abu Qotadah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Jika seseorang di antara kamu memasuki masjid maka janganlah ia duduk kecuali setelah sembahyang dua rakaat. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-116

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Jika engkau hendak mengerjakan shalat maka sempurnakanlah wudlu’, lalu bacalah (ayat) al-Quran yang mudah bagimu, lalu ruku’lah hingga engkau tenang (tu’maninah dalam ruku’, kemudian bangunlah hingga engkau tegak berdiri, lalu sujudlah hingga engkau tenang dalam sujud, kemudian bangunlah hingga engkau tenang dalam duduk, lalu sujudlah hingga engkau tenang dalam sujud. Lakukanlah hal itu dalam dalam sholatmu seluruhnya." Dikeluarkan oleh Imam Tujuh lafadznya menurut riwayat Bukhari. Menurut Ibnu Majah dengan sanad dari Muslim: "Hingga engkau tenang berdiri."


Hadits ke-117

Hal serupa terdapat dalam hadits Rifa’ah Ibnu Rafi’ menurut riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban: "Maka tegakkanlah tulang punggungmu hingga tulang-tulang itu kembali (seperti semula)."


Hadits ke-118

Menurut riwayat Nasa’i dan Abu Dawud dari hadits Rifa’ah Ibnu Rafi’i: "Sungguh tidak sempurnah sholat seseorang di antara kamu kecuali dia menyempurnakan wudlu’ sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, kemudian ia takbir dan memuji Allah." Dalam hadits itu disebutkan: "Jika engkau hafal Qur’an bacalah, jika tidak bacalah tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (la illaaha illallah)."


Hadits ke-119

Menurut riwayat Abu Dawud: "Kemudian bacalah Al-fatihah dan apa yang dikehendaki Allah."


Hadits ke-120

Menurut riwayat Ibnu hibban: "Kemudian (bacalah) sekehendakmu."




Hadits ke-121

Abu Hamid Assa’idy Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam takbir beliau mengangkat kedua tangannya lurus dengan kedua bahunya, bila ruku’ beliau menekankan kedua tangannya pada kedua lututnya kemudian meratakan punggungnya, bila mengangkat kepalanya beliau berdiri tegak hingga tulang-tulang punggungnya kembali ke tempatnya, bila sujud beliau meletakkan kedua tangannya dengan tidak mencengkeram dan mengepalkan jari-jarinya dan menghadapkan ujung jari-jari kakinya ke arah kiblat, bila duduk pada rakaat kedua beliau duduk di atas kakinya yang kiri dan meluruskan (menegakkan) kaki kanan, bila duduk pada rakaat terakhir beliau majukan kakinya yang kiri dan meluruskan kaki yang kanan, dan beliau duduk di atas pinggulnya. Dikeluarkan oleh Bukhari.


Hadits ke-122

Dari Ali bin Abu Thalib Radliyallaahu ’anhu dari Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam: Bahwa bila beliau menjalankan sholat, beliau membaca: "Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang telah menciptakan langit dan bumi --hingga kalimat-- dan aku termasuk orang-orang muslim, Ya Allah Engkaulah raja, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkaulah Tuhanku dan aku hamba-Mu-- sampai akhir. Hadits riwayat Muslim. Dalam suatu riwayat Muslim yang lain: Bahwa bacaan tersebut dalam shalat malam.


Hadits ke-123

Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bila telah bertakbir untuk sholat beliau diam sejenak sebelum membaca (al-fatihah). Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. Beliau menjawab: "Aku membaca doa: Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana telah Engkau jauhkan antara Timur dengan Barat. Ya Allah bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es, dan embun." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-124

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa (setelah bertakbir) beliau biasanya membaca: "Maha suci Engkau Ya Allah, dengan pujian terhadap-Mu, Maha berkah nama-Mu, tinggi kebesaran-Mu, dan tidak ada Tuhan selain diri-Mu." Riwayat Muslim dengan sanad yang terputus (hadits munqothi’). Riwayat Daruquthni secara maushul dan mauquf.


Hadits ke-125

Hadits serupa dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Lima secara marfu’. Dalam hadits itu disebutkan: Beliau biasanya setelah takbir membaca: "Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, dari godaannya, tipuannya dan rayuannya."


Hadits ke-126

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam biasanya membuka sholat dengan takbir dan memulai bacaan dengan alhamdulillaahi rabbil ’alamiin (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam). Bila beliau ruku’ beliau tidak mengangkat kepalanya dan tidak pula menundukkannya tetapi pertengahan antara keduanya; bila beliau bangkit dari ruku’ beliau tidak akan bersujud sampai beliau berdiri tegak; bila beliau mengangkat kepalanya dari sujud beliau tidak akan bersujud lagi sampai beliau duduk tegak; pada setiap 2 rakaat beliau selalu membaca tahiyyat; beliau duduk di atas kakinya yang kiri dan meluruskan kakinya yang kanan; beliau melarang duduk di atas tumit yang ditegakkan dan melarang meletakkan kedua sikunya seperti binatang buas; beliau mengakhiri sholat dengan salam. Hadits ma’lul dikeluarkan oleh Muslim.


Hadits ke-127

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya lurus dengan kedua bahunya ketika beliau memulai shalat, ketika bertakbir untuk ruku’, dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku’. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-128

Dalam hadits Abu Humaid menurut riwayat Abu Dawud: Beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan kedua bahunya, kemudian beliau bertakbir.


Hadits ke-129

Dalam riwayat Muslim dari Malik Ibnu al-Huwairits ada hadits serupa dengan hadits Ibnu Umar, tetapi dia berkata: sampai lurus dengan ujung-ujung kedua telinganya.


Hadits ke-130

Wail Ibnu Hujr berkata: Aku pernah sholat bersama Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam beliau meletakkan tangannya yang kanan di atas tangannya yang kiri pada dadanya. Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah




Hadits ke-131

Dari Ubadah Ibnu al-Shomit bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak sah sholat bagi orang yang tidak membaca Ummul Qur’an (al-fatihah)." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-132

Dalam suatu riwayat Ibnu Hibban dan Daruquthni: "Tidak sah sholat yang tidak dibacakan al-fatihah di dalamnya."


Hadits ke-133

Dalam hadits lain riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban: "Barangkali engkau semua membaca di belakang imammu?" Kami menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Jangan engkau lakukan kecuali membaca al-fatihah, karena sungguh tidak sah sholat seseorang tanpa membacanya."


Hadits ke-134

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, Abu Bakar dan Umar memulai sholat dengan (membaca) alhamdulillaahi rabbil ’alamiin. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-135

Muslim menambahkan: Mereka tidak membaca bismillaahirrahmaanirrahiim baik pada awal bacaan maupun akhirnya.


Hadits ke-136

Dalam suatu riwayat Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah disebutkan: Mereka tidak membaca bismillaahirrahmaanirrahiim dengan suara keras.


Hadits ke-137

Dalam suatu hadits lain riwayat Ibnu Khuzaimah: Mereka membaca dan amat pelan. (Pengertian ini --membaca dengan amat pelan-- diarahkan pada pengertian tidak membacanya seperti pada hadits riwayat Muslim yang tentunya berbeda dengan yang menyatakan bahwa hadits ini ma’lul).


Hadits ke-138

Nu’aim al-Mujmir berkata: Aku pernah sembahyang di belakang Abu Hurairah r.a. Dia membaca (bismillaahirrahmaanirrahiim), kemudian membaca al-fatihah, sehingga setelah membaca (waladldlolliin) dia membaca: Amin. Setiap sujud dan ketika bangun dari duduk selalu membaca Allaahu Akbar. Setelah salam dia mengatakan: Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh aku adalah orang yang paling mirip sholatnya dengan Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam Riwayat Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-139

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu membaca al-fatihah maka bacalah bismillaahirrahmaanirrahiim, karena ia termasuk salah satu dari ayatnya." Riwayat Daruquthni yang menggolongkannya hadits mauquf.


Hadits ke-140

Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bila selesai membaca Ummul Qur’an (al-fatihah) beliau mengangkat suaranya dan membaca: "Amin." Hadits hasan diriwayatkan oleh Daruquthni. Hadits shahih menurut Hakim.




Hadits ke-141

Ada pula hadits serupa dalam riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi daari hadits Wail Ibnu Hujr.


Hadits ke-142

Abdullah Ibnu Aufa Radliyallaahu ’anhu berkata: Ada seorang laki-laki datang menghadap Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam seraya berkata: Sungguh aku ini tidak bisa menghafal satu ayat pun dari al-Qur’an, maka ajarilah diriku sesuatu yang cukup bagiku tanpa harus menghapal al-Qur’an. Beliau bersabda: "Bacalah subhanallaah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illa billaahil ’aliyyil ’adziim (artinya= Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah yang Maha Tinggi lagiMaha Agung)." Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban, Daruquthni dan Hakim.


Hadits ke-143

Abu Qotadah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam selalu sholat bersama kami, pada dua rakaat pertama dalam sholat Dhuhur dan Ashar beliau membaca al-Fatihah dan dua surat, dan kadangkala memperdengarkan kepada kami bacaan ayatnya, beliau memperpanjang rakaat pertama dan hanya membaca al-fatihah dalam dua rakaat terakhir.


Hadits ke-144

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ’anhu berkata: Kami pernah mengukur lama berdirinya Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam dalam sholat Dhuhur dan Ashar. Setelah kami ukur bahwa lama berdirinya dalam dua rakaat pertama sholat Dhuhur sekitar lamanya membaca (Alif Laam Mim. Tanziil) al-Sajadah. Dan dalam dua rakaat terakhir sekitar setengahnya, dalam dua rakaat pertama sholat Ashar seperti dua rakaat terakhir sholat Dhuhur dan dua rakaat terakhir setengahnya. Diriwayatkan oleh Muslim.


Hadits ke-145

Sulaiman Ibnu Yasar berkata: Ada seseorang yang selalu memanjangkan dua rakaat pertama sholat Dhuhur dan memendekkan sholat Ashar, dia membaca surat-surat mufasshol yang pendek dalam sholat maghrib, surat-surat mufasshol pertengahan dalam sholat Isya’ dan surat-surat mufasshol yang panjang dalam sholat Shubuh. Kemudian Abu Hurairah berkata: Aku belum pernah sholat makmum dengan orang yang sholatnya lebih mirip dengan sholat Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam selain orang ini. Dikeluarkan oleh Nasa’i dengan sanad shahih.


Hadits ke-146

Jubair Ibnu Muth’im Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam membaca surat At-Thur dalam sholat maghrib. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-147

Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam dalam sholat Shubuh pada hari jum’at biasanya membaca (Alif Laam Mim Tanziil) Al-Sajadah dan (Hal ataa ’alal insaani). Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-148

Menurut riwayat Thabrani dari hadits Ibnu Mas’ud: Beliau selalu membaca surat tersebut.


Hadits ke-149

Hudzaifah Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku sholat bersama Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, setiap melewati bacaan ayat tentang rahmat beliau berhenti untuk berdoa meminta rahmat dan setiap melewati bacaan tentang adzab beliau berhenti untuk berdoa meminta perlindungan dari-Nya. Dikeluarkan oleh Imam Lima. Hadits hasan menurut Tirmidzi.


Hadits ke-150

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca al-Qur’an sewaktu ruku’ dan sujud, adapun sewaktu ruku’ agungkanlah Tuhan dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena besar harapan akan dikabulkan do’amu. Riwayat Muslim.




Hadits ke-151

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam dalam ruku’ dan sujudnya membaca: "subhaanaka allaahumma rabbanaa wabihamdika allahummaghfirlii (artinya Maha Suci Engkau, ya Allah Tuhan kami dengan memuji-Mu, ya Allah ampunilah aku)." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-152

Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam apabila sholat beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika ruku’, lalu membaca "sami’allaahu liman hamidah" (Allah mendengar orang yang memuji-Nya) ketika beliau mengangkat tulang punggungnya dari ruku’. Saat berdiri beliau membaca "rabbanaa walakal hamdu" (Ya Tuhan kami hanya bagi-Mu segala puji), kemudian beliau melakukan demikian seluruhnya dalam sholat, dan bertakbir ketika bangkit dari dua rakaat setelah duduk tahiyyat." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-153

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam jika telah mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau berdo’a "(artinya = Ya Allah Tuhan kami, segala puji bagi-Mu sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemilik puji dan kemuliaan segala yang diucapkan oleh hamba. Kami semua menghambakan diri pada-Mu. Ya Allah tidak ada yang kuasa menolak apa yang Engkau cegah dan tidak bermanfaat keagungan bagi yang memiliki keagungan karena keagungan itu dari Engkau juga)." Hadits riwayat Muslim.


Hadits ke-154

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh tulang pada dahi. Beliau menunjuk dengan tangannya pada hidungnya, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jari kedua kaki." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-155

Dari Ibnu Buhainah bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam apabila sholat dan sujud merenggangkan kedua tangannya sehingga tampak putih kedua ketiaknya. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-156

Dari al-Barra Ibnu ’Azib Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila engkau sujud letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua siku-sikumu." Diriwayatkan oleh Muslim.


Hadits ke-157

Dari Wail Ibnu Hujr Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bila ruku’ merenggangkan jari-jarinya dan bila sujud merapatkan jari-jarinya. Diriwayatkan oleh Hakim.


Hadits ke-158

’Aisyah Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku pernah melihat Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam sholat dengan duduk bersila. Riwayat Nasa’i dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-159

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam antaraa dua sujud biasanya membaca: "allaahummagh firlii, warhamnii, wahdinii, wa ’afinii, war zugnii (artinya = Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah diriku, berilah petunjuk padaku, limpahkan kesehatan padaku dan berilah rizqi padaku)." Diriwayatkan oleh Imam Empat kecuali Nasa’i dengan lafadz hadits menurut Abu Dawud. Shahih menurut Hakim.


Hadits ke-160

Dari Malik Ibnu al-Huwairits Radliyallaahu ’anhu bahwa dia pernah melihat Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam sedang sholat, apabila beliau dalam rakaat ganjil dari sholatnya beliau tidak bangkit berdiri sebelum duduk dengan tegak. Hadits riwayat Bukhari.




Hadits ke-161

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah berqunut setelah ruku’ selama sebulan untuk mendoakan kebinasaan sebagian bangsa Arab kemudian beliau meninggalkannya. Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-162

Ada hadits serupa riwayat Ahmad dan Daruquthni dari jalan lain tetapi dengan tambahan: Adapun dalam sholat Shubuh beliau selalu berqunut hingga meninggal dunia.


Hadits ke-163

Dari Anas Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam tidak berqunut kecuali jika beliau mendoakan kebaikan atas suatu kaum atau mendoakan kebinasaan atas suatu kaum. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.


Hadits ke-164

Sa’id Ibnu Thariq Al-Asyja’y Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku berkata pada ayahku: Wahai ayahku, engkau benar-benar pernah sholat di belakang (bermakmum) Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, Abu bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Apakah mereka berqunut dalam sholat Shubuh? Ayahku menjawab: Wahai anakku, itu adalah sesuatu yang baru. Diriwayatkan oleh Imam Lima kecuali Abu Dawud.


Hadits ke-165

Hasan Ibnu Ali Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam telah mengajariku kata-kata untuk dibaca dalam qunut witir yaitu (artinya = Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berti petunjuk, berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang telah Engkau beri kesehatan, pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin, berilah aku berkah atas segala hal yang Engkau berikan, selamatkanlah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan karena hanya Engkaulah yang menghukum dan tidak ada hukuman atas-Mu, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau tolong, Maha Berkah Engkau Tuhan kami dan Maha Tinggi). Riwayat Imam Lima. Thabrani dan Baihaqi menambahkan: (artinya = Tidak akan mulia orang yang telah Engkau murkai). Hadits riwayat Nasa’i dari jalan lain menambahkan pada akhirnya: (artinya = Semoga sholawat Allah Ta’ala selalu terlimpah atas Nabi).


Hadits ke-166

Menurut riwayat Baihaqi bahwa Ibnu Abbas berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam mengajari kami doa untuk dibaca dalam qunut pada sholat Shubuh. Dalam sanadnya ada kelemahan.


Hadits ke-167

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Bila salah seorang di antara kamu sujud maka janganlah ia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya." Dikeluarkan oleh Imam Tiga. Hadits ini lebih kuat dibandingkan hadits Wail Ibnu Hujr.


Hadits ke-168

Aku melihat Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam apabila sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya. Dikeluarkan oleh Imam Empat. Hadits pertama mempunyai seorang saksi dari hadits Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu yang dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah. Bukhari menyebutnya dalam keadaan mu’allaq mauquf.


Hadits ke-169

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam apabila duduk untuk tasyahhud meletakkan tangannya yang kiri di atas lututnya yang kiri dan tangannya yang kanan di atas lututnya yang kanan, beliau membuat genggaman lima puluh tiga, dan beliau menunjuk dengan jari telunjuknya. Riwayat Muslim. Dalam suatu riwayat Muslim yang lain: Beliau menggenggam seluruh jari-jarinya dan menunjuk dengan jari yang ada di sebelah ibu jari.


Hadits ke-170

Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam berpaling pada kami kemudian bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu sholat hendaknya ia membaca: (Artinya = Segala penghormatan, sholawat, dan kebaikan itu hanya bagi Allah semata. Semoga selamat sejahtera dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga selamat sejahtera dilimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya), kemudian hendaknya ia memilih doa yang ia sukai lalu berdoa dengan doa itu." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari. Menurut riwayat Nasa’i: Kami telah membaca doa itu sebelum tasyahud itu diwajibkan atas kami. Menurut riwayat Ahmad: bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam telah mengajarinya tasyahhud dan beliau memerintahkan agar mengajarkannya kepada manusia.


