Abaya Biru Batik

Nilai Strategis dari Loyalitas Merek

Loyalitas merek dari para pelanggan yang ada mewakili suatu aset strategis (strategic asset) yang jika dikelola dan dieksploitasi dengan benar, mempunyai potensi untuk memberikan nilai dalam bentuk seperti diperlihatkan pada gambar ini.

Nilai Loyalitas Merek

  1. Mengurangi biaya-biaya pemasaran.

Suatu basis pelanggan yang mempunyai loyalitas merek bisa mengurangi biaya pemasaran perusahaan. Jelas akan lebih murah biaya untuk mempertahankan pelanggan dibanding berusaha mendapatkan pelanggan baru. Karena calon pelanggan baru biasanya kurang motivasi untuk beralih dari merek yang sedang mereka gunakan, maka mereka juga tidak berusaha memikirkan alternatif-alternatif merek. Bahkan jika alternatif-alternatif diperlihatkan mereka, mereka cenderung butuh suatu alasan yang kuat untuk mengambil resiko membeli dan menggunakan merek lain. Kesalahan umum dari upaya menarik minat pelanggan baru dan mengabaikan pelanggan yang sudah ada. Para pelanggan yang sudah ada biasanya relatif mudah untuk dipertahankan apabila mereka tidak merasakan suatu ketidakpuasan. Sesuatu yang umum adalah nyaman dan meyakinkan. Dan biasanya akan jauh lebih murah untuk menjaga pelanggan yang ada tetap puas......

..... SELENGKAPNYA>>> Nilai Strategis dari Loyalitas Merek

 

.

Penjualan Angsuran dengan Tukar Tambah (Trade in)

Dalam penjualan angsuran perusahaan kadang menerima barang tukar tambah sebagai pembayaran sebagian atas kontrak penjualan angsuran barang yang baru.

Bagi si penjual meskipun ia sudah terikat dengan perjanjian penjualan angsuran yang telah dibuat tetapi untuk lebih aman maka barang yang terutama dari penukaran tadi harus dinilai kembali dengan memperhatikan kemungkinan adanya perbaikan, serta tingkat laba yang diharapkan dari penjualan barang bekas tersebut......

.... SELENGKAPNYA >>>
Penjualan Angsuran dengan Tukar Tambah (Trade in)

 

..

Kesadaran Merek

Kesadaran merek (brand awareness) adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat merek itu kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari katagori produk tertentu.

Kesadaran merek tidak cukup membentuk ekuitas merek, brand awareness yang tinggi tidak cukup untuk membentuk menyimpulkan bahwa produk tersebut mempunyai ekuitas merek yang cukup tinggi karena banyak variabel lain yang turut diperhitungkan dan membutuhkan jangkauan kontinum (continuum ranging) dari perasaan yang tak pasti bahwa merek tertentu dikenal, menjadi keyakinan bahwa produk tersebut merupakan satu-satunya dalam kelas produk bersangkutan sebagaimana ditujukan pada gambar berikut.....

..... SELENGKAPNYA >>Kesadaran Merek

Perbedaan Perlakuan Akuntansi Penjualan Reguler dan Penjualan Konsinyasi

Dalam pengertian penjualan reguler menurut M. Ichwan dan Arifin adalah:

“Peningkatan jumlah aktiva atau penurunan jumlah utang suatu badan usaha yang timbul dalam penyerahan barang/jasa/aktiva usaha lainnya dalam suatu periode”4

Penjualan konsinyasi mempunyai perbedaan yang khusus dengan penjualan reguler. Menurut Hadori Yunus Harnanto memberikan kriteria yang merupakan perbedaan perlakuan akuntansi konsinyasi dengan transaksi penjualan reguler. Keempat kriteria itu adalah sebagai berikut:

  1. Barang-barang masih menjadi hak milik konsinyor dan harus dilaporkan sebagai persediaan konsinyor boleh mengakui barang-barang konsinyasi sebagai persediaannya.
  2. Pendapatan diakui konsinyor pada saat barang-barang konsinyasi dapat dijual pada pihak ke-3.
  3. Pihak pengamat (consignor) sebagai pemilik tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua biaya yang berhubungan dengan barang-barang konsinyasi. Sejak pengiriman barang sampai dengan saat komisioner berhasil menjual barang kepada pihak ke-3. Kecuali jika ditentukan lain dalam perjanjian diantara kedua pihak yang bersangkutan......

