Jangan Bersedih

Musibah demi musibah datang silih berganti menerpa negeri ini. Jumlah kerugian sudah tidak terhitung lagi. Ada kerugian materi dan fisik. Ada pula kerugian psikologis. Apa rahasia di balik semua ini? Apakah ini ujian, laknat, ataukah hanya cara kerja alam mematuhi amanat Tuhan?

Alam dan semua yang terjadi di dalamnya merupakan rentetan kalimat-kalimat walau tidak tersusun dari huruf-huruf, dan tidak pula terangkai dari kata-kata. Di dalamnya sarat dengan isyarat dan penuh dengan ibrah (pelajaran). Setiap mata diharapkan dapat membaca ayat-ayat alam dan menelaah kalimat-kalimat yang beredar di jagat raya. Pun demikian dengan telinga, diharapkan terbuka untuk mendengarkan suara-suara yang menggema di dalamnya.

Masalah penciptaan, hidup dan mati, Allah rumuskan dengan tujuan yang jelas. Allah menegaskan dalam Alquran, ’’Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ’’Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’’ (QS Ali Imron [3]: 190-191)......

..... SELENGKAPNYA>>> Jangan Bersedih

Posted in Agama. 0 Comment »

Sodaqoh

Q.4:1:Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. 

·         Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak seorang pun yang lebih sabar mendengar sesuatu yang menyakitkan selain Allah, karena meskipun Allah disekutukan dan dianggap memiliki anak, tetapi Allah tetap memberikan kesehatan dan rezeki kepada mereka. (Shahih Muslim No.5016) ....

 

 

 

.... SELENGKAPNYA

Posted in Agama. 0 Comment »

MEMBANGUN PERILAKU ISLAMI

Zaman reformasi memang mendambakan perubahan dari zaman sebelumnya. Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW dulu membawa umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman pencerahan dan mengentas dari kegelapan. Apakah pemimpin kita sekarang ini sudah mencontoh Rasul itu? ‘Jauh panggang dari api’, begitu pepatah Melayu bertutur. Banyak yang berkhianat, tidak menepati janji, menusuk dari belakang dan istilah sekarang memutar balik fakta dan memelintir opini.

Ini ada kisah Rasul yang berjanji dengan sobatnya bernama Abdullah bin Abdul Haitsma. Kedua insan ini berjanji bertemu di suatu tempat yang sudah ditentukan waktunya. Ternyata Abdullah lalai dan lupa. Tiga hari kemudian ia ingat akan janjinya dengan Rasul. Alangkah kagetnya, ternyata Muhammad SAW masih menunggunya di hari ketiga. Masya Allah…………

Dari kisah itu tampak pesona amanah yang memancar dari nabi kita yang sudah melekat jauh sebelum kenabiannya. Di situ tampak di tengah kaumnya Muhammad SAW membangun budaya jujur, patuh, memenuhi janji, dan bisa dipercaya. Layaknya gelar Al Amin (yang dapat dipercaya) disandangnya.

Setelah kenabian dan kerasulannya diterima dari Allah, sifat-sifat itu tidak hanya menempel pada perilakunya, tapi meluncur dari ujarnya. Ada yang menarik dari sabdanya, “Tunaikanlah amanah terhadap orang yang mengamanatimu dan jangan berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Maka ketika perilaku khianat dan dusta sudah menggurita dari tingkat bawah sampai tingkat atas, sikap amanah menjadi sangat mahal dan langka sekali.

 

MORE ....

Posted in Agama. 0 Comment »

Sunnah dan Bid’ah

Oleh: Dr. Yusuf Qardhawi

 

 

PENDAHULUAN


Segala puji bagi Allah, kami melantunkan puja-puji, meminta pertolongan dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Shalawat dan salam atasnya, keluarganya, sahabatnya, dan mereka yang melanjutkan dakwahnya, memegang sunnahnya, dan memperjuangkan agamanya, hingga hari kiamat.

 

Salam hormat yang paling baik, yang aku ucapkan kepada kalian adalah salam Islam, yaitu as-salamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Pembahasan kita pada kesempatan ini adalah seputar permasalahan sunnah dan bid’ah. Hal ini berkaitan dengan sebuah artikel yang diterbitkan oleh sebuah majalah yang diterbitkan di negara kita ini.[1] Artikel itu menyandang judul yang amat nyeleneh, yaitu "Istinkaarul-Bid’ah wa Kuraahatul-Jadiid, Mauqifun Islami am jahili?" Artinya, "Mengingkari Bid’ah dan Membenci Hal yang Baru, Apakah Sikap Islami ataukah Sikap Jahiliah?’ Di situ, si penulis artikel ingin menyampaikan pesan bahwa mengingkari bid’ah adalah suatu sikap jahiliah. Menurutnya, kita tidak boleh mengingkari bid’ah dan harus membiarkan manusia menciptakan apa pun yang dikehendaki oleh inspirasi mereka atau oleh setan mereka, baik setan yang berbentuk manusia maupun jin.

 

Oleh karena itu, kami ingin mengembalikan masalah ini kepada pokok yang sebenarnya dan kita perlu meredefinisikan (mendefiniskan ulang) pemahaman-pemahaman kita tentang masalah ini karena masalah ini sangat penting. Membiarkan suatu pemahaman tanpa pendefinisian yang jelas akan membuat suatu masalah menjadi seperti karet yang dapat ditarik ulur dan kembali pada keadaan semula, serta membuat setiap orang dapat menafsirkannya sekehendak hatinya. Ini tentunya amat berbahaya.

 

more ...