Hadits ke-171

Menurut riwayat Muslim bahwa Ibnu Abbas Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kami tasyahhud: (artinya = Segala kehormatan yang penuh berkah, sholawat kebaikan hanya bagi Allah semata... sampai akhir).


Hadits ke-172

Fadlolah Ibnu Ubaidah Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berdo’a dalam sholatnya dengan tidak memuji Allah dan tidak membaca sholawat Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, maka bersabdalah beliau: "Orang ini tergesa-gesa." Kemudian beliau memanggilnya seraya bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu sholat maka hendaknya ia memulai dengan memuji Tuhannya dan menyanjung-Nya, kemudian membaca sholat Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, lalu berdoa dengan do’a yang dikehendakinya." Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim.


Hadits ke-173

Dari Abu Mas’ud bahwa Basyir Ibnu Sa’ad bertanya: Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kepada kami untuk bersholawat padamu, bagaimanakah cara kami bersholawat padamu? beliau diam kemudian bersabda: "Ucapkanlah: (artinya = Ya Allah limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat atas Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim. Di seluruh alam ini Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung), kemudian salam sebagaimana yang telah kamu ketahui." Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam hadits tersebut Ibnu Khuzaimah menambahkan: "Bagaimanakah cara kami bersholawat padamu, jika kami bersholawat padamu pada waktu sholat."


Hadits ke-174

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu bertasyahhud maka hendaklah ia memohon perlindungan pada Allah dari empat hal dengan mengucapkan: (Artinya = Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan pada-Mu dari siksa neraka jahannam, siksa kubur, cobaan hidup dan mati, dan dari fitnah dajjal)." Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat Muslim disebutkan: "Jika seseorang antara kamu telah selesai dari tasyahhud akhir."


Hadits ke-175

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq Radliyallaahu ’anhu bahwa dia berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam: Ajarkanlah padaku doa yang aku baca dalam sholatku. Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Ucapkanlah: (artinya = Ya Allah sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah diriku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)." Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-176

Wail Ibnu Hujr Radliyallaahu ’anhu berkata: Aku pernah shalat bersama Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam, beliau salam ke sebelah kanan dan kiri dengan (ucapan): Assalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh (artinya = Semoga salam sejahtera atasmu beserta rahmat Allah dan berkah-Nya). Riwayat Abu Dawud dengan sanad shahih.


Hadits ke-177

Dari al-Mughirah Ibnu Syu’bah Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pada setiap selesai sholat fardlu selalu membaca: (artinya = Tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tiada orang yang kuasa menolak terhadap apa yang Engkau berikan, dan tiada orang yang kuasa memberi terhadap apa yang Engkau cegah, dan tiada bermanfaat segala keagungan karena keagungan itu hanyalah dari Engkau). Muttafaq Alaihi.


Hadits ke-178

Dari Sa’ad Ibnu Waqqash Radliyallaahu ’anhu bahwa Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam setiap selesai sholat selalu memohon perlindungan dengan doa-doa: (artinya = Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur). Diriwayatkan Bukhari.


Hadits ke-179

Tsauban Radliyallaahu ’anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam jika telah selesai dari sholatnya beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah tiga kali dengan membaca: (artinya = Ya Allah Engkaulah keselamatan dan dari-Mu jualah segala keselamatan. Maha Berkah Engkau wahai Dzat yang memiliki segala keagungan dan kemuliaan). Diriwayatkan oleh Muslim.


Hadits ke-180

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam bersabda: "Bara

Kitab Shalat -Ringkasan Shahih Bukhari

Bab Ke-1: Bagaimana Shalat Diwajibkan di Malam Isra’


Ibnu Abbas berkata, "Ketika Abu Sufyan menceritakan tentang Heraklius kepadaku, ia berkata, ’Nabi Muhammad saw menyuruh kami mendirikan shalat, berlaku jujur, dan menjaga diri dari segala sesuatu yang terlarang.’"[1]


192. Anas bin Malik r.a. berkata, "Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, ’Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas, penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian dikatupkannya. Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ’Bukalah.’ Penjaga langit itu bertanya, ’Siapakah ini?’ Ia (jibril) menjawab, ’[Ini, 4/106] Jibril.’ Penjaga langit itu bertanya, ’Apakah Anda bersama seseorang?’ Ia menjawab, ’Ya, aku bersama Muhammad saw.’ Penjaga langit itu bertanya, ’Apakah dia diutus?’ Ia menjawab, ’Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang). Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa, dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.’ Aku bertanya kepada Jibril, ’Siapakah orang ini?’ Ia menjawab, ’Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan dari mereka itu adalah penghuni surga dan hitam-hitam yang di sebelah kainya adalah penghuni neraka.’ Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis, sampai Jibril menaikkan aku ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, ’Bukalah.’ Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga pertama, lalu penjaga itu membukakannya."




Anas berkata, "Beliau menyebutkan bahwasanya di beberapa langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim shalawatullahi alaihim, namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka, hanya saja beliau tidak menyebutkan bahwasanya beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam." Anas berkata, "Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.’ Aku (Rasulullah) bertanya, ’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Idris.’ Aku melewati Musa lalu ia berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang saleh.’ Aku bertanya, ’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Musa.’ Aku lalu melewati Isa dan ia berkata, ’Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.’ Aku bertanya, ’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Isa.’ Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan anak yang saleh.’ Aku bertanya,’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Ibrahim as..’"




193 dan 194. Ibnu Syihab berkata, "Ibnu Hazm memberitahukan kepadaku bahwa Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, ’Jibril lalu membawaku naik sampai jelas bagiku Mustawa. Di sana, aku mendengar goresan pena-pena.’ Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, ’Allah Azza wa Jalla lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam sehari semalam). Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Musa, kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, ’Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’ Aku menjawab, ’Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’ Musa berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Allah lalu memberi dispensasi (keringanan) kepadaku (dalam satu riwayat: Maka aku kembali dan mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya. ’Aku lalu kembali kepada Musa dan aku katakan, ’Tuhan telah membebaskan separonya.’ Musa berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas yang demikian itu. ’Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan separonya lagi. Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Aku kembali kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman, ’Shalat itu lima (waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.’ Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku jawab, ’(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.’ Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke Sidratul Muntaha dan Sidratul Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya? Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.’"




195. Aisyah r.a. berkata, "Allah Ta’ala memfardhukan shalat ketika difardhukan-Nya dua rakaat-dua rakaat, baik di rumah maupun dalam perjalanan. Selanjutnya, dua rakaat itu ditetapkan shalat dalam perjalanan dan shalat di rumah ditambah lagi (rakaatnya)." (Dalam satu riwayat: Kemudian Nabi Muhammad saw. hijrah, lalu difardhukan shalat itu menjadi empat rakaat dan dibiarkan shalat dalam bepergian sebagaimana semula, 4/267).


 


Bab Ke-2: Wajibnya Shalat dengan Mengenakan Pakaian dan Firman Allah Ta’ala, "Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid." (al-A’raaf: 31), dan Orang yang Mendirikan Shalat dengan Memakai Satu Helai Pakaian




Salamah bin Akwa’ meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, "Hendaknya ia mengancingnya meskipun dengan duri." Akan tetapi, isnad-nya perlu mendapatkan perhatian.[2]


Diterangkan pula mengenai orang yang shalat dengan pakaian yang dipergunakan untuk melakukan hubungan seksual (adalah diperbolehkan) asalkan dia melihat tidak ada kotoran di situ.[3]


Nabi Muhammad saw memerintahkan agar seseorang tidak melakukan thawaf (mengelilingi Ka’bah) dengan telanjang.[4]


 


More...>>>


Selanjutnya baca di DariIslam.blogspot.com


 

PENYAKIT SOSIAL

Dalam proses sosialisasi di masyarakat, disadari ataupun tidak disadari seseorang pernah melakukan tindakan penyimpangan sosial, baik dalam skala besar ataupun kecil. Perilaku menyimpang apabila dilakukan secara intens dan dalam skala yang besar bisa berubah menjadi penyakit sosial.


Penyakit sosial yang merupakan kebiasaan berperilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, baik pada masyarakat tradisional, desa, kota, maupun pada masyarakat modern.


 


PENGERTIAN PENYAKIT SOSIAL


Berbagai perilaku individu terkait erat satu sama lainnya dalam setiap kelompok atau masyarakatnya. Masyarakat adalah suatu kelompok sosial yang terdiri atas kumpulan beberapa individu yang hidup bersama dan menjalin interaksi sosial dalam suatu daerah dalam jangka waktu yang relatif lama.


Masyarakat dapat diibaratkan sebagai tubuh, di mana keadaan masing-masing organ berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Demikian halnya masyarakat, di mana perilaku individu yang merupakan bagian dari masyarakat menentukan bagaimana keadaan masyarakat secara kesuluruhan. Misalnya kebiasaan warga masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya akan membentuk situasi lingkungan masyarakat yang bersih, sehat, rapi, dan indah. Sebaliknya, jika masing-masing warga masyarakat tidak peduli dengan keadaan lingkungannya, maka situasi lingkungan masyarakat tersebut diwarnai dengan egoisme dan ketidakteraturan.


Masyarakat yang harmonis terbentuk dari perilaku masing-masing warga masyarakat yang sesuai dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Keharmonisan kehidupan masyarakat akan menciptakan suasana masyarakat yang sehat dan teratur.


Seperti halnya dengan tubuh yang selalu menghadapi kemungkinan adanya berbagai jenis penyakit yang berpengaruh terhadap kesehatan, di tengah masyarakat juga terdapat berbagai jenis penyakit yang dapat merongrong kondisi keharmonisan dan keteraturan sosial. Hal-hal yang dapat mengakibatkan situasi lingkungan masyarakat yang tidak sehat disebut sebagai penyakit sosial. Penyakit sosial merupakan bentuk kebiasaan berperilaku sejumlah warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berpengaruh terhadap kehidupan warga masyarakat.


 


MACAM-MACAM PENYAKIT SOSIAL


Penyakit sosial merupakan bentuk kebiasaan masyarakat yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial, sehingga menghasilkan perilaku menyimpang. Beberapa kebiasaan warga masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai bentuk penyakit sosial antara lain kebiasaan minum-minuman keras, berjudi, menyalahgunakan narkoba, penyakit HIV/AIDS, penjaja sex komersial (PSK), dan sebagainya.


1. Minum-Minuman Keras


Minuman keras atau sering disingkat miras adalah minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol dikategorikan menjadi tiga golongan berdasarkan kadar alkohol yang terkadung di dalamnya, yaitu:


a. Minuman beralkohol golongan A, mempunyai kandungan alkohol sebanyak 1 % sampai 5 %.


b. Minuman beralkohol golongan B, mempunyai kadar alkohol lebih dari 5 % sampai 20 %.


c. Minuman beralkohol golongan C, mempunyai kadar alkohol lebih dari 20 % sampai 55 %.


Alkohol termasuk zat adiktif, yakni zat yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. Di samping itu, alkohol juga termasuk golongan depresan yang dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf. Sifat alkohol yang antiseptik sebagai larutan pelawan kuman sering dipergunakan oleh tenaga medis (dokter, perawat, bidan) untuk membersihkan peralatan yang akan dipergunakan untuk kegiatan pengobatan, misalnya alat suntik, mencuci peralatan operasi bedah, mensterilkan ruangan, dan sebagainya.


Masyarakat Eropa adalah kelompok masyarakat yang terbiasa meminum minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh guna melawan dinginnya lingkungan. Akan tetapi, mereka meminum alkohol tidak lebih dari satu gelas kecil (sloki) berukuran 10 ml dan hanya beberapa teguk saja, itu pun dilakukan tidak setiap saat.


Minum minuman beralkohol dalam jumlah banyak dapat menimbulkan mabuk bahkan tak sadarkan diri, karena alkohol berpengaruh terhadap kerja dan fungsi susunan saraf. Pemakaian alkohol dalam jangka waktu lama akan menimbulkan kerusakan pada organ hati dan otak serta menimbulkan efek ketergantungan.


Orang yang kecanduan alkohol akan menunjukkan gejala-gejala seperti mual, gelisah, gemetar, sukar tidur. Pengaruh alkohol mengakibatkan perilaku emosional, tak terkendali, dan agresif. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa banyak pelaku tindak kriminal selalu diawali dengan meminum minuman keras, sehingga tindakannya bisa di luar batas perikemanusiaan.


2. Judi


Judi merupakan kegiatan permainan yang bertujuan memperoleh uang tanpa bekerja dan hanya mengandalkan faktor spekulasi.


Permainan judi selalu dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi yang bertujuan memperoleh uang secara cepat tanpa bekerja melalui suatu permainan. Kebiasaan berjudi membuat orang menjadi malas dan tidak mau bekerja, tetapi mempunyai ambisi besar untuk mendapatkan uang dalam jangka waktu singkat.Seperti halnya miras, berjudi dapat membuat orang ketergantungan, sehingga ia rela menghabiskan waktu dan pikirannya hanya untuk berjudi.


Kebiasaan berjudi akan membentuk seseorang tumbuh menjadi pribadi yang cenderung emosional, tidak sabaran, tidak mampu berfikir logis, dan pemalas.


3. Narkoba


Istilah narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, narkotika diartikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.


Menurut Dr D.J. Siregar, istilah narkotika berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata “narkotikos”, yang berarti keadaan seseorang yang kaku seperti patung atau tidur.


Dalam dunia kedokteran narkoba sangat diperlukan sebagai sarana pengobatan. Misalnya sebagai obat penenang atau obat bius dan penghilang rasa sakit pada pasien.


Orang yang menyalahgunakan pemakaian narkoba merupakan bentuk penyalahgunaan yang bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga mengganggu lingkungan sosial akibat sikap yang ditimbulkan dari ketergantungan terhadap narkoba. Orang yang mengalami ketergantungan pada narkoba biasanya akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba, seperti mencuri, merampok, dan merampas. Penyalahgunaan narkoba seringkali menyebabkan masalah kejiwaan dan kesehatan yang serius bagi penggunanya. Kehidupan sosial pemakai narkoba menjadi terganggu, sukar bergaul dan cenderung mudah terpengaruh tindak kejahatan.


Pengaruh narkoba terhadap tubuh yang sehat akan mengakibatkan gangguan mental dalam bentuk emosional, perilaku tidak terkendali, penurunan daya ingat yang sangat drastis, kerusakan sistem saraf otak. Adapun secara umum, ciri-ciri pemakai narkoba antara lain:


a. daya konsentrasi menurun,


b. malas, gairah untuk hidup hilang,


c. tidak peduli terhadap keadaan dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya,


d. tidak mampu menggunakan akal pikirannya secara sehat,


e. sangat sensitif, emosional, dan agresif,


f. ketergantungan terhadap narkoba akan menimbulkan rasa sakit pada sekujur tubuh.


4. Penyakit HIV/AIDS


AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Tubuh yang terserang AIDS akan rentan terhadap infeksi penyakit, sehingga mengakibatkan kematian. Saat ini, AIDS telah tersebar luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Virus HIV tersebar melalui pertukaran cairan tubuh, seperti darah, sekreta dari alat kelamin (cairan semen dan cairan vagina),


dan air susu. Oleh sebab itu, HIV menular lewat hubungan seksual dengan penderita HIV (baik melalui anus atau vagina), kontak melalui darah dan produk-produk darah (misalnya serum), serta kegiatan menyusui dari ibu penderita HIV kepada anak yang disusuinya.


Meskipun HIV juga terdapat dalam air ludah dan urin, namun virus ini tidak cukup kuat untuk menyebabkan infeksi. Kontak biasa dengan orang yang terinfeksi HIV, seperti mengobrol, bersalaman, makan bersama, dan berenang, tidak akan menularkan HIV.


Selain menimbulkan gejala influenza, seperti demam, pusing, dan hidung tersumbat, seseorang yang terinfeksi HIV juga mengalami beberapa gejala, seperti batuk, penurunan berat badan, pembesaran kelenjar getah bening, gangguan penglihatan, serta gangguan saraf dan otak. Para pecandu narkoba yang terinfeksi HIV sering mengalami gejala tambahan, seperti penyakit kuning, sesak napas, dan jantung berdebar-debar. Apabila jumlah sel turun sampai di bawah 200 sel per mikroliter darah, orang yang terinfeksi HIV akan mengalami gejala-gejala infeksi oporturiistik dan kanker, seperti pneumonia pneumosistis (infeksi paru-paru), sitomegalovirus, herpes, serta kanker sarkoma kaposi (kanker pembuluh darah) dan kanker leher rahim.


5. PSK


Pekerja sex komersial (PSK) merupakan salah satu bentuk penyakit sosial yang tertua di dunia. Kegiatan PSK yang disebut sebagai prostitusi telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno.


Meskipun upaya pemberantasan terus-menerus dilakukan, tetapi praktik prostitusi tetap saja marak di masyarakat, baik yang berlangsung secara terang-terangan maupun secara terselubung dengan berkedok dan membaur dalam kegiatan sosial lainnya.


Pada umumnya kegiatan prostitusi berlatar belakang pada faktor kesulitan ekonomi. Namun secara psikologis, prostitusi merupakan bentuk kelainan mental yang hanya dapat berhenti atas kesadaran pelaku semata. Oleh karena itu, meskipun pelaku prostitusi dijaring, dibina, dan diberi aneka keterampilan agar bekerja secara sewajarnya, namun tetap saja ia akan kembali menekuni prostitusi sebagai pilihan hidupnya apa pun risikonya.


Melalui prostitusi inilah akan berkembang subur penyakitpenyakit sosial lainnya, sehingga terciptalah mata rantai yang tidak terputus, bahkan saling terkait misalnya antara prostitusi dengan miras, penyalahgunaan narkoba, perjudian, dan proses penularan penyakit HIV/AIDS.


6. Kenakalan Remaja


Usia remaja erat kaitannya dengan perubahan sikap dan pola perilaku pada diri seseorang. Suatu hal yang alamiah bahwa dunia remaja selalu diwarnai dengan perilaku-perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang telah diserapnya, karena keinginannya untuk menemukan jati diri dan adanya dorongan untuk tidak mau dikendalikan oleh orang lain. Dalam kondisi alamiah inilah peran orang tua sebagai penanggung jawab mengenai perilaku anak-anak sangat diharapkan. Kecenderungan remaja terikat dengan lingkungan sosial sebayanya memudahkan remaja terbawa arus lingkungannya. Oleh karena itu, orang tua wajib mengenali secara benar siapa saja teman sebaya anaknya yang sedang memasuki masa remaja.


Kenakalan remaja merupakan bentuk aktivitas sekelompok remaja yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Sesuai dengan sifat remaja yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan emosi, perilaku mereka mencerminkan gejolak emosi tanpa mempedulikan lingkungannya. Misalnya kebut-kebutan, membikin keonaran/keributan, dan selalu melakukan aktivitas-aktivitas untuk memuaskan rasa ingin tahunya yang sangat besar. Mudahnya remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, miras, merokok bahkan tindak kejahatan merupakan bentuk perilaku menyimpang yang selalu berawal dari iseng atau coba-coba yang membuatnya mudah terjerumus ke perilaku menyimpang.


Seiring dengan proses pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang selalu berganti generasi, maka gejala kenakalan remaja pun selalu ada dalam kehidupan masyarakat dengan berbagai bentuk sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


 


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Pengertian Globalisasi

 


Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.


Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia.


Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:


a. selalu meningkatkan pengetahuan;                 f. etos kerja;


b. patuh hukum;                                                 g. kemampuan memprediksi;


c. kemandirian;                                                     h. efisiensi dan produktivitas;


d. keterbukaan;                                                     i. keberanian bersaing; dan


e. rasionalisasi;                                                    j. manajemen resiko.


 


Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:


a. lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan;


b. lembaga keagamaan;


c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;


d. wisata mancanegara;


e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;


f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan


g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.


Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.


 


Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut.


a. Teknologi yang rumit dan mahal.


b. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.


c. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.


 


Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut.


a. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.


b. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.


c. Pendidikan formal di sekolah.


Modernisasi dan globalisasi membawa dampak positif ataupun negatif terhadap perubahan Sosial dan budaya suatu masyarakat.


 


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Dampak Positif dan Dampak Negatif Globalisasi dan Modernisasi

 


Dampak Positif


a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap


Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.


b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.


c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik


Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.


 


Dampak Negatif


Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.


a. Pola Hidup Konsumtif


Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.


b. Sikap Individualistik


Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.


c. Gaya Hidup Kebarat-baratan


Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.


d. Kesenjangan Sosial


Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.


 


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Faktor-faktor Penyebab Perilaku Menyimpang SOSIAL DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT dalam HUBUNGAN PENYAKIT SOSIAL

a. Faktor dari dalam (intrinsik)


1) Intelegensi


Setiap orang mempunyai intelegensi yang berbeda-beda. Perbedaan intelegensi ini berpengaruh dalam daya serap terhadap norma-norma dan nilai-nilai sosial. Orang yang mempunyai intelegensi tinggi umumnya tidak kesulitan dalam bergaul, belajar, dan berinteraksi di masyarakat. Sebaliknya orang yang intelegensinya di bawah normal akan mengalami berbagai kesulitan dalam belajar di sekolah maupun menyesuaikan diri di masyarakat. Akibatnya terjadi penyimpanganpenyimpangan, seperti malas belajar, emosional, bersikap kasar, tidak bisa berpikir logis. Contohnya, ada kecenderungan dalam kehidupan sehari, anak-anak yang memiliki nilai jelek akan merasa dirinya bodoh. Ia akan merasa minder dan putus asa.


Dalam keputusasaannya tersebut, tidak jarang anak yang mengambil penyelesaian yang menyimpang. Ia akan melakukan segala cara agar nilainya baik, seperti menyontek.


2) Jenis kelamin


Perilaku menyimpang dapat juga diakibatkan karena perbedaan jenis kelamin. Anak laki-laki biasanya cenderung sok berkuasa dan menganggap remeh pada anak perempuan.


Contonya dalam keluarga yang sebagian besar anaknya perempuan, jika terdapat satu anak laki-laki biasanya minta diistimewakan, ingin dimanja.


3) Umur


Umur memengaruhi pembentukan sikap dan pola tingkah laku seseorang. Makin bertambahnya umur diharapkan seseorang bertambah pula kedewasaannya, makin mantap pengendalian emosinya, dan makin tepat segala tindakannya.


Namun demikian, kadang kita jumpai penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh orang yang sudah berusia lanjut, sikapnya seperti anak kecil, manja, minta diistimewakan oleh anak-anaknya.


4) Kedudukan dalam keluarga


Dalam keluarga yang terdiri atas beberapa anak, sering kali anak tertua merasa dirinya paling berkuasa dibandingkan dengan anak kedua atau ketiga. Anak bungsu mempunyai sifat ingin dimanjakan oleh kakak-kakaknya maupun orang tuanya.


Jadi, susunan atau urutan kelahiran kadang akan menimbulkan


pola tingkah laku dan peranan dari fungsinya dalam keluarga.


b. Faktor dari luar (ekstrinsik)


1) Peran keluarga


Keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial sangat besar perananya dalam membentuk pertahanan seseorang terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.


Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.


Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.


Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya.


2) Peran masyarakat


Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan anak dari lingkungan keluarga akhirnya berkembang ke dalam lingkugan masyarakat yang lebih luas. Ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan rohaniah anak mengakibatkan anak mencari kebutuhan tersebut ke luar rumah. Ini merupakan awal dari sebuah petaka masa depan seseorang, jika di luar rumah anak menemukan sesuatu yang menyimpang dari nilai dan norma sosial.


Pola kehidupan masyarakat tertentu kadang tanpa disadari oleh para warganya ternyata menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum. Itulah yang disebut sebagai subkebudayaan menyimpang. Misalnya masyarakat yang sebagian besar warganya hidup mengandalkan dari usaha prostitusi, maka anak-anak di dalamnya akan menganggap prostitusi sebagai bagian dari profesi yang wajar. Demikian pula anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat penjudi atau peminum minuman keras, maka akan membentuk sikap dan pola perilaku menyimpang.


3) Pergaulan


Pola tingkah laku seorang anak tidak bisa terlepas dari pola tingkah laku anak-anak lain di sekitarnya. Anak-anak lain yang menjadi teman sepergaulannya sering kali memengaruhi kepribadian seorang anak. Dari teman bergaul itu, anak akan menerima norma-norma atau nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat positif. Namun apabila teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti konsep-konsep yang bersifat negatif. Akibatnya terjadi pola tingkah laku yang menyimpang pada diri anak tersebut. Misalnya di suatu kelas ada anak yang mempunyai kebiasaan memeras temannya sendiri, kemudian ada anak lain yang menirunya dengan berbuat hal yang sama. Oleh karena itu, menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik itu sangat penting.


4) Media massa


Berbagai tayangan di televisi tentang tindak kekerasan, film-film yang berbau pornografi, sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat memengaruhi perkembangan perilaku individu.


Anak-anak yang belum mempunyai konsep yang benar tentang norma-norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat, sering kali menerima mentah-mentah semua tayangan itu. Penerimaan tayangan-tayangan negatif yang ditiru mengakibatkan perilaku menyimpang.


 


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih:


Duta Pulsa

Pompanya elektra










19/05/2009 21:48:23 ‹elektramarina-ayieq, ya udah


19/05/2009 21:48:32 ‹rarabatavia› hm...


19/05/2009 21:48:37 ‹pe_suy› Tidaklah suatu kaum yang mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan ditimpa ‘as-sinin’ (paceklik, kemarau panjang), sulitnya mendapatkan makanan, dan jahatnya (sikap zhalim) penguasa terhadap mereka;


19/05/2009 21:48:37 ‹ikhlas87› assalamu’alaikummmmm


19/05/2009 21:48:46 ‹marina-ayieqelektra, trus g mn ceritanya?


19/05/2009 21:48:47 ‹pe_suy› Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta mereka, melainkan akan terhalang hujan dari langit, kalau saja bukan karena binatang, niscaya tidak diturunkan hujan atas mereka;


19/05/2009 21:48:52 ‹ikhlas87› pa kbar saudar ku semuanya


19/05/2009 21:48:53 ‹marina-ayieqwa’alaikumsalam


19/05/2009 21:48:57 ‹muslim-borneo› waalaikum salam wr.wb


19/05/2009 21:49:17 ‹pe_suy› Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak menerapkan hukum Alloh dan memilih-milih apa yang Alloh turunkan didalam kitab-Nya, niscaya Alloh akan menjadikan al-ba’s (bala bencana, kekerasan dan keributan) terjadi di tengah-tengah mereka”.


19/05/2009 21:49:29 ‹rarabatavia› waalaikumsalam


19/05/2009 21:49:42 ‹pe_suy› wa’alaikum slam


19/05/2009 21:49:50 ‹pe_suy› hihhh ngeri banget


19/05/2009 21:49:53 ‹marina-ayieqbaik


19/05/2009 21:49:58 ‹rarabataviaalhamdulillah, kabar rara baik...sangat baik


19/05/2009 21:50:07 ‹pe_suy› dah ah ana pamit semoga Copasnya bermanfaat


19/05/2009 21:50:09 ‹elektramas Archimedes dulu pernah meletakan prinsip penting fluida


19/05/2009 21:50:15 ‹marina-ayieqelektra, terusin.... ceritanya


19/05/2009 21:50:19 ‹rarabataviapesuy, hmm..


19/05/2009 21:50:29 ‹indra_yanamulikhlas87, wa’alaikum salam


19/05/2009 21:50:31 ‹pe_suy› mohon dimaafkan ya jika ada salah2 kata


19/05/2009 21:50:33 * devihariyanti keluar (waktu habis)


19/05/2009 21:50:35 ‹elektratrus kang Giovani penturi


19/05/2009 21:50:37 ‹ikhlas87› pada cerita apa nich...


19/05/2009 21:50:45 ‹rarabataviapesuy, sama2


19/05/2009 21:50:45 ‹marina-ayieqmuslim-borneo, apa kabar?


19/05/2009 21:50:50 ‹indra_yanamulmarina-ayieq, kalo bisa jangan pake warna kuning.....Silau euy 


19/05/2009 21:50:53 ‹pe_suy› take action, jangan hanya bisa omdo


19/05/2009 21:50:58 ‹pe_suy› hihhh.....


19/05/2009 21:51:07 ‹elektrapakde Pascal jg ga ketinggalan


19/05/2009 21:51:08 ‹pe_suy› Assalamu’alaikum


19/05/2009 21:51:12 ‹indra_yanamulpe_suy, ya ana maafkan


19/05/2009 21:51:12 ‹rarabataviaberaat


19/05/2009 21:51:16 ‹muslim-borneo› alhamdulillah baik


19/05/2009 21:51:17 ‹pe_suy› afwan....semua!


19/05/2009 21:51:21 ‹indra_yanamulberaat


19/05/2009 21:51:26 ‹rarabataviawaalaikumsalam


19/05/2009 21:51:28 ‹marina-ayieqindra_yanamul, sesuai id nya..:D


19/05/2009 21:51:30 ‹elektratapi sayang selama itu belum ada yang nemuin pompa air tenaga gravitasi


19/05/2009 21:51:31 ‹muslim-borneo› waalaikum salam wr.wb


19/05/2009 21:51:46 ‹marina-ayieqwa’alaikumsalam


19/05/2009 21:52:57 ‹rarabatavianext


19/05/2009 21:53:01 ‹indra_yanamuloh....


19/05/2009 21:53:09 ‹marina-ayieqelektra, klo ada jg g mn kerjanya itu?


19/05/2009 21:53:18 ‹elektratapi justru di indonesia ada seorang riseters yang berhasil menemukan pompa air gratis ini


19/05/2009 21:53:20 ‹indra_yanamulnext juga..


19/05/2009 21:53:33 ‹rarabataviaindra_yanamul..hehe eh


19/05/2009 21:53:35 ‹marina-ayieqmuslim-borneo, g mn kerjanya hari in?


19/05/2009 21:53:51 ‹marina-ayieqelektra, oh ya...?


19/05/2009 21:54:13 ‹rarabataviahm...


19/05/2009 21:54:20 ‹Afand› elektra, gimana sistem kerjanya  pompa itu?


19/05/2009 21:54:27 ‹romadona› pompa air dengan gravitasi ?


19/05/2009 21:54:41 ‹rarabataviaada yang mau copas lagi gak? Rara siap menyimaks nih


19/05/2009 21:54:48 ‹muslim-borneo› penemuan baru tuh elektra


19/05/2009 21:54:57 * duka keluar (waktu habis)


19/05/2009 21:55:30 ‹romadona› maap neh...orang awam...bukannyah karena gravitasi benda jatoh ? :D


19/05/2009 21:55:31 * iin_mut89 bergabung CyberMQ Online Chat


19/05/2009 21:55:37 ‹elektrasebenernya dasarnya cuma persamaan sederhana ini P= lamda g.h 


19/05/2009 21:55:51 ‹rarabataviamm..


19/05/2009 21:55:52 ‹marina-ayieqelektra, wuih keren....


19/05/2009 21:55:56 ‹iin_mut89› Assalamu’alikum


19/05/2009 21:56:03 ‹iin_mut89› ......................................


19/05/2009 21:56:05 ‹setanggi_syurga› iin_mut89, >>>walikusalam


19/05/2009 21:56:09 * romadona wa’alaikumsalam :D


19/05/2009 21:56:10 ‹elektradimana lamda ato ro adalah masa jenis air


19/05/2009 21:56:14 ‹rarabataviawaalaikumsalam wr wb


19/05/2009 21:56:16 ‹iin_mut89› ana dtng lagi blh gabng????


19/05/2009 21:56:26 * nyantri balik nyimak lagi


19/05/2009 21:56:31 ‹marina-ayieqelektra, p=tekana, dari atasmksdnya?


19/05/2009 21:56:34 ‹setanggi_syurga› iin_mut89, >>>hehehe gabung aja..kalie


19/05/2009 21:56:35 ‹elektrag ya gravitasi sebagai tenaga utama


19/05/2009 21:56:41 ‹Afand› waalaikum salam


19/05/2009 21:56:42 ‹muslim-borneo› waalaikum salam wr.wb


19/05/2009 21:56:53 ‹marina-ayieqwa’alaikumsalam


19/05/2009 21:56:56 * nyantri hmm..... pelajaran fisika lagi yaa....


19/05/2009 21:57:05 * rarabatavia mo gantian ama nyantri... rara mo jalan ke web... nyantri jagain room yaks?


19/05/2009 21:57:12 ‹iin_mut89› lagi bahas pa nich????


19/05/2009 21:57:14 ‹indra_yanamuliin_mut89, wa’alaikum salam iin....iya dah met gabung aidon


19/05/2009 21:57:16 ‹iin_mut89› hehehe


19/05/2009 21:57:16 ‹muslim-borneo› lanjut elektra


19/05/2009 21:57:17 * nyantri siap komandan


19/05/2009 21:57:27 * rarabatavia heheh ehe


19/05/2009 21:57:31 ‹indra_yanamulau nih GAZEBO bahas apaan ?


19/05/2009 21:57:32 * Jean keluar (waktu habis)


19/05/2009 21:58:03 ‹elektramarina-ayieq, p emang tekanan ( memanfaatkan tekanan udara luar)


19/05/2009 21:58:25 ‹indra_yanamulbentar ya ana tinggalin mo ke Diskusi Forum dulu....ntar balik lagi kok ??


19/05/2009 21:58:28 ‹elektracoba bayang kan ada sebuah drum yang tertutup rapat


19/05/2009 21:58:37 ‹iin_mut89› indra>>>> ia lagi bhs pa???


19/05/2009 21:58:37 ‹marina-ayieqelektra, yupz


19/05/2009 21:59:14 ‹Afand› elektra, trus?


19/05/2009 21:59:30 ‹elektradrum itu dubuat kerucut kebawah


19/05/2009 21:59:30 ‹iin_mut89› electra bahas pa??


19/05/2009 21:59:42 ‹elektrajadi yang bawah lebih kecil dari yang atas


19/05/2009 21:59:53 ‹marina-ayieqelektra, yupz


19/05/2009 22:00:18 ‹elektratrus pada penampang bawah kasih lobang 1 dulu trus masukin pipa deng R=1 satuan


19/05/2009 22:01:01 ‹Afand› elektra, tertari sekali.. .menyimak...


19/05/2009 22:01:15 ‹elektratrus kasih lobang lagi di penampang bawahnya jadi sekarang ada dua lobang


19/05/2009 22:01:37 ‹elektralobang kedua dengan R=2 satuan


19/05/2009 22:01:38 * ayuna keluar (waktu habis)


19/05/2009 22:02:00 ‹marina-ayieqelektra, mo nanya...


19/05/2009 22:02:08 ‹elektramarina-ayieq, apa?


19/05/2009 22:02:58 ‹marina-ayieqlobang 1....dan lobang 2 di buat pd drum kerucut itu, di bagian bawahmya?


19/05/2009 22:03:18 ‹elektraiya? marina-ayieq, 


19/05/2009 22:03:46 ‹marina-ayieqohw..yups..lanjut


19/05/2009 22:03:58 ‹elektradimeternya R1=1 satuan R2=2 satuan


19/05/2009 22:04:05 ‹marina-ayieqjadi tekanan yg di gunakan lebig besar?