 

lebih lengkap di  http://dahlanforum.wordpress.com/2009/05/31/sunnah-dan-bidah/

 

Posted in Agama. 0 Comment »

Allah melimpahkan rahmat-Nya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar. (Shahih Muslim No.5036)

Posted in Agama. 0 Comment »

Agama Buddha

 

Agama Buddha juga berasal dari India. Agama ini timbul sebagai reaksi masyarakat terhadap peran kaum Brahmana yang dianggap terlalu berlebihan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka. Agama ini didasarkan pada ajaran Sidharta Gautama. Sidharta Gautama digelari Sang Buddha (orang yang mendapat pencerahan) karena ia mendapat penerangan yang sempurna setelah bertapa di tengah hutan.

Agama Buddha tidak mengakui pembagian kasta dalam masyarakat. Menurut ajaran Buddha, setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga bebas dari samsara. Penderitaan dapat dihentikan dengan cara menindas trisna (nafsu). Nafsu dapat ditindas melalui delapan jalan (astavidha), yaitu pandangan (ajaran) yang benar, niat atau sikap yang benar, berbicara yang benar, berbuat atau bertingkah laku yang benar, penghidupan yang benar, berusaha yang benar, memerhatikan hal-hal yang benar, dan bersemedi yang benar.

Pemeluk agama Buddha wajib melaksanakan tiga ikrar (Tri Ratna), yaitu: berlindung kepada Buddha, berlindung kepada Dharma (ajaran) agama Buddha, dan berlindung kepada Sanggha (perkumpulan) masyarakat pemeluk agama Buddha. Kitab suci agama Buddha ialah Tripitaka (Tiga Keranjang) yang terdiri atas Vinayapitaka (berisi tentang bermacam-macam aturan hidup dan hukum penentu cara hidup pemeluknya), Sutrantapitaka (berisi tentang pokok-pokok wejangan Sang Buddha), dan Abdhidharmapitaka (berisi tentang penjelasan dan kupasan mengenai sosial beragama atau falsafah agama). Umat Buddha merayakan Hari Raya Triwaisak, yang merupakan peringatan kelahiran, menerima bodhi, dan wafatnya Sang Buddha yang bertepatan dengan saat bulan purnama pada bulan Mei.

Agama Buddha terbagi atas dua aliran. Pertama, Mahayana yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, setiap orang harus mengembangkan sikap kebijaksanaan dan sifat welas asih. Kedua, Hinayana yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, sangat bergantung pada usaha diri melakukan meditasi.

Agama Buddha mencapai puncak kejayaannya pada zaman kekuasaan Raja Asoka (273-232 SM) yang menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Tempat-tempat suci umat Buddha antara lain Bodh-Gaya, tempat bersemedi Sidharta Gautama.

Dari Buku Sekolah       

Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Posted in Agama. 0 Comment »

Agama Hindu

Agama Hindu berasal dari India. Agama ini merupakan perpaduan antara agama yang dianut oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah berhasil mendesak bangsa asli India, Dravida. Terjadi pembauran antara bangsa Arya dan bangsa Dravida yang selanjutnya menurunkan generasi yang disebut bangsa Hindu. Kata hindu berasal dari kata sindhu (bahasa Sanskerta) yang berarti sungai.

Kata ini mengacu pada Sungai Indus yang menjadi sumber air bagi kehidupan di sekitarnya.

Sumber ajaran agama Hindu terdapat dalam kitab suci Weda (terdiri atas empat kitab), Brahmana (merupakan tafsir dari kitab Weda), dan Upanisad (memuat dasardasar filsafat hubungan antara manusia dan TUHAN). Kata weda berasal dari kata vid artinya tahu. Weda atau veda berarti pengetahuan suci. Kitab ini ditulis ketika bangsa Arya menduduki Punjam, 3.000 tahun sebelum Masehi.

Dewa-dewa utama dalam ajaran Hindu ialah Dewa Trimurti (kesatuan dari tiga dewa). Ketiga dewa tersebut ialah:

(1) Dewa Brahma. Brahma bertugas menciptakan alam semesta dan mengatur segala peristiwa di dunia. Kendaraannya berupa angsa.

(2) Dewa Wisnu. Wisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya berupa seekor burung garuda.

(3) Dewa Syiwa. Syiwa bertugas sebagai perusak semua yang tidak lagi berguna di alam. Kendaraannya seekor lembu.

Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh seorang pendeta yang disebut brahmana. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:

1. Widhi Tattwa: percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya

2. Atma Tattwa: percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk

3. Karmaphala Tattwa: percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan

4. Punarbhawa Tattwa: percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)

5. Moksa Tattwa: percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia

 

Dalam masyarakat Hindu, dikenal lima kasta atau kelas, yaitu:

(1) Brahmana: terdiri atas pemimpin agama atau pendeta

(2) Ksatria: terdiri atas para bangsawan, raja dan keturunannya, serta prajurit-prajuritnya

(3) Waisya: terdiri atas pengusaha dan pedagang

(4) Sudra: terdiri atas para petani dan pekerja kasar

(5) Paria: terdiri atas gelandangan (orang yang haram untuk disentuh)

Tempat suci umat Hindu antara lain kota Benares yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya Dewa Syiwa. Sungai Gangga dianggap keramat dan suci karena air Sungai Gangga dianggap dapat mensucikan abu jenazah yang dibuang ke dalamnya. Hari raya umat Hindu ialah Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri.

 

Dari Buku Sekolah       

Terima kasih: Duta Pulsa - Dynasis - Buku Murah - Toko Barang Pilihan - Persewaan Alat Pesta

Posted in Agama. 0 Comment »