19/05/2009 22:04:19 ‹aiualhamdulillah akhirnya kelar jg nyucinya...>(>(


19/05/2009 22:04:31 ‹elektraemang sebenrnya syarat untuk air bisa mengalir itu pada tekananya 


19/05/2009 22:04:32 * nyantri nyimak aja, dah lama gak merhatiin pelajaran ginian


19/05/2009 22:04:35 ‹marina-ayieqaiu, alhamdulillah..bersih ga..?


19/05/2009 22:04:45 ‹marina-ayieqelektra, iya..btul...


19/05/2009 22:04:46 ‹Afand› aiu, terima tambahan.. untuk di cuci?


19/05/2009 22:04:46 * sy_ihab bergabung CyberMQ Online Chat


19/05/2009 22:04:48 ‹aiuhalah marina nih 


19/05/2009 22:04:56 ‹aiuhehhe


19/05/2009 22:05:03 ‹aiumemang binatu 


19/05/2009 22:05:20 ‹marina-ayieqaiu, klo pagi2 ke rumah donk..:D


19/05/2009 22:05:21 ‹elektrakalo dulu ana pake 2 buah drum untuk memper besar f 


19/05/2009 22:05:28 ‹aiuaiu sayank anak....sayank anak....sayank anak....


19/05/2009 22:05:33 ‹elektrasupaya air kenceng mengalirnya


19/05/2009 22:06:18 ‹marina-ayieqf = gaya?


19/05/2009 22:06:39 ‹elektrapenampang lobang 1 lebih kecil untuk mengalirkan air dari drum 


19/05/2009 22:06:40 ‹marina-ayieqaiu, ayah yg baik...

Bagaimana pendapat Sahabat tentang VIRAL LINK

Berikut saya copy salah satu penawaran viral link dari sebuah blog... saya ingin tahu pendapat para sahabat mengenai hal ini..


 











Ceritanya Mr. Mung lagi terus bersemangat buat naikin trafik… eee.. baca di buku tamu ternyata ada pengunjung yang setelah aku kunjungi balik bergabung dalam Viral Linking Meningkatkan Pagerank , boleh juga nich di coba buat naikin trafik, ada yang tertarik gak???



KEGUNAAN VIRAL LINKING :



  1. Terjalin silaturahmi antar blog, tambah temen, tambah saudara, dan tentunya jadi meningkatkan PR Blog, Trafic Pengunjung.

  2. Salah satu cara agar Blogger tetap dapat manfaat dari Artikel ini.

  3. Viral ini bekerja seperti Virus… Dalam hitungan Minggu, PR Google anda Insya Allah berubah.



{Start Copy Here}



Blog Ads


Rules :




  1. Copy Paste from {Start Copy Here} to {End Copy Here}

  2. Please Link Back to the person who tagged you and PASS this tag to many of your friends.

  3. If you have more the one Blog, please post this to all of your Blogs, the more the merrier

  4. The use of NO FOLLOW on links is not allowed, Let’s all be fair!

  5. Remember to come back here at JENNY TALKS (pls don’t change this link) and leave the exact post url so i can add you to the master list to help increase our rankings and improve our Technorati Authority

  6. Spread the Virus.. oooooops i mean the VIRAL LINKING and happy blogging




#1. Scraps & Shots #2. Simply Jen 3. This and That 4. Fab & Chic Finds 5.A Slice of Life 6. Jenny Talks 7.Tech Stuff Plus 8. Food on the Table 9. Aussie Talks 10. When Mom Talks 11. Moments of My Life 12. My Crossroads 13. A Life in Bloom 14. Because Life is a Blessing 15. Digiscraptology 16. BLOGSILOG 14.Cherry’s Comfort Zone 15. DigiScrapz: Captured Memories 16. Buzzy Me 17. Fab Finds, Etc. 18. Thinking Out Loud 19. Wishing and Hoping 20. PRC Board Exam Results 21. Jobs Abroad 22. My Blog Portfolio17.Race Corner 18. Mommy Talks. 19. Home and Health 20. All Kinds of Me Stuff 21. Ink Baby Studios 22.The Salad Caper 23. Winding Creek Circle 24. Aggie Scraps 25. Momma Stuff 26. We Are Family 27.Gandacious 28. Busynessworld 29. Folcreative 30. Swanportraits 31. Rumination Under The Clouds 32.Consciously Think 33. Sprawt 34. Healthy Skinny 35. Geekyology 36. When Mom Speaks 37. Rumination38. Amiable Amy 39. Captured on Time 40. Pit of Gadgetry 41. Me and Mine 42. Little Peanut 43. Creative in Me 44. Around the world 45. Pea in a Pod 46. For the LOVE of Food 47. Music of My Heart 48. It’s Where the Heart Is 49. Blog in to Space 50. A Mothers Horizon 51. Simply me 52. Whats Up 53. Comedy Plus 54.Lovin’ Life 55.Ozzy’s Mom 56. Apple and Candie 57. I was once lost in love 58. Pinay in Love 59. Pau’s Big Thoughts 60. Twisted Angel 61. Hailey’s Beat and Bits 62. Living A’ La Mode 63. Bits and Pieces 64. Honey and Daisy 65. Pinay Ads 66. Great Kingkay 66. It’s Naptime 67. Lisgold 68. Signe Says 69. Thomas Web Links 70. Thomas Travel Tales 71. Nita’s Corner 72. Great Finds and Deals 73. Nita’s Ramblings 74.Batuananons 75. Filipino Online Community 76. Healthy Living and Lifestyle 77. CompTechGadgets 78.Nita’s Random Thoughts 79. Make Money Online 80. Erlinda’s Wandering Thoughts 81. Kitty’s haven 82.This and That 83. Shoppaholic girly 84. My Life in this Wonderful World 85. My Online World 86. Joys in Life 87. Journey in Life 88. Tere’s World 89. Jean’s Live it Up 90. Muzikistah 91. Maharot 92. SUPASTAH!93.Life is a constant journey 94.Amazingly Me 70. Treeennndddzzz 96. otwarteInfo’s 98. AdventureSage 99. in-Tech Revolution 100. LovingMore 101. From Melissa’s Desk 102. denz Recreational 103. Network of Combined Ideas 104. Sheltered Not Shattered 105. Mommying on the Fly 106. Me, Myself and Darly 107. Stay at Home Mom 108. Harmony in Motion 109. My Happy Thoughts 110. Mommyhood is Thankless 111. Life is Random. SO.I.AM 112.Life’s sweet and spices 113. Rainbow Colored Me 114. My Oweini Life 115. All About Mye Life 116. Is it Bedtime Yet 117. Super Coupon Girl 118. My Life…. My Journey 119. Project Wicked Blogs and Reviews 120. Life According To Me 121. WilStop 122. I Love Pixels 123. Cellulitic Bliss 124.Underneath It All 125. Momstart 126. Pinaymama’s Diary 127. My Heart 4 Him 128. 1StopMom 129.Random Chronicles 130. Maeyonnaise 131.Blessings in Life 132. Survivor Mom 133. Sharing my Thoughts134. Beautiful Language 135. Medical Updates 136. Living in One Income 137. Mommy Elvz 138.elymac&frendz 139. BeinG mYselF 140. Love’s Haven 141. Mi Mundo Del Amor142. Budiawan Hutasoit 143. Tomi Utomo 144. Hamidz 145. Mr. Mung 146. Mung Tutorial 147. Buku Murah 148.  Forum Positif 149. Blog Kamu



{End Copy Here}

 






Silahkan copy link di atas dan masukkan link anda pada urutan paling akhir. Anda tinggal copy dan paste pada keadaan Compose bukan Edit HTML. ingat pada keadaan Compose.



—— Salam Sukses —–




 




 Jika punya pendapat jangan segan klik Comment » di bawah ini dan tulis pendapat Anda...


ok.. ditunggu..... :) :)


 





 


 

Setuju tidak sahabat? dengan konsep ini...

Berikut saya kutip penawaran memberikan infomasi untuk mendapatkan imbalan.









Bebas Biaya (GRATIS), Dapat Uang Gratis !!


GALESUS.com


























   
 

Konsep Baru:


  Bebas Biaya Alias GRATIS !!

Peluang Penghasilan lebih dari 100.000.000,-


URL Pribadi


 
   










Pernahkah Anda mengikuti Program dan Anda harus membayar ketika bergabung?


Apakah Anda pernah merasa tidak yakin akan Program yang Anda ikuti?





 


Kami adalah Program dimana Member tidak perlu membayarse-sen-pun.


Cukup merekrut 25 orang dan Anda telah berhasil selangkah lebih maju untuk memperbaiki keuangan Anda. Dengan jumlah pengguna Internet di Indonesia sebanyak 28.000.000 dan terus meningkat, Tidak akan sulit bagi Anda untuk mencari 25 orang. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak bergabung dalam Program ini. Dan bergabunglah sekarang juga.





 


Tabel dibawah adalah gambaran keberhasilan yang akan Anda raih. Dengan perhitungan bahwa anda berhasil merekrut 25 orang dan masing-masing downline Anda berhasil merekrut 25 orang.







































Level Member Jumlah (Rp)
Level 1 25 orang x Rp 30,- 750,-
Level 2 25  x 25 orang x Rp 30,- 18.750,-
Level 3 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 468.750,-
Level 4 25  x 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 11.718.750,-
Level 5 25  x 25  x 25  x 25 x 25 orang x Rp 30,- 292.968.750,-
Total komisi 305.175.750



Biaya untuk Bergabung dalam Program ini hanyalah Rp 0,-


Bergabunglah Sekarang !!





FAQ


Kenapa Anda membuat Program ini?


Program ini ditujukan untuk mencari Anggota. Kami ingin pada suatu saat nanti akan mendirikan website untuk iklan baris & PTC. Oleh karenanya, Kami harus mencari member terlebih dahulu. Bila Anda membantu Kami mencari member, Kami akan memberikan komisi kepada Anda


Bagaimana sistem  GALESUS dijalankan ?




Sistem dari GALESUS ini adalah mencari Anggota sebanyak-banyaknya untuk menjadi member. Bila nantinya Program PTC kami dirikan, Anggota yang Anda rekrut akan menjadi Referral Saudara.


Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan komisi dengan program ini ?





1 . Untuk setiap pendaftar tanpa melalui Sponsor :




  • Program akan mengambil salah satu dari Data Member yang telah bergabung secara random dan menjadikannya Sponsor (Sponsor Langsung).




2. Untuk setiap pendaftar yang datang dengan Sponsor :




  • Sponsor tersebut tetap menjadi seorang  Sponsor Level 1 (Sponsor Langsung) .  Sponsor ini mendapatkan komisi Rp. 30,- Sehingga Anda yang melakukan promosi akan tetap menjadi seorang Sponsor Level 1.




Sampai kapan saya menjadi anggota di program ini ?


Anda dapat menjadi anggota di program ini selamanya. Setiap Anggota berhak untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya. Apabila pada salah satu pohon level keanggotannya telah terhapus, maka ia masih mempunyai pohon level-pohon level lain, atau membuat pohon level baru lagi dengan cara berpromosi lagi terhadap program ini. Tabel dibawah adalah gambaran keberhasilan yang akan Anda raih.








































Level Member Jumlah (Rp)
Level 1 25 orang x Rp 30,- 750,-
Level 2 25  x 25 orang x Rp 30,- 18.750,-
Level 3 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 468.750,-
Level 4 25  x 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 11.718.750,-
Level 5 25  x 25  x 25  x 25 x 25 orang x Rp 30,- 292.968.750,-
Total komisi 305.175.750


 


Berapa Biaya yang harus saya keluarkan untuk bergabung dalam Program ini?




Rp 0,- (GRATIS)




Bagaimana cara mendapatkan member bila Saya memutuskan bergabung dengan Program ini?



Anda Akan mendapatkan alamat Website sendiri, dengan username Anda, sehingga bila ada Seseorang yang bergabung lewat link Anda akan menjadi referral Anda.



Misalkan:


http://www.galesus.com/index.php?id=username_anda


contoh:


http://www.galesus.com/index.php?id=promo



 


Bagaimana menurut sahabat?


Setuju tidak dengan konsep seperti itu,


memberikan informasi tentang diri kita, di internet, untuk mendapatkan imbalan recehan... begitu?


 


Jika punya pendapat, jangan segan klik  Comment berikut ini, dan tulis pendapat Sahabat...


ditunggu ya..... :) :)

LEASING (SEWA-GUNA-USAHA) -Pengertian

 


Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.


Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tibatiba,  tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai.


Di Indonesia leasing baru dikenal melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan No.KEP-122/MK/IV/2/1974, No.32/M/SK/2/1974, dan No.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan usaha leasing. Sejalan dengan perkembangan waktu dan perekonomian Indonesia permasalahan yang melibatkan leasing semakin banyak dan kompleks. Mulai dari jenis leasing yang paling sederhana sampai yang rumit. Perbedaan jenis leasing menyebabkan perbedaan dalam pengungkapan laporan keuangan, perlakuan pajak dan akibatnya pada pajak penghasilan badan akhir tahun. Capital lease dan operating lease sama-sama dikenakan pajak pertambahan nilai, sedangkan untuk operating lease disamping dikenakan pajak pertambahan nilai juga dikenakan pemotongan pajak penghasilan pasal 23, hal ini karena diperlakukan sebagai sewa menyewa biasa. Biaya-biaya yang berkaitan dengan transaksi lease dianggap sebagai biaya usaha bagi pihak lessee.


 


Munculnya lembaga leasing merupakan alternatif yang menarik bagi para pengusaha karena saat ini mereka cenderung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional perusahaan. Melalui leasing mereka bisa memperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dengan jangka waktu pengembalian antara tiga tahun hingga lima tahun atau lebih. Disamping hal tersebut di atas para


pengusaha juga memperoleh keuntungan-keuntungan lainnya seperti kemudahan dalam pengurusan, dan adanya hak opsi.


Suatu keuntungan lain jika ditinjau dari laporan keuangan fiskal adalah transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Tetapi tidak begitu halnya jika ditinjau dari segi komersial.


 


Secara umum leasing artinya Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan/barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.


Pengertian leasing menurut surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia No. KEP- 122/MK/IV/2/1974, Nomor 32/M/SK/2/1974, dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 adalah: ”Setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang telah disepakati bersama”.


Equipment Leasing Association di London memberikan definisi leasing sebagai berikut: “Leasing adalah perjanjian antara lessor dan lessee untuk menyewa sesuatu atas barang modal tertentu yang dipilih/ditentukan oleh lessee. Hak pemilikan barang modal tersebut ada pada lessor sedangkan lessee hanya menggunakan barang modal tersebut berdasarkan pembayaran uang sewa yang telah ditentukan


dalam jangka waktu tertentu”.


Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka pada prinsipnya pengertian leasing terdiri dari beberapa elemen di bawah ini:


1. Pembiayaan perusahaan


2. Penyediaan barang-barang modal


3. Jangka waktu tertentu


4. Pembayaran secara berkala


5. Adanya hak pilih (option right)


6. Adanya nilai sisa yang disepakati bersama


7. Adanya pihak lessor


8. Adanya pihak lessee


 


Pembiayaan melalui leasing merupakan pembiayaan yang sangat sederhana dalam prosedur dan pelaksanaannya dan oleh karena itu leasing yang digunakan sebagai pembayaran alternatif tampak lebih menarik. Sebagai suatu alternatif sumber pembiayaan modal bagi perusahaan-perusahaan, maka leasing didukung oleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:


1. Fleksibel, artinya struktur kontrak dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yaitu besarnya pembayaran atau periode lease dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisi perusahaan.


2. Tidak diperlukan jaminan, karena hak kepemilikan sah atas aktiva yang di lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu sendiri.


3. Capital saving, yaitu tidak menyediakan dana yang besar, maksimum hanya menyediakan down payment yang jumlahnya dalam kebiasaan lease tidak terlalu besar, jadi dalam hal ini bisa dikatakan menjadi suatu penghematan modal bagi lessee, yaitu lessee dapat menggunakan modal yang tersedia untuk keperluan lain. Karena leasing umumnya membiayai 100% barang modal yang dibutuhkan.


4. Cepat dalam pelayanan, artinya secara prosedur leasing lebih sederhana dan relatif lebih cepat dalam realisasi pembiayaan bila dibandingkan dengan kredit investasi bank, jadi tanpa prosedur yang rumit dan hal itu memberikan kemudahan bagi para pengusaha untuk memperoleh mesin-mesin dan peralatan yang mutakhir untuk memungkinkan dibukanya suatu bidang usaha produksi yang baru atau untuk memodernisasi perusahaan.


5. Pembayaran angsuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional, artinya pembayaran lease langsung dihitung sebagai biaya dalam penentuan laba rugi perusahaan, jadi pembayarannya dihitung dari pendapatan sebelum pajak, bukan dari laba yang terkena pajak.


6. Sebagai pelindung terhadap inflasi, artinya terhindar dari resiko penurunan nilai uang yang disebabkan oleh inflasi, yaitu lessee sampai kapan pun tetap membayar dengan satuan moneter yang lalu terhadap sisa kewajibannya.


7. Adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa lease.


8. Adanya kepastian hukum, artinya suatu perjanjian leasing tidak dapat dibatalkan dalam keadaan keuangan umum yang sangat sulit, sehingga dalam keadaan keuangan atau moneter yang sesulit apapun perjanjian leasing tetap berlaku.


9. Terkadang leasing merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan aktiva bagi suatu perusahaan, terutama perusahaan ekonomi lemah, untuk dapat memodernisasi pabriknya.


 


Klasifikasi Leasing


1. Capital Lease


Perusahaan leasing pada jenis ini berlaku sebagai suatu lembaga keuangan. Lessee yang akan membutuhkan suatu barang modal menentukan sendiri jenis serta spesifikasi dari barang yang dibutuhkan. Lessee juga mengadakan negoisasi langsung dengan supplier mengenai harga, syarat-syarat perawatan serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengoperasian barang tersebut.


Lessor akan mengeluarkan dananya untuk membayar barang tersebut kepada supplier dan kemudian barang tersebut diserahkan kepada lessee. Sebagai imbalan atas jasa pengguanaan barang tersebut lessee akan membayar secara berkala kepada lessor sejumlah uang yang berupa rental untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama.


Jumlah rental ini secara keseluruhan akan meliputi harga barang yang dibayar oleh lessor ditambah faktor bunga serta keuntungan pihak lessor. Selanjutnya capital atau finance lease masih bisa dibedakan menjadi dua yaitu:


a. Direct finance lease


Transaksi ini terjadi jika lessee sebelumnya belum pernah memiliki barang yang dijadikan objek lease. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa lessor membeli suatu barang atas permintaan lessee dan akan dipergunakan oleh lessee.


b. Sale and lease back


Sesuai dengan namanya, dalam transaksi ini lessee menjual barang yang telah dimilikinya kepada lessor. Atas barang yang sama ini kemudian dilakukan suatu kontrak leasing antara lessee dengan lessor. Dengan memperhatikan mekanisme ini, maka perjanjian ini memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan direct finance lease. Di sini lessee memerlukan cash yang bisa dipergunakan untuk tambahan modal kerja atau untuk kepentingan lainnya. Bisa dikatakan bahwa dengan sistem sale and lease back memungkinkan lessor memberikan dana untuk keperluan apa saja kepada kliennya dan tentu saja dana yang dibutuhkan sesuai dengan nilai objek barang lease.


2. Operating Lease


Pada operating lease, lessor membeli barang dan kemudian menyewakan kepada lessee untuk jangka waktu tertentu. Dalam praktik lessee membayar rental yang besarnya secara keseluruhan tidak meliputi harga barang serta biaya yang telah dikeluarkan oleh lessor.


Di dalam menentukan besarnya pembayaran lease, lessor tidak memperhitungkan biaya-biaya tersebut karena setelah masa lease berakhir diharapkan harga barang tersebut masih cukup tinggi. Di sini jelas tidak ditentukan adanya nilai sisa serta hak opsi bagi lessee.


3. Sales type lease (Lease Penjualan)


Lease penjualan biasanya dilakukan oleh perusahaan industri yang menjual lease barang hasil produksinya. Dalam kontrak penjualan lease diakui dua macam pendapatan yaitu pendapatan penjualan barang dan pendapatan bunga atas jasa pembelanjaan selama jangka waktu lease.


4. Leverage Lease


Pada leasing ini dilibatkan pihak ketiga yang disebut credit provider. Lessor tidak membiayai objek leasing hingga sebesar 100% dari harga barang melainkan hanya antara 20% hingga 40%. Kemudian sisa dari harga barang tersebut akan dibiayai oleh credit provider.


5. Cross Border Lease


Transaksi pada jenis ini merupakan suatu transaksi leasing yang dilakukan dengan melewati batas suatu negara. Dengan demikian antara lessor dan lessee terletak pada dua negara yang berbeda.


Barang-barang atau peralatan yang ditransaksikan dalam cross border lease meliputi nilai jutaan dollar Amerika Serikat. Seperti Pesawat terbang bermesin jet dari Pabrikan Boeing dan Airbus.


 


Prosedur Mekanisme Leasing


Dalam melakukan perjanjian leasing terdapat prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:


1. Lessee bebas memilih dan menentukan peralatan yang dibutuhkan, mengadakan penawaran harga dan menunjuk supplier peralatan yang dimaksudkan.


2. Setelah lessee mengisi formulir permohonan lease, maka dikirimkan kepada lessor disertai dokumen lengkap.


3. Lessor mengevaluasi kelayakan kredit dan memutuskan untuk memberikan fasilitas lease dengan syarat dan kondisi yang disetujui lessee (lama kontrak pembayaran sewa lease), setelah ini maka kontrak lease dapat ditandatangani.


4. Pada saat yang sama, lessee dapat menandatangani kontrak asuransi untuk peralatan yang dilease dangan perusahaan asuransi yang disetujui lessor, seperti yang tercantum dalam kontrak lease. Antara lessor dan perusahaan asuransi terjalin perjanjian kontrak utama.


Kontrak pembelian peralatan akan ditandatangani lessor dengan


supplier peralatan tersebut.


6. Supplier dapat mengirimkan peralatan yang dilease ke lokasi lessee. Untuk mempertahankan dan memelihara kondisi peralatan tersebut, supplier akan menandatangani perjanjian purna jual.


7. Lessee menandatangani tanda terima peralatan dan menyerahkan kepada suppplier.


8. Supplier menyerahkan tanda terima (yang diterima dari lessee), bukti pemilikan dan pemindahan pemilikan kepada lessor.


9. Lessor membayar harga peralatan yang dilease kepada supplier.


10. Lessee membayar sewa lease secara periodik sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah ditentukan dalam kontrak lease.


 


Aspek perpajakan yang berkaitan dengan leasing.


1. Pajak Penghasilan (PPh)


Berdasarkan Undang-undang no 17 tahun 2000 dan surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1169/KMK.01/1991 Pasal 16 ayat 2 menyatakan: “Lessee tidak memotong pajak penghasilan pasal 23 atas pembayaran sewa guna usaha yang dibayar atau terutang berdasarkan perjanjian sewa guna usaha dengan hak opsi”. Dalam pasal tersebut dengan jelas menyatakan bahwa angsuran-angsuran atau pembayaran yang diterima lessor dari lessee untuk jenis transaksi finance lease tidak dikenakan pemotongan pajak penghasilan.


Pasal 17 ayat 2 menyatakan:


a. Pembayaran sewa guna usaha tanpa hak opsi yang dibayar atau terutang oleh lessee adalah biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.


b. Lessee wajib memotong pajak penghasilan pasal 23 atas pembayaran sewa guna usaha tanpa hak opsi yang dibayarkan atau terutang kepada lessor.


Pasal 17 ayat 2a mengatur tentang perlakuan pembayaran leasing oleh lessee. Di sini dijelaskan bahwa pembayaran leasing dari lessee kepada lessor untuk transaksi operational lease diperlukan pemotongan pajak penghasilan pasal 23 karena menurut pajak diperlakukan sebagi sewa-menyewa biasa.


2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)


a. Perlakuan PPN atas transaksi capital lease:


1) Berdasarkan ketentuan pasal 13 Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 1994 huruf d dan e, Pengumuman Direktur Jenderal Pajak No. Peng- 139/PJ.63/1989 dan Pasal 1 angka 4 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep05/PJ/1994, penyerahan jasa dalam transaksi capital lease dari lessor kepada lessee adalah penyerahan jasa yang terutang PPN, karena lessor sebagai perusahaan jasa persewaan barang dengan demikian adalah pengusaha kena pajak.


2) Pengalihan barang dalam transaksi operating lease bukan merupakan penyerahan barang kena pajak karena pengalihan barang tersebut adalah dalam rangka persewaan biasa.


3) Besarnya PPN yang terutang adalah 10% dari Nilai Penggantian.


4) PPN sebagaimana dimaksud dalam angka 3) merupakan PPN Keluaran bagi lessor dan merupakan PPN Masukan bagi lessee dalam hal lessee adalah Pengusaha Kena Pajak. PPN yang dibayar atas perolehan barang kena pajak (BKP) yang dilease merupakan PPN Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dengan PPN Pajak Keluaran lessor.


b. Dalam hal transaksi sale and lease back tanpa hak opsi, PPN masukan atas perolehan barang tidak boleh dikreditkan oleh lessee. Dalam hal lessee kemudian melease kembali barang tersebut, maka lessor harus mengenakan PPN yang terutang atas jasa persewaan barang yang dilakukan.


 


Lease : Suatu kontrak sewa atas penggunaan harta untuk suatu periode tertentu dengan sewa tertentu.


Lessee : Pemakai aktiva yang akan di lease. Perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak perusahaan leasing.


Lessor : Pemilik dari aktiva yang akan di lease.


Lease term: Jangka waktu lease yang tetap dan tidak dapat dibatalkan, termasuk:


a. Periode yang mencakup hak opsi untuk memperbarui kontrak leasing.


b. Periode yang mencakup digunakannya hak opsi untuk membeli aktiva yang dilease.


c. Periode dimana lessor mempunyai hak untuk memperbarui atau memperpanjang masa lease.


d. Periode dimana denda dikenakan bagi lessee atas kegagalannya untuk memperbarui lease dan jumlah denda tersebut dijamin pada permulaan lease.


e. Periode yang mencakup hak opsi pembaruan yang biasa yaitu diberikan jaminan oleh lessee atas utang lessor yang mungkin terjadi.


Residual Value: Nilai leased asset yang diperkirakan dapat direalisasi pada akhir periode sewa.


Security Deposit (SD): Jaminan kas yang diminta lessor dari sewa lessee untuk menjamin pembayaran sewa atau kewajiban sewa lainnya.


 


Dari Catatan Sekolah


Thank to Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah

ETIKA PERGAULAN DALAM MASYARAKAT

ETIKA PERGAULAN DALAM MASYARAKAT




  1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Lebih Tua




 


Sebagian tanda memuliakan Allah adalah menghormati orang Islam yang telah putih rambutnya (tua). (HR Abu Daud).


 


Tiada seorang pemuda yang menghormati orang yang tua usianya, melainkan Allah akan menyediakan orang-orang yang akan menghormatinya jika ia telah tua usianya. (HR Turmudzi).


 


Tidak termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang yang lebih (muda), dan tidak mengerti hak-hak orang yang lebih (tua). Bukanlah termasuk golonganku orang yang menipu kami, seorang mukmin yang lain, seperti mencintai diri sendiri. (Tabrani dari Damrah).


PENDAPAT


Yang dimaksud orang yang lebih tua disini adalah para orang tua kita, yaitu Bapak, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak dan orang lain yang lebih tua dari kita.


Kita wajib menghormati orang tua yang telah memelihara kita dan membesarkan, mendidik dan membiayai hidup kita, tidak sedikit pengorbanan mereka lahir dan batin, baik materi, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk kepentingan anak-anaknya. Walaupun mereka tidak mengharapkan balasan atas kasih sayang dan pengorbanan kepada kita.


Namun tidak selayaknya kita mengabaikan kewajiban menghormati dan menuruti segala nasehat dan perhatiannya. Kakek, nenek, paman, bibi, dan kerabat kita yang lebih tua juga harus kita hormati dan kita perlakukan seperti orang tua kita. Oleh karena itu kita harus berlaku hormat dan sopan, tidak bersikap melawan atau menentang pada saat ada perselisihan. Karena bila kita bersikap hormat dan sopan insya’ Allah mereka pun akan berlaku sama.


Agama Islam mengajarkan agar kita selalu hormat dan sopan kepada semua orang yang lebih tua, dari mereka yang sudah mengenyam banyak pengalaman, kita memperoleh ilmu untuk bekal dimasa datang. Kita mendapat warisan kebudayaan yang akan kita teruskan, apalagi para pahlawan yang turut memerdekakan bangsa kita. Barang siapa yang bersikap hormat kepada orang yang lebih tua, maka akan dijanjikan oleh Rasulullah SAW, akan dihormati pula pada masa tuanya nanti dan apabila tidak menghormati orang yang lebih tua maka Rasulullah SAW, pun tidak hendak mengakui seseorang tersebut sebagai umatnya.




  1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Sebaya




 


Orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya, tak ubahnya bagaikan sesuatu bangunan yang bagian-bagiannya (satu sama lain) kuat mengkuatkan. (HR Muslim).


 


Barang siapa yang berjalan dalam upaya memenuhi kebutuhan saudaranya, dan usaha ini berhasil, adalah lebih baik daripada beri’tikaf sepuluh tahun. Dan barang siapa beri’tikaf satu hari saja karena Allah, maka Allah menjauhkan antara dia dan neraka sejauh tiga parit yang lebih jauh dari antara ujung bumi sebelah barat dan timur. ( HR Baihaqi).


PENDAPAT


Sebaya bisa berarti sama usianya, maka dari itu pergaulan dengan orang sebaya sangat penting. Hampir setiap hari, dikalangan masyarakat maupun di sekolah, kita sering kali berkumpul dengan teman sebaya yang memiliki kesamaan dengan kita dalam beberapa hal. Pada saat kita kesulitan, merekalah orang yang tepat untuk m\dimintai tolong baik bersifat pribadi pun kita lebih terbuka.


Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan serta memerlukan bantuan orang lain. Dalam pergaulan sehari-hari kita sela bersama mereka, maka kita patut menghormatinya serta menghargai kedudukan mereka, demikian pula mereka akan menghormati dan menghargai kita, cara bergaul yang baik dengan mereka (orang sebaya) yaitu hendaknya kita turut memikirkan dan mempedulikan persoalan dan kesulitan mereka serta turut meringankan beban permasalahannya.




  1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Lebih Muda




 


Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al Hijr: 88)


 


Bahwasannya Allah telah mewahyukan kamu agar kamu bertawadlu (rendah hati) hingga tak seorang pun yang bersombong diri terhadap lainnya, dan tidak ada seorang pun yang menganiaya yang lainnya. (HR Muslim).


 


Bukan dari umatku orang yang tidak belas kasihan kepada yang lebih kecil dan tidak menghargai kehormatan yang lebih tua. (HR Abu Daud dan Tirmidzi).


 


Siapa yang berkata kepada anak kecil: “mari kemari, ini untukmu, kemudian tidak memberi apa-apa kepadanya, maka hal itu berlaku bohong”. (HR Ahmad).


 


PENDAPAT


Dalam pergaulan, tidak hanya orang yang lebih tua dan orang yang menjadi perhatian kita untuk selalu kita hormati, tapi juga orang-orang yang lebih muda. Islam menganjurkan kita agar bersikap merendah dan santun sesama mukmin, termasuk orang yang lebih muda dari kita. Walau kita banyak kelebihan dibanding mereka, kita tak boleh sombong, dan congkak pada mereka justru kita harus membantunya dengan penuh kasih sayang dan segala kecintaan.


Pergaulan dengan orang lebih muda termasuk juga terhadap orang yang keadaan perekonomiannya rendah, pengetahuan dan pengalamannya lebih lemah dari kita, juga anak yatim dan fakir miskin. Terhadap mereka kita wajib menyantuni dan bersikap penuh kasih sayang, tidak berbuat dan berkata kasar, tidak menghina keadaan dan derajat mereka. Jika kita tidak hormat dan tidak sopan terhadap mereka yang lebih muda dari kita, maka niscaya mereka pun tidak akan menghormati kita.




  1. Etika Pergaulan Dengan Sesama Muslim Dan Umat Islam




 


Hai orang-orang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa satu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpa suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kami menyesal atas perbuatanmu. (QS. Al Hujuraat: 6).


 


Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah saudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmatnya. (QS. Al Hujuraat: 10).


 


PENDAPAT


Pergaulan antar sesama muslim berkaitan dengan peraturan-peraturan tentang pergaulan umat Islam antar satu golongan atau satu agama. Kita sebagai muslim dan umat Islam yang menganut ajaran Allah harus mengetahui bagaimana etika pergaulan dikalangan masyarakat muslim, yaitu kita harus bertingkah laku yang sopan santun, lemah lembut dan tidak bertindak salah (keliru) kita harus bisa membedakan yang baik dan buruk seperti halnya bagaimana kita menghadapi berita khayal (kosong) yang dibawa dan disebarkan oleh orang fasik dan jail.


Cara menyelesaikan persengketaan antar sesama orang muslim yang timbul dikalangan umat Islam, yaitu dengan bersatu padu dalam satu tujuan melawan kejahilan orang karena pada dasarnya muslim dan mu’min itu bersaudara hubungannya sangat erat sekali bagaikan bangunan, jika satu penyangga hilang akan roboh, begitu dengan kaum muslim satu ceroboh akan mendatangkan musibah.




  1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Berbeda Agama




 


Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kami berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kami disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujuraat: 13).


 


PENDAPAT


Agama Islam menganjurkan kepada kita untuk bergaul dengan orang-orang yang berbeda agama dengan agama kita. Pada dasarnya mereka pun sama dengan kita (makhluk ciptaan Allah) hanya saja berbeda keyakinan, banyak beraneka sifat prilaku dan keinginan, juga kepercayaan dan keyakinan yang berbeda namun merupakan bagian dari masyarakat bangsa. Kita membutuhkan mereka dalam hal pekerjaan, perniagaan dan kemasyarakatan. Tak selayaknya kita membedakan orang yang berbeda agama, kita harus tetap bergaul dengan mereka sebagai sesama makhluk Allah dan sebagai anggota masyarakat.




  1. Etika Dalam Berpakaian Dan Memandang




 


Hai anak Adaam sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Demikian itu adalah sebagian dari tanda- tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al A’raf: 26).


 


 


Hai Ali, janganlah kau ikuti pandangan yang pertama dengan pandangan kedua, kamu hanya boleh pada pandangan pertama adapun pandangan yang berikutnya tidak boleh. (HR Ahmad, Abu Dawud dan At Turmudzi).


 


PENDAPAT


Fungsi pakaian adalah sebagai penutup aurat sekaligus perhiasan agama Islam memerintahkan agar setiap orang memakai pakaian yang baik dan bagus, baik berarti sesuai dengan fungsinya yaitu menutupi aurat, sedangkan bagus berarti memadai (serasi) sebagai perhiasan penutup tubuh yang sesuai kemampuan si pemakai. Untuk keperluan ibadah sholat di masjid kita dianjurkan pakai pakaian yang baik dan suci bersih (terhindar najis).


Berpakaian bagi kaum perempuan mukmin telah digariskan oleh Al Qur’an adalah menutup seluruh auratnya. Pada dasarnya pakaian muslim tidak menghalangi si pemakai melakukan kegiatan sehari-hari dalam masyarakat, semua kembali pada niat si pemakai dalam melaksanakan ajaran Allah.


Selain berpakaian kita juga memandang, mata adalah anugerah Allah yang paling penting yaitu untuk melihat, mata disini yang dimaksud adalah untung memandang hal-hal yang baik-baik saja, karena Rasulullah mengatakan “janganlah kalian kaumku sekaian semua memandangi sesuatu yang tidak baik (buruk) dengan matamu sekalian umatku.




  1. Etika Dalam Berbicara Kepada Masyarakat




 


Dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat- menasehati supaya menepati kesabaran. (QS. Al Asr: 3).


 


Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)”, dan sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan antar mereka, sesungguhnya setan itu musuh nyata bagi manusia.


 


Sesungguhnya Allah membenci kami karena tiga perkara: adalah berkata begini dan berkata begitu, menghambur-hamburkan uang dan banyak bertanya. (HR Jama’ah dari Al Mugirah).


 


PENDAPAT


Alat komunikasi paling utama dalam pergaulan adalah berbicara, dengan bicara kita dapat menyampaikan sesuatu, sebaliknya kita juga dapat mengetahui keinginan orang lain. Berbicara bisa mendatangkan banyak orang (teman) dan bisa pula mendatangkan musuh, maka dari itu kita harus pandai-pandai menjaga cara berbicara kita dengan baik. Agama Islam mengajarkan agar kita berbicara sopan supaya tidak berakibat merugikan diri sendiri ataupun orang lain.


Mulut dapat kita gunakan sebagai nasehat akan kebenaran hindarilah cara bicara yang bisa menimbulkan perselisihan karena perselisihan itu kehendak setan yang ditujukan untuk mengadu domba, fitnah, isu dan gosip.


 




  1. Etika Dalam Makan Dan Minum




 


Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena setan itu adalah musuh nyata bagimu. (QS. Al Baqarah: 168).


 


Berkumpulah kamu sekalian di depan makananmu dan sebutlah nama Allah, pasti kamu mendapat barokah dari makanan itu. (HR Ahmad).


 


Janganlah salah satu diantara kalian makan dengan tangan kiri dan janganlah pula minum dengan tangan kiri. Sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kiri. (HR Muslim dari Ibnu Umar).


 


Rasulullah melarang seseorang minum sambil berdiri (HR Muslim dari Anas).


 


Bila salah satu diantara kalian minum, maka janganlah menghembuskan nafas ke dalam tempat minum. (HR Bukhari Muslim dari Qatadah).


 


PENDAPAT


Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia untuk dapat bertahan hidup secara wajar dan sehat. Banyak makanan yang langsung diambil dari alam. Dari banyak jenis makanan dan minuman itu, kita dianjurkan oleh agama untuk memilih makanan yang baik dan halal, dan benar-benar diperlukan untuk kesehatan, tidak boleh berlebihan.


Makanan yang baik, adalah makanan yang bergizi. Halal berarti diperbolehkan agama. Makanan yang baik belum tentu halal, demikian juga halal belum tentu baik untuk kesehatan. Jadi kita harus memilih makanan yang baik sekaligus halal. Disini banyak cara makan dan minum harus benar-benar memperhatikan etika, adab, tata krama, dalam memakan dan meminum sesuatu.


 


KESIMPULAN




  • Dalam pergaulan hendaklah kita saling hormat menghormati baik itu orang tua sendiri/orang tua yang tentunya lebih tua dari kita.




  • Hormat menghormati seseorang perlu adanya aturan-aturan lebih-lebih terhadap orang tua kita yang telah mendidik dan membesarkan kita.




  • Dalam pergaulan hendaknya kita mempunyai sikap sopan santun dan ramah tamah karena dengan sikap ini kita akan lebih mudah bergaul dengan siapa pun.




  • Selain dalam pergaulan kita juga harus memperhatikan kesopanan dalam tata cara makan minum dan juga etika dalam pakaian dan memandang.




  • Dengan adanya pergaulan kita harus menghargai orang tua dan kalau berbicara pada orang tua haruslah bicara baik jangan bicara yang jorok-jorok kepada orang lain atau orang tua yang lebih tua dari kita




 


Saran-Saran




  • Untuk menjamin terbinanya pergaulan dalam masyarakat diperlukan sikap yang sopan santun, saling tolong menolong, menghormati orang tua, bicara yang baik kepada orang tua.




  • Di dalam pembicaraan harus menggunakan tata bahasa yang sopan dan tidak boleh mengeraskan bunyi suara dalam berbicara.




Dari Buku Sekolah


Terima kasih: Duta Pulsa -


Hal tersebut adalah pendapat Anak SMP, Anda punya pendapat yang lain:


Silakan tuangkan di bawah ini!

Tinggalkan Orang-orang yang mengolok

 




Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

Juga untuk renungan:

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.

Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.

ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ رَأَيْتَ الَّذÙينَ ÙŠÙŽØ®ÙوضÙونَ ÙÙÙŠ آيَاتÙنَا ÙÙŽØ£ÙŽØ¹Ù’Ø±ÙØ¶Ù’ عَنْهÙمْ حَتَّى ÙŠÙŽØ®ÙوضÙوا ÙÙÙŠ حَدÙيث٠غَيْرÙÙ‡Ù ÙˆÙŽØ¥Ùمَّا ÙŠÙنْسÙيَنَّكَ الشَّيْطَان٠Ùَلا ØªÙŽÙ‚Ù’Ø¹ÙØ¯Ù’ بَعْدَ الذÙّكْرَى مَعَ الْقَوْم٠الظَّالÙÙ…Ùينَ 

6. Al An’aam:

68. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

69. Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.


Bersedekah pada orang mukmin maupun kafir

 




Sedangkan ajaran lembut adalah sepanjang sejarah Islam hingga kini. Malah ketika Islam besar, diwajibkan melindungi semua orang termasuk kafir sekalipun, tentu saja jika mereka membutuhkan dan tidak memusuhi dan menentang umat Islam.


 


Bahkan dalam beramal, dulu (pada jaman Rasulullah saw) ketika umat Islam sedikit dan kecil, diperintahkan kalau beramal itu hanya pada sesama muslim saja, tapi ketika sudah besar, dan kaya, Allah memerintahkan untuk memberi sedekah pada semua orang tidak pandang agama dan keyakinan orang itu.


 


Diriwayatkan oleh An Nasa’i, Al Hakim, Al Bazzar, At Thabarani dll, yang bersumber dari Ibnu Abas.


Ibnu Abbas berkata: “Dahulu para sahabat tidak suka memberi harta kepada keluarga mereka yang masih musyrik. Lalu mereka bertanya kepada Rasulullah saw, dan beliau pun membenarkan mereka. Maka turunlah ayat …لَيْسَ عَلَيْكَ Ù‡ÙØ¯ÙŽØ§Ù‡Ùمْ …sampai …وَأَنْتÙمْ لا ØªÙØ¸Ù’Ù„ÙŽÙ…Ùونَ .


 


لَيْسَ عَلَيْكَ Ù‡ÙØ¯ÙŽØ§Ù‡Ùمْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ يَهْدÙÙŠ مَنْ يَشَاء٠وَمَا تÙنْÙÙÙ‚Ùوا Ù…Ùنْ خَيْر٠ÙَلأنْÙÙØ³ÙÙƒÙمْ وَمَا تÙنْÙÙÙ‚Ùونَ Ø¥Ùلا Ø§Ø¨Ù’ØªÙØºÙŽØ§Ø¡ÙŽ ÙˆÙŽØ¬Ù’Ù‡Ù Ø§Ù„Ù„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ…ÙŽØ§ تÙنْÙÙÙ‚Ùوا Ù…Ùنْ خَيْر٠يÙÙˆÙŽÙÙŽÙ‘ Ø¥ÙلَيْكÙمْ وَأَنْتÙمْ لا ØªÙØ¸Ù’Ù„ÙŽÙ…Ùونَ


 


Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan). (Q.2:272)


 


Tentang membantu, Allah tidak membedakan apakah yang kita bantu itu mukmin atau musyrik, akan mendapatkan balasan yang sama. Sedangkan masalah petunjuk (taufik/hidayah) hanya sesuai kehendak Allah.



ZAT-ZAT GIZI YANG DIBUTUHKAN TUBUH

Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun).


Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.


Satu janis zat gizi tertentu kemungkinan terkadung/ terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain.


Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragamjenisnya.


Zat gizi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu


berdasarkan fungsi, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh


dan berdasarkan sumbernya:


1. Berdasarkan fungsi


Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.


a. Zat gizi sebagai sumber energi


Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh.


Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.


Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.


b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh


Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.


Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.


c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh


Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh.


Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik.


Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.


2. Berdasarkan jumlah


Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:


a. Zat gizi makro


Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.


b. Zat gizi mikro


Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.


3. Berdasarkan Sumber


Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu nabati dan hewani


Dari Buku Sekolah

Pengertian Sehat

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.


Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.


Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.


Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat.


Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:


1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.


2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.


• Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.


• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.


• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.


Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.


3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.


4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


Dari Buku Sekolah

Linkungan Hidup, Kerusakan Lingkungan, Pengertian, Kerusakan Lingkungan dan Pelestarian

 


PENGERTIAN LINGKUNGAN


Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.


Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.


Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.


 


LINGKUNGAN HIDUP


Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.


Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.


Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:


1. Unsur Hayati (Biotik)


Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.


2. Unsur Sosial Budaya


Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.


3. Unsur Fisik (Abiotik)


Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.


 


KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP


Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:


1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam


Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.


Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:


a. Letusan gunung berapi


Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.


Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara


lain berupa:


1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.


2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.


3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.


4) Gas yang mengandung racun.


5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.


b. Gempa bumi


Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.


Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:


1) Berbagai bangunan roboh.


2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.


3) Tanah longsor akibat guncangan.


4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.


5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).


c. Angin topan


Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.


Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.


Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:


1) Merobohkan bangunan.


2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.


3) Membahayakan penerbangan.


4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.


2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia


Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.


Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:


a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.


b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.


c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.


Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:


a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).


b. Perburuan liar.


c. Merusak hutan bakau.


d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.


e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.


f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).


g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.


 


UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.


Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.


Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:


a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.


b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.


Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:


a. Menjamin pemerataan dan keadilan.


b. Menghargai keanekaragaman hayati.


c. Menggunakan pendekatan integratif.


d. Menggunakan pandangan jangka panjang.


Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).


Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:


a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.


b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.


c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.


1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah


Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:


a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.


b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.


c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).


d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:


1) Menanggulangi kasus pencemaran.


2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).


3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).


e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.


2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah


Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:


a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)


Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.


b. Pelestarian udara


Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.


Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:


1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita


Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.


2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.


3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.


c. Pelestarian hutan


Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.


Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:


1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.


2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.


3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.


4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.


5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.


d. Pelestarian laut dan pantai


Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.


Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:


1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.


2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.


3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.


4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.


e. Pelestarian flora dan fauna


Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.


Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:


1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.


2) Melarang kegiatan perburuan liar.


3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.


 


Dari Buku Sekolah       


Terima kasih: Duta Pulsa -

Sejarah Lahirnya Islam di Indonesia

Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab. Pendirinya ialah Muhammad. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.


Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia.


Penyebaran Islam


Muhammad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Muhammad kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya.


Setelah Muhammad wafat pada tahun 632, proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad.


Sampai tahun 750, wilayah Islam telah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibu kota Damaskus.


Pada tahun 750, Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.


Setelah pemerintahan Bani Abbasiyah, kekuasaan Islam terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia dan TUHAN. Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.


 


Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia


Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya bandarbandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.


a. Peranan Kaum Pedagang


Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang


peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia


maupun para pedagang Indonesia.


Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.


Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.


Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.


Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam.


Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara.


b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia


Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.


Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.


Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.


Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu.


Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).


c. Peranan Para Wali dan Ulama


Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.


Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.


Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.


(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.


(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.


(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.


(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.


(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.


(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.


(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.


(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.


(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.


3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia


Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, pedagang-pedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang dengan penduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di Nusantara?


Masuknya Islam ke Indonesia menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.


Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.


Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297.


Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.


Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.


Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.


Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.


Dari Buku Sekolah


Terima kasih: Duta Pulsa -


 


Hal tersebut sesuai dengan yang diajarkan di sekolah,


Ada yang memiliki informasi dan pendapat yang lain tentang masuknya Islam di Indonesia?


Silakan !!!

Posted in Sejarah. 1 Comment »

Sejarah Perbankan -Pengertian, Asas, Fungsi, dan Tujuan

 


Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia, dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Pada saat itu, kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang. Selanjutnya, kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya.


Sementara itu, mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank NV.


Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The matsui Bank, The Bank of China, dan Batavia Bank.


Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain:


a. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946.


b. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko.


c. Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.


d. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.


e. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.


f. Indonesia Banking Corporation tahun 1946 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.


g. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.


h. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949.


 


Pengertian Bank


Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.


Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.


 


Asas, Fungsi, dan Tujuan Perbankan Indonesia


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Demokrasi ekonomi itu sendiri dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


Berdasarkan asas yang digunakan dalam perbankan, maka tujuan perbankan Indonesia adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.


Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998, fungsi bank di Indonesia adalah:


a. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro.


Fungsi tersebut merupakan fungsi utama bank.


b. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.

Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia

 


kerajaan-islamAda banyak kerajaan bercorak Islam yang terdapat mulai dari Sumatra sampai Maluku.


a. Kerajaan Perlak


Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yang pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225 - 249 H / 840 - 964 M). Sultan bernama asli Saiyid Abdul Aziz pada tanggal 1 Muhharam 225 H dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Perlak. Setelah pengangkatan ini, Bandar Perlak diubah menjadi Bandar Khalifah.


Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M).


Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan pesat terutama dalam bidang pendidikan Islam dan perluasan dakwah Islamiah. Sultan mengawinkan dua putrinya: Putri Ganggang Sari (Putri Raihani) dengan Sultan Malikul Saleh dari Samudra Pasai serta Putri Ratna Kumala dengan Raja Tumasik (Singapura sekarang).


Perkawinan ini dengan parameswara Iskandar Syah yang kemudian bergelar Sultan Muhammad Syah.


Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat kemudian digantikan oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan Berdaulat (662-692 H/1263-1292 M). Inilah sultan terakhir Perlak. Setelah beliau wafat, Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai dengan raja Muhammad Malikul Dhahir yang adalah Putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri Ganggang Sari.


Perlak merupakan kerajaan yang sudah maju. Hal ini terlihat dari adanya mata uang sendiri. Mata uang Perlak yang ditemukan terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan.


b. Kerajaan Samudera Pasai


Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh).


Sebagai sebuah kerajaan, raja silih berganti memerintah di Samudra Pasai. Raja-raja yang pernah memerintah Samudra Pasai adalah seperti berikut.


(1) Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim yang kuat di Selat Malaka.


(2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 1297-1326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai.


(3) Sultan Malik al Tahir II (1326 - 1348 M). Raja yang bernama asli Ahmad ini sangat teguh memegang ajaran Islam dan aktif menyiarkan Islam ke negeri-negeri sekitarnya. Akibatnya, Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam. Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra Pasai. Namun, setelah muncul Kerajaan Malaka, Samudra Pasai mulai memudar. Pada tahun 1522 Samudra Pasai diduduki oleh Portugis. Keberadaan Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim digantikan oleh Kerajaan Aceh yang muncul kemudian.


Catatan lain mengenai kerajaan ini dapat diketahui dari tulisan Ibnu Battuta, seorang pengelana dari Maroko. Menurut Battuta, pada tahun 1345, Samudera Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur. Banyak pedagang dari Jawa, Cina, dan India yang datang ke sana. Hal ini mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka. Mata uangnya uang emas yang disebur deureuham (dirham).


Di bidang agama, Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam. Kerajaan ini menyiarkan Islam sampai ke Minangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, bahkan ke Thailand. Dari Kerajaan Samudra Pasai inilah kader-kader Islam dipersiapkan untuk mengembangkan Islam ke berbagai daerah. Salah satunya ialah Fatahillah. Ia adalah putra Pasai yang kemudian menjadi panglima di Demak kemudian menjadi penguasa di Banten.


c. Kerajaan Aceh


Kerajaan Islam berikutnya di Sumatra ialah Kerajaan Aceh. Kerajaan yang didirikan oleh Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528), menjadi penting karena mundurnya Kerajaan Samudera Pasai dan berkembangnya Kerajaan Malaka.


Para pedagang kemudian lebih sering datang ke Aceh.


Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh ada di Kutaraja (Banda Acah sekarang). Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas dua sistem: pemerintahan sipil di bawah kaum bangsawan, disebut golongan teuku; dan pemerintahan atas dasar agama di bawah kaum ulama, disebut golongan tengku atau teungku.


Sebagai sebuah kerajaan, Aceh mengalami masa maju dan mundur. Aceh mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607- 1636). Pada masa pemerintahannya, Aceh mencapai zaman keemasan. Aceh bahkan dapat menguasai Johor, Pahang, Kedah, Perak di Semenanjung Melayu dan Indragiri, Pulau Bintan, dan Nias. Di samping itu, Iskandar Muda juga menyusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut Adat Mahkota Alam.


Setelah Sultan Iskandar Muda, tidak ada lagi sultan yang mampu mengendalikan Aceh. Aceh mengalami kemunduran di bawah pimpinan Sultan Iskandar Thani (1636- 1641). Dia kemudian digantikan oleh permaisurinya, Putri Sri Alam Permaisuri (1641- 1675). Sejarah mencatat Aceh makin hari makin lemah akibat pertikaian antara golongan teuku dan teungku, serta antara golongan aliran syiah dan sunnah sal jama’ah. Akhirnya, Belanda berhasil menguasai Aceh pada tahun 1904.


Dalam bidang sosial, letaknya yang strategis di titik sentral jalur perdagangan internasional di Selat Malaka menjadikan Aceh makin ramai dikunjungi pedangang Islam.


Terjadilah asimilasi baik di bidang sosial maupun ekonomi. Dalam kehidupan bermasyarakat, terjadi perpaduan antara adat istiadat dan ajaran agama Islam. Pada sekitar abad ke-16 dan 17 terdapat empat orang ahli tasawuf di Aceh, yaitu Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumtrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf dari Singkil.


Keempat ulama ini sangat berpengaruh bukan hanya di Aceh tetapi juga sampai ke Jawa.


Dalam kehidupan ekonomi, Aceh berkembang dengan pesat pada masa kejayaannya. Dengan menguasai daerah pantai barat dan timur Sumatra, Aceh menjadi kerajaan yang kaya akan sumber daya alam, seperti beras, emas, perak dan timah serta rempah-rempah.


d. Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang dengan Peninggalannya


Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan yang didirikan oleh Raden Patah ini pada awalnya adalah sebuah wilayah dengan nama Glagah atau Bintoro yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi peluang bagi Demak untuk berkembang menjadi kota besar dan pusat perdagangan. Dengan bantuan para ulama Walisongo, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah timur Nusantara.


Sebagai kerajaan, Demak diperintah silih berganti oleh raja-raja. Demak didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah sebenarnya adalah Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit. Pada masa pemerintahannya, Demak berkembang pesat. Daerah kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi di Sumatera, serta beberapa wilayah di Kalimantan. Karena memiliki bandar-bandar penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik, Raden Patah memperkuat armada lautnya sehingga Demak berkembang menjadi negara maritim yang kuat. Dengan kekuatannya itu, Demak mencoba menyerang Portugis yang pada saat itu menguasai Malaka. Demak membantu Malaka karena kepentingan Demak turut terganggu dengan hadirnya Portugis di Malaka. Namun, serangan itu gagal.


Raden Patah kemudian digantikan oleh Adipati Unus (1518-1521). Walau ia tidak memerintah lama, tetapi namanya cukup terkenal sebagai panglima perang yang berani.


Ia berusaha membendung pengaruh Portugis jangan sampai meluas ke Jawa. Karena mati muda, Adipati Unus kemudian digantikan oleh adiknya, Sultan Trenggono (1521-1546). Di bawah pemerintahannya, Demak mengalami masa kejayaan. Trenggono berhasil membawa Demak memperluas wilayah kekuasaannya. Pada tahun 1522, pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah menyerang Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Baru pada tahun 1527, Sunda Kelapa berhasil direbut. Dalam penyerangan ke Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggono gugur.


Sepeninggal Sultan Trenggono, Demak mengalami kemunduran. Terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen, saudara Sultan Trenggono yang seharusnya menjadi raja dan Sunan Prawoto, putra sulung Sultan Trenggono. Sunan Prawoto kemudian dikalahkan oleh Arya Penangsang, anak Pengeran Sekar Sedolepen.


Namun, Arya Penangsang pun kemudian dibunuh oleh Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang menjadi Adipati di Pajang. Joko Tingkir (1549-1587) yang kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.


Kerajaannya kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Pajang.


Sultan Hadiwijaya kemudian membalas jasa para pembantunya yang telah berjasa dalam pertempuran melawan Arya Penangsang. Mereka adalah Ki Ageng Pemanahan menerima hadiah berupa tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok), Ki Penjawi dihadiahi wilayah di daerah Pati, dan keduanya sekaligus diangkat sebagai bupati di daerahnya masing-masing. Bupati Surabaya yang banyak berjasa menundukkan daerah-daerah di Jawa Timur diangkat sebagai wakil raja dengan daerah kekuasaan Sedayu, Gresik, Surabaya, dan Panarukan.


Ketika Sultan Hadiwijaya meninggal, beliau digantikan oleh putranya Sultan Benowo. Pada masa pemerintahannya, Arya Pangiri, anak dari Sultan Prawoto melakukan pemberontakan. Namun, pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh Pangeran Benowo dengan bantuan Sutawijaya, anak angkat Sultan Hadiwijaya. Tahta Kerajaan Pajang kemudian diserahkan Pangeran Benowo kepada Sutawijaya. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat Kerajaan Pajang ke Mataram.


Di bidang keagamaan, Raden Patah dan dibantu para wali, Demak tampil sebagai pusat penyebaran Islam. Raden Patah kemudian membangun sebuah masjid yang megah, yaitu Masjid Demak.


Dalam bidang perekonomian, Demak merupakan pelabuhan transito (penghubung) yang penting. Sebagai pusat perdagangan Demak memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik. Bandar-bandar tersebut menjadi penghubung daerah penghasil rempah-rempah dan pembelinya. Demak juga memiliki penghasilan besar dari hasil pertaniannya yang cukup besar. Akibatnya, perekonomian Demak berkembang degan pesat.


e. Kerajaan Mataram dan Peninggalannya


Sutawijaya yang mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, di Mataram. Sutawijaya kemudian menjadi raja Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama.


Pemerintahan Panembahan Senopati (1586-1601) tidak berjalan dengan mulus karena diwarnai oleh pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yang berpusat di Kotagede (sebelah tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi perang untuk menundukkan para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Mataram, seperti Bupati Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan Demak. Namun, semua daerah itu dapat ditundukkan. Daerah yang terakhir dikuasainya ialah Surabaya dengan bantuan Sunan Giri.


Setelah Senopati wafat, putranya Mas Jolang (1601-1613) naik tahta dan bergelar Sultan Anyakrawati. Dia berhasil menguasai Kertosono, Kediri, dan Mojoagung. Ia wafat dalam pertempuran di daerah Krapyak sehingga kemudian dikenal dengan Pangeran Sedo Krapyak.


Mas Jolang kemudian digantikan oleh Mas Rangsang (1613-1645). Raja Mataram yang bergelar Sultan Agung Senopati ing Alogo Ngabdurracham ini kemudian lebih dikenal dengan nama Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai masa keemasan. Pusat pemerintahan dipindahkan ke Plered. Wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Sultan Agung bercita-cita mempersatukan Jawa. Karena merasa sebagai penerus Kerajaan Demak, Sultan Agung menganggap Banten adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Namun, Banten tidak mau tunduk kepada Mataram. Sultan Agung kemudian berniat untuk merebut Banten.


Namun, niatnya itu terhambat karena ada VOC yang menguasai Sunda Kelapa. VOC juga tidak menyukai Mataram. Akibatnya, Sultan Agung harus berhadapan dulu dengan VOC. Sultan Agung dua kali berusaha menyerang VOC: tahun 1628 dan 1629.


Penyerangan tersebut tidak berhasil, tetapi dapat membendung pengaruh VOC di Jawa.


Sultan Agung membagi sistem pemerintahan Kerajaan Mataram seperti berikut.


(1) Kutanegara, daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh Patih Lebet (Patih Dalam) yang dibantu Wedana Lebet (Wedana Dalam).


(2) Negara Agung, daerah sekitar Kutanegara. Pelaksanaan pemerintahan dipegang Patih Jawi (Patih Luar) yang dibantu Wedana Jawi (Wedana Luar).


(3) Mancanegara, daerah di luar Negara Agung. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati.


(4) Pesisir, daerah pesisir. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati atau syahbandar.


Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan digantikan oleh Amangkurat I (1645-1677). Amangkurat I menjalin hubungan dengan Belanda. Pada masa pemerintahannya. Mataram diserang oleh Trunojaya dari Madura, tetapi dapat digagalkan karena dibantu Belanda.


Amangkurat I kemudian digantikan oleh Amangkurat II (1677-1703). Pada masa pemerintahannya, wilayah Kerajaan Mataram makin menyempit karena diambil oleh Belanda.


Setelah Amangkurat II, raja-raja yang memerintah Mataram sudah tidak lagi berkuasa penuh karena pengaruh Belanda yang sangat kuat. Bahkan pada tahun 1755, Mataram terpecah menjadi dua akibat Perjanjian Giyanti:


Ngayogyakarta Hadiningrat (Kesultanan Yogyakarta) yang berpusat di Yogyakarta dengan raja Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I dan Kesuhunan Surakarta yang berpusat di Surakarta dengan raja Susuhunan Pakubuwono III. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Mataram.


Kehidupan sosial ekonomi Mataram cukup maju. Sebagai kerajaan besar, Mataram maju hampir dalam segala bidang, pertanian, agama, budaya. Pada zaman Kerajaan Majapahit, muncul kebudayaan Kejawen, gabungan antara kebudayaan asli Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam, misalnya upacara Grebeg, Sekaten. Karya kesusastraan yang terkenal adalah Sastra Gading karya Sultan Agung. Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulan.


f. Kerajaan Banten


Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra laki-laki, pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. Pada tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten.


Setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran, Banten kemudian melepaskan diri dari Demak. Berdirilah Kerajaan Banten dengan rajanya Sultan Hasanudin (1522- 1570). Pada masa pemerintahannya, pengaruh Banten sampai ke Lampung. Artinya, Bantenlah yang menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda. Para pedagang dari Cina, Persia, Gujarat, Turki banyak yang mendatangi bandar-bandar di Banten. Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan selain karena letaknya sangat strategis, Banten juga didukung oleh beberapa faktor di antaranya jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur pelayarannya melalui Selat Sunda. Faktor lainnya, Banten merupakan penghasil lada dan beras, komoditi yang laku di pasaran dunia.


Sultan Hasanudin kemudian digantikan putranya, Pangeran Yusuf (1570-1580).


Pada masa pemerintahannya, Banten berhasil merebut Pajajaran dan Pakuan.


Pangeran Yusuf kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad. Raja yang bergelar Kanjeng Ratu Banten ini baru berusia sembilan tahun ketika diangkat menjadi raja. Oleh sebab itu, dalam menjalankan roda pemerintahan, Maulana Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. Dalam tahun 1595, dia memimpin ekspedisi menyerang Palembang. Dalam pertempuran itu, Maulana Muhammad gugur.


Maulana Muhammad kemudian digantikan oleh putranya Abu’lmufakhir yang baru berusia lima bulan. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Abu’lmufakhir dibantu oleh Jayanegara. Abu’lmufakhir kemudian digantikan oleh Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah. Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah kemudian digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692).


Sultan Ageng Tirtayasa menjadikan Banten sebagai sebuah kerajaan yang maju dengan pesat. Untuk membantunya, Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1671 mengangkat purtanya, Sultan Abdulkahar, sebagi raja pembantu. Namun, sultan yang bergelar Sultan Haji berhubungan dengan Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak menyukai hal itu berusaha mengambil alih kontrol pemerintahan, tetapi tidak berhasil karena Sultan Haji didukung Belanda. Akhirnya, pecahlah perang saudara. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan. Dengan demikian, lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda.


g. Kerajaan Cirebon


Kerajaan yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah didirikan oleh salah seorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif Hidayatullah.


Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi Cirebon. Ketika Demak mengirimkan pasukannya di bawah Fatahilah (Faletehan) untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah memberikan bantuan sepenuhnya. Bahkan pada tahun 1524, Fatahillah diambil menantu oleh Syarif Hidayatullah. Setelah Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah untuk menjadi Bupati di Jayakarta.


Syarif Hidayatullah kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Pasarean. Inilah raja yang menurunkan raja-raja Cirebon selanjutnya.


Pada tahun 1679, Cirebon terpaksa dibagi dua, yaitu Kasepuhan dan Kanoman.


Dengan politik de vide at impera yang dilancarkan Belanda yang pada saat itu sudah berpengaruh di Cirebon, kasultanan Kanoman dibagi dua menjadi Kasultanan Kanoman dan Kacirebonan. Dengan demikian, kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3, yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Cirebon berhasil dikuasai VOC pada akhir abad ke-17.


h. Kerajaan Gowa-Tallo


Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan:


Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. Raja Gowa, Daeng Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo, Karaeng Mantoaya, menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar, Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar.


Karena posisinya yang strategis di antara wilayah barat dan timur Nusantara, Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah. Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar.


Raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669).


Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan Makassar baik ke atas sampai ke Sumbawa dan sebagian Flores di selatan.


Karena merupakan bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur, Hasanuddin bercita-cita menjadikan Makassar sebagai pusat kegiatan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini merupakan ancaman bagi Belanda sehingga sering terjadi pertempuran dan perampokan terhadap armada Belanda. Belanda kemudian menyerang Makassar dengan bantuan Aru Palaka, raja Bone. Belanda berhasil memaksa Hasanuddin, Si Ayam Jantan dari Timur itu menyepakati Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Isi perjanjian itu ialah: Belanda mendapat monopoli dagang di Makassar, Belanda boleh mendirikan benteng di Makassar, Makassar harus melepaskan jajahannya, dan Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone.


Sultan Hasanuddin kemudian digantikan oleh Mapasomba. Namun, Mapasomba tidak berkuasa lama karena Makassar kemudian dikuasai Belanda, bahkan seluruh Sulawesi Selatan.


Tata kehidupan yang tumbuh di Makassar dipengaruhi oleh hukum Islam.


Kehidupan perekonomiannya berdasarkan pada ekonomi maritim: perdagangan dan pelayaran. Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pertanian yang subur. Daerah-daerah taklukkannya di tenggara seperti Selayar dan Buton serta di selatan seperti Lombok, Sumbawa, dan Flores juga merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Semua itu membuat Makassar mampu memenuhi semua kebutuhannya bahkan mampu mengekspor.


Karena memiliki pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan Indonesia Timur, disusunlah Ade’Allapialing Bicarana Pabbalri’e, sebuah tata hukum niaga dan perniagaan dan sebuah naskah lontar yang ditulis oleh Amanna Gappa.


i. Kerajaan Ternate dan Tidore


Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja.


Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih.


Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara damai. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung selamanya. Setelah Portugis dan Spanyol datang ke Maluku, kedua kerajaan berhasil diadu domba. Akibatnya, antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512 menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao Paulo. Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore sebagai sekutunya.


Dengan berkuasanya kedua bangsa Eropa itu di Tidore dan Ternate, terjadi pertikaian terus-menerus. Hal itu terjadi karena kedua bangsa itu sama-sama ingin memonopoli hasil bumi dari kedua kerajaan tersebut. Di lain pihak, ternyata bangsa Eropa itu bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha menyebarkan ajaran agama mereka. Penyebaran agama ini mendapat tantangan dari Raja Ternate, Sultan Khairun (1550-1570). Ketika diajak berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo, Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis.


Setelah sadar bahwa mereka diadu domba, hubungan kedua kerajaan membaik kembali. Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah (1570-1583). Pada masa pemerintahannya, Portugis berhasil diusir dari Ternate. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore. Sultan Khairun juga berhasil memperluas daerah kekuasaan Ternate sampai ke Filipina.


Sementara itu, Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore sampai ke Halmahera, Seram, bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian.


Dengan masuknya Spanyol dan Portugis ke Maluku, kehidupan beragama dan bermasyarakat di Maluku jadi beragam: ada Katolik, Protestan, dan Islam. Pengaruh Islam sangat terasa di Ternate dan Tidore. Pengaruh Protestan sangat terasa di Maluku bagian tengah dan pengaruh Katolik sangat terasa di sekitar Maluku bagian selatan.


Maluku adalah daerah penghasil rempah-rempah yang sangat terkenal bahkan sampai ke Eropa. Itulah komoditi yang menarik orang-orang Eropa dan Asia datang ke Nusantara. Para pedagang itu membawa barang-barangnya dan menukarkannya dengan rempah-rempah. Proses perdagangan ini pada awalnya menguntungkan masyarakat setempat. Namun, dengan berlakunya politik monopoli perdagangan, terjadi kemunduran di berbagai bidang, termasuk kesejahteraan masyarakat.


Dari Buku Sekolah


Terima kasih:


Duta Pulsa

-

Peninggalan-Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

 


peninggalan-islam


Islam tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bukti keberadaan Islam itu dapat dilihat bukan saja dari para pemeluknya yang memiliki pengikut paling besar di Indonesia.


Bukti historis dan arkeologis juga mendukung keberadaan Islam di Indonesia.


Bukti historis dan arkeologis dapat dilihat pada budaya dan tradisi yang telah lama hidup dan berkembang pada masyarakat.


Peninggalan Islam yang dapat kita saksikan hari ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan setempat. Hasil-hasil kebudayaan yang bercorak Islam dapat kita temukan antara lain dalam bentuk bangunan (masjid, makam) dan seni.


a. Peninggalan dalam Bentuk Bangunan


Bangunan yang menjadi ciri khas Islam antara lain ialah masjid, istana/keraton, dan makam (nisan).


1) Masjid


Masjid merupakan tempat salat umat Islam. Masjid tersebar di berbagai daerah.


Namun, biasanya masjid didirikan pada tepi barat alun-alun dekat istana. Alun-alun adalah tempat bertemunya rakyat dan rajanya. Masjid merupakan tempat bersatunya rakyat dan rajanya sebagai sesama mahkluk Illahi dengan Tuhan. Raja akan bertindak sebagai imam dalam memimpin salat.


Bentuk dan ukuran masjid bermacam-macam. Namun, yang merupakan ciri khas sebuah masjid ialah atap (kubahnya). Masjid di Indonesia umumnya atap yang bersusun, makin ke atas makin kecil, dan tingkatan yang paling atas biasanya berbentuk limas.


Jumlah atapnya selalu ganjil. Bentuk ini mengingatkan kita pada bentuk atap candi yang denahnya bujur sangkar dan selalu bersusun serta puncak stupa yang adakalanya berbentuk susunan payung-payung yang terbuka. Dengan demikian, masjid dengan


bentuk seperti ini mendapat pengaruh dari Hindu-Buddha.


Beberapa di antara masjid-masjid khas Indonesia memiliki menara, tempat muadzin menyuarakan adzan dan memukul bedug. Contohnya menara Masjid Kudus yang memiliki bentuk dan struktur bangunan yang mirip dengan bale kul-kul di Pura Taman Ayun. Kul-kul memiliki fungsi yang sama dengan menara, yakni memberi informasi atau tanda kepada masyarakat mengenai berbagai hal berkaitan dengan kegiatan suci atau yang lain dengan dipukulnya kul-kul dengan irama tertentu.


Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk masjid, dapat kita lihat antara lain pada beberapa masjid berikut.


(1) Masjid Banten (bangun beratap tumpang)


(2) Masjid Demak (dibangun para wali)


(3) Masjid Kudus (memiliki menara yang bangun dasarnya serupa meru)


(4) Masjid Keraton Surakarta, Yogyakarta, Cirebon (beratap tumpang)


(5) Masjid Agung Pondok Tinggi (beratap tumpang)


(6) Masjid tua di Kotawaringin, Kalimantan Tengah (dibangun ulama penyebar siar pertama di Kalteng)


(7) Masjid Raya Aceh, Masjid Raya Deli (dibangun zaman Sultan Iskandar Muda)


2) Makam dan Nisan


Makam memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan hasil kebudayaan. Makam biasanya memiliki batu nisan. Di samping kebesaran nama orang yang dikebumikan pada makam tersebut, biasanya batu nisannya pun memiliki nilai budaya tinggi. Makam yang terkenal antara lain makam para anggota Walisongo dan makam raja-raja.


Pada makam orang-orang penting atau terhormat didirikan sebuah rumah yang disebut cungkup atau kubah dalam bentuk yang sangat indah dan megah. Misalnya, makam Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan sunan-sunan besar yang lain.


Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk makam dapat kita lihat antara lain pada beberapa makam berikut.


(1) Makam Sunan Langkat (di halaman dalam masjid Azisi, Langkat)


(2) Makam Walisongo


(3) Makam Imogiri (Yogyakarta)


(4) Makam Raja Gowa


Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk nisan dapat kita lihat antara lain pada beberapa nisan berikut.


(1) Di Leran, Gresik (Jawa timur) terdapat batu nisan bertuliskan bahasa dan huruf Arab, yang memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 475 Hijriah (1082 M);


(2) Di Sumatra (di pantai timur laut Aceh utara) ditemukan batu nisan Sultan Malik alsaleh yang berangka tahun 696 Hijriah (!297 M);


(3) Di Sulawesi Selatan, ditemukan batu nisan Sultan Hasanuddin;


(4) Di Banjarmasin, ditemukan batu nisan Sultan Suryana Syah; dan


(5) Batu nisan di Troloyo dan Trowulan.


b. Peninggalan dalam Bentuk Karya Seni


Peninggalan Islam dapat juga kita temui dalam bentuk karya seni seperti seni ukir, seni pahat, seni pertunjukan, seni lukis, dan seni sastra. Seni ukir dan seni pahat ini dapat dijumpai pada masjid-masjid di Jepara. Seni pertunjukan berupa rebana dan tarian, misalnya tarian Seudati. Pada seni aksara, terdapat tulisan berupa huruf arab-melayu, yaitu tulisan arab yang tidak memakai tanda (harakat, biasa disebut arab gundul).


Salah satu peninggalan Islam yang cukup menarik dalam seni tulis ialah kaligrafi.


Kaligrafi adalah menggambar dengan menggunakan huruf-huruf arab. Kaligrafi dapat ditemukan pada makam Malik As-Saleh dari Samudra Pasai.


Karya sastra yang dihasilkan cukup beragam. Para seniman muslim menghasilkan beberapa karya sastra antara lain berupa syair, hikayat, suluk, babad, dan kitab-kitab.


Syair banyak dihasilkan oleh penyair Islam, Hamzah Fansuri. Karyanya yang terkenal adalah Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Si Burung Pangi, dan Syair Si Dang Fakir.


Syair-syair sejarah peninggalan Islam antara lain Syair Kompeni Walanda, Syair Perang Banjarmasin, dan Syair Himop. Syair-syair fiksi antara lain Syair Ikan Terumbuk dan Syair Ken Tambunan.


Hikayat adalah karya sastra yang berisi cerita atau dongeng yang sering dikaitkan dengan tokoh sejarah. Peninggalan Islam berupa hikayat antara lain, Hikayat Raja Raja Pasai, Hikayat Si Miskin (Hikayat Marakarma), Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Jauhar Manikam.


Suluk adalah kitab-kitab yang berisi ajaran-ajaran tasawuf. Peninggalan Islam berupa suluk antara lain Suluk Wujil, Suluk Sunan Bonang, Suluk Sukarsa, Suluk Syarab al Asyiqin, dan Suluk Malang Sumirang.


Babad adalah cerita sejarah tetapi banyak bercampur dengan mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal. Peninggalan Islam berupa babad antara lain Babad Tanah Jawi, Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin), Babad Raja-Raja Riau, Babad Demak, Babad Cirebon, Babad Gianti.


Adapun kitab-kitab peninggalan Islam antara lain Kitab Manik Maya, Us-Salatin Kitab Sasana-Sunu, Kitab Nitisastra, Kitab Nitisruti, serta Sastra Gending karya Sultan Agung.


Dari Buku Sekolah


Terima kasih:


Duta Pulsa

PENYAKIT SOSIAL

 




orang-ramai


Dalam proses sosialisasi di masyarakat, disadari ataupun tidak disadari seseorang pernah melakukan tindakan penyimpangan sosial, baik dalam skala besar ataupun kecil. Perilaku menyimpang apabila dilakukan secara intens dan dalam skala yang besar bisa berubah menjadi penyakit sosial.


Penyakit sosial yang merupakan kebiasaan berperilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, baik pada masyarakat tradisional, desa, kota, maupun pada masyarakat modern.


PENGERTIAN PENYAKIT SOSIAL


Berbagai perilaku individu terkait erat satu sama lainnya dalam setiap kelompok atau masyarakatnya. Masyarakat adalah suatu kelompok sosial yang terdiri atas kumpulan beberapa individu yang hidup bersama dan menjalin interaksi sosial dalam suatu daerah dalam jangka waktu yang relatif lama.


Masyarakat dapat diibaratkan sebagai tubuh, di mana keadaan masing-masing organ berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Demikian halnya masyarakat, di mana perilaku individu yang merupakan bagian dari masyarakat menentukan bagaimana keadaan masyarakat secara kesuluruhan. Misalnya kebiasaan warga masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya akan membentuk situasi lingkungan masyarakat yang bersih, sehat, rapi, dan indah. Sebaliknya, jika masing-masing warga masyarakat tidak peduli dengan keadaan lingkungannya, maka situasi lingkungan masyarakat tersebut diwarnai dengan egoisme dan ketidakteraturan.


Masyarakat yang harmonis terbentuk dari perilaku masing-masing warga masyarakat yang sesuai dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Keharmonisan kehidupan masyarakat akan menciptakan suasana masyarakat yang sehat dan teratur.


Seperti halnya dengan tubuh yang selalu menghadapi kemungkinan adanya berbagai jenis penyakit yang berpengaruh terhadap kesehatan, di tengah masyarakat juga terdapat berbagai jenis penyakit yang dapat merongrong kondisi keharmonisan dan keteraturan sosial. Hal-hal yang dapat mengakibatkan situasi lingkungan masyarakat yang tidak sehat disebut sebagai penyakit sosial. Penyakit sosial merupakan bentuk kebiasaan berperilaku sejumlah warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berpengaruh terhadap kehidupan warga masyarakat.


MACAM-MACAM PENYAKIT SOSIAL


Penyakit sosial merupakan bentuk kebiasaan masyarakat yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial, sehingga menghasilkan perilaku menyimpang. Beberapa kebiasaan warga masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai bentuk penyakit sosial antara lain kebiasaan minum-minuman keras, berjudi, menyalahgunakan narkoba, penyakit HIV/AIDS, penjaja sex komersial (PSK), dan sebagainya.


1. Minum-Minuman Keras


Minuman keras atau sering disingkat miras adalah minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol dikategorikan menjadi tiga golongan berdasarkan kadar alkohol yang terkadung di dalamnya, yaitu:


a. Minuman beralkohol golongan A, mempunyai kandungan alkohol sebanyak 1 % sampai 5 %.


b. Minuman beralkohol golongan B, mempunyai kadar alkohol lebih dari 5 % sampai 20 %.


c. Minuman beralkohol golongan C, mempunyai kadar alkohol lebih dari 20 % sampai 55 %.


Alkohol termasuk zat adiktif, yakni zat yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. Di samping itu, alkohol juga termasuk golongan depresan yang dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf. Sifat alkohol yang antiseptik sebagai larutan pelawan kuman sering dipergunakan oleh tenaga medis (dokter, perawat, bidan) untuk membersihkan peralatan yang akan dipergunakan untuk kegiatan pengobatan, misalnya alat suntik, mencuci peralatan operasi bedah, mensterilkan ruangan, dan sebagainya.


Masyarakat Eropa adalah kelompok masyarakat yang terbiasa meminum minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh guna melawan dinginnya lingkungan. Akan tetapi, mereka meminum alkohol tidak lebih dari satu gelas kecil (sloki) berukuran 10 ml dan hanya beberapa teguk saja, itu pun dilakukan tidak setiap saat.


Minum minuman beralkohol dalam jumlah banyak dapat menimbulkan mabuk bahkan tak sadarkan diri, karena alkohol berpengaruh terhadap kerja dan fungsi susunan saraf. Pemakaian alkohol dalam jangka waktu lama akan menimbulkan kerusakan pada organ hati dan otak serta menimbulkan efek ketergantungan.


Orang yang kecanduan alkohol akan menunjukkan gejala-gejala seperti mual, gelisah, gemetar, sukar tidur. Pengaruh alkohol mengakibatkan perilaku emosional, tak terkendali, dan agresif. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa banyak pelaku tindak kriminal selalu diawali dengan meminum minuman keras, sehingga tindakannya bisa di luar batas perikemanusiaan.


2. Judi


Judi merupakan kegiatan permainan yang bertujuan memperoleh uang tanpa bekerja dan hanya mengandalkan faktor spekulasi.


Permainan judi selalu dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi yang bertujuan memperoleh uang secara cepat tanpa bekerja melalui suatu permainan. Kebiasaan berjudi membuat orang menjadi malas dan tidak mau bekerja, tetapi mempunyai ambisi besar untuk mendapatkan uang dalam jangka waktu singkat.Seperti halnya miras, berjudi dapat membuat orang ketergantungan, sehingga ia rela menghabiskan waktu dan pikirannya hanya untuk berjudi.


Kebiasaan berjudi akan membentuk seseorang tumbuh menjadi pribadi yang cenderung emosional, tidak sabaran, tidak mampu berfikir logis, dan pemalas.


3. Narkoba


Istilah narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, narkotika diartikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.


Menurut Dr D.J. Siregar, istilah narkotika berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata “narkotikos”, yang berarti keadaan seseorang yang kaku seperti patung atau tidur.


Dalam dunia kedokteran narkoba sangat diperlukan sebagai sarana pengobatan. Misalnya sebagai obat penenang atau obat bius dan penghilang rasa sakit pada pasien.


Orang yang menyalahgunakan pemakaian narkoba merupakan bentuk penyalahgunaan yang bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga mengganggu lingkungan sosial akibat sikap yang ditimbulkan dari ketergantungan terhadap narkoba. Orang yang mengalami ketergantungan pada narkoba biasanya akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba, seperti mencuri, merampok, dan merampas. Penyalahgunaan narkoba seringkali menyebabkan masalah kejiwaan dan kesehatan yang serius bagi penggunanya. Kehidupan sosial pemakai narkoba menjadi terganggu, sukar bergaul dan cenderung mudah terpengaruh tindak kejahatan.


Pengaruh narkoba terhadap tubuh yang sehat akan mengakibatkan gangguan mental dalam bentuk emosional, perilaku tidak terkendali, penurunan daya ingat yang sangat drastis, kerusakan sistem saraf otak. Adapun secara umum, ciri-ciri pemakai narkoba antara lain:


a. daya konsentrasi menurun,


b. malas, gairah untuk hidup hilang,


c. tidak peduli terhadap keadaan dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya,


d. tidak mampu menggunakan akal pikirannya secara sehat,


e. sangat sensitif, emosional, dan agresif,


f. ketergantungan terhadap narkoba akan menimbulkan rasa sakit pada sekujur tubuh.


4. Penyakit HIV/AIDS


AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Tubuh yang terserang AIDS akan rentan terhadap infeksi penyakit, sehingga mengakibatkan kematian. Saat ini, AIDS telah tersebar luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Virus HIV tersebar melalui pertukaran cairan tubuh, seperti darah, sekreta dari alat kelamin (cairan semen dan cairan vagina),


dan air susu. Oleh sebab itu, HIV menular lewat hubungan seksual dengan penderita HIV (baik melalui anus atau vagina), kontak melalui darah dan produk-produk darah (misalnya serum), serta kegiatan menyusui dari ibu penderita HIV kepada anak yang disusuinya.


Meskipun HIV juga terdapat dalam air ludah dan urin, namun virus ini tidak cukup kuat untuk menyebabkan infeksi. Kontak biasa dengan orang yang terinfeksi HIV, seperti mengobrol, bersalaman, makan bersama, dan berenang, tidak akan menularkan HIV.


Selain menimbulkan gejala influenza, seperti demam, pusing, dan hidung tersumbat, seseorang yang terinfeksi HIV juga mengalami beberapa gejala, seperti batuk, penurunan berat badan, pembesaran kelenjar getah bening, gangguan penglihatan, serta gangguan saraf dan otak. Para pecandu narkoba yang terinfeksi HIV sering mengalami gejala tambahan, seperti penyakit kuning, sesak napas, dan jantung berdebar-debar. Apabila jumlah sel turun sampai di bawah 200 sel per mikroliter darah, orang yang terinfeksi HIV akan mengalami gejala-gejala infeksi oporturiistik dan kanker, seperti pneumonia pneumosistis (infeksi paru-paru), sitomegalovirus, herpes, serta kanker sarkoma kaposi (kanker pembuluh darah) dan kanker leher rahim.


5. PSK


Pekerja sex komersial (PSK) merupakan salah satu bentuk penyakit sosial yang tertua di dunia. Kegiatan PSK yang disebut sebagai prostitusi telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno.


Meskipun upaya pemberantasan terus-menerus dilakukan, tetapi praktik prostitusi tetap saja marak di masyarakat, baik yang berlangsung secara terang-terangan maupun secara terselubung dengan berkedok dan membaur dalam kegiatan sosial lainnya.


Pada umumnya kegiatan prostitusi berlatar belakang pada faktor kesulitan ekonomi. Namun secara psikologis, prostitusi merupakan bentuk kelainan mental yang hanya dapat berhenti atas kesadaran pelaku semata. Oleh karena itu, meskipun pelaku prostitusi dijaring, dibina, dan diberi aneka keterampilan agar bekerja secara sewajarnya, namun tetap saja ia akan kembali menekuni prostitusi sebagai pilihan hidupnya apa pun risikonya.


Melalui prostitusi inilah akan berkembang subur penyakitpenyakit sosial lainnya, sehingga terciptalah mata rantai yang tidak terputus, bahkan saling terkait misalnya antara prostitusi dengan miras, penyalahgunaan narkoba, perjudian, dan proses penularan penyakit HIV/AIDS.


6. Kenakalan Remaja


Usia remaja erat kaitannya dengan perubahan sikap dan pola perilaku pada diri seseorang. Suatu hal yang alamiah bahwa dunia remaja selalu diwarnai dengan perilaku-perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang telah diserapnya, karena keinginannya untuk menemukan jati diri dan adanya dorongan untuk tidak mau dikendalikan oleh orang lain. Dalam kondisi alamiah inilah peran orang tua sebagai penanggung jawab mengenai perilaku anak-anak sangat diharapkan. Kecenderungan remaja terikat dengan lingkungan sosial sebayanya memudahkan remaja terbawa arus lingkungannya. Oleh karena itu, orang tua wajib mengenali secara benar siapa saja teman sebaya anaknya yang sedang memasuki masa remaja.


Kenakalan remaja merupakan bentuk aktivitas sekelompok remaja yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Sesuai dengan sifat remaja yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan emosi, perilaku mereka mencerminkan gejolak emosi tanpa mempedulikan lingkungannya. Misalnya kebut-kebutan, membikin keonaran/keributan, dan selalu melakukan aktivitas-aktivitas untuk memuaskan rasa ingin tahunya yang sangat besar. Mudahnya remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, miras, merokok bahkan tindak kejahatan merupakan bentuk perilaku menyimpang yang selalu berawal dari iseng atau coba-coba yang membuatnya mudah terjerumus ke perilaku menyimpang.


Seiring dengan proses pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang selalu berganti generasi, maka gejala kenakalan remaja pun selalu ada dalam kehidupan masyarakat dengan berbagai bentuk sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Dari Buku Sekolah


Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta



Posted in Sosial. 2 Comment »