.... SELENGKAPNYA >>>Perbedaan Perlakuan Akuntansi Penjualan Reguler dan Penjualan Konsinyasi

.

 

Penentuan Jumlah Kas yang Optimal

Didalam pengelolaan kas setiap manajer selalu berusaha agar dalam perusahaan terjadi aliran kas yang teratur. Untuk itu harus diusahakan agar aliran kas masuk dan aliran kas keluar dalam keadaan seimbang, yaitu tidak terjadi saldo kas yang berlebih ataupun yang kurang.

Seperti yang dikatakan Riyanto (1980:99) sebagai berikut:

Kas adalah salah satu elemen modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya dan dapat digunakan untuk menguasai atau memiliki barang dan jasa apa saja yang kita inginkan dalam keadaan normal.....

.... SELENGKAPNYA

 

.

Gaya Hidup/Kepribadian dalam hubungannya dengan Merek

Sebuah merek – bahkan sebuah mesin seperti mobil – bisa diilhami oleh pelanggan dengan aneka kepribadian dan karakteristik gaya hidup yang hampir sama.

Kelas produk

Beberapa merek perlu membuat keputusan posisioning yang menentukan yang melibatkan asosiasi-asosiasi kelas produk.

Para kompetitor

Untuk sebagian besar strategi posisioning, kerangka acuannya – baik itu eksplisit maupun implisit – adalah satu kompetitor atau lebih. Di by contoh kasus, kompetitor bisa menjadi aspek dominan dalam strategi posisioning. Ada dua alasan yang mendasari perlu mempertimbangkan posisioning yang berkenan dengan seorang kompetitor. Pertama, kompetitor mungkin mempunyai suatu pencitraan yang jelas sangat mengkristal dan telah dikembangkan selama bertahun-tahun, sehingga bisa digunakan sebagai jembatan untuk membantu mengkomunikasikan pencitraan dalam bentuk lain berdasarkan acuan itu. Kedua, kadang-kadang tidak...

.... Selengkapnya

 

 

Pengertian Penjualan Angsuran

Menurut Allan R. Drebin  (1996: 121) dalam buku Akuntansi Keuangan Lanjutan  penjualan angsuran barang dagangan adalah:

“Penjualan barang dagangan yang pembayarannya dilakukan secara bertahap dalam jumlah dan waktu yang telah ditentukan. Dan didalam penjualan angsuran barang-barang dagangan mempunyai ketentuan sebagai berikut:

1. Pembayaran Uang Muka

Yaitu pembayaran uang muka yang dilaksanakan secara tunai yang jumlahnya sebesar persentase tertentu dari harga jual barang atau sebesar jumlah rupiah yang telah ditentukan

2. Pembayaran Angsuran

Yaitu pembayaran uang tunai periodik sebagai pembayaran angsuran yang besarnya telah ditentukan sebelumnya atau ditentukan besar kecilnya yang tergantung pada lamanya jangka waktu angsuran.

      Selengkapnya ....

 

 


Pendapatan

 


Terima kasih: Duta Pulsa - Persewaan Alat Pesta - Tokonya Arek Suroboyo - Toko Jilbab - Koleksi Abaya-Busana Muslim - Kerudung Murah


Mendukung Stop Dreaming Start Action

Bagaimana pendapat Sahabat tentang VIRAL LINK

Berikut saya copy salah satu penawaran viral link dari sebuah blog... saya ingin tahu pendapat para sahabat mengenai hal ini..

 

Ceritanya Mr. Mung lagi terus bersemangat buat naikin trafik… eee.. baca di buku tamu ternyata ada pengunjung yang setelah aku kunjungi balik bergabung dalam Viral Linking Meningkatkan Pagerank , boleh juga nich di coba buat naikin trafik, ada yang tertarik gak???

KEGUNAAN VIRAL LINKING :

  1. Terjalin silaturahmi antar blog, tambah temen, tambah saudara, dan tentunya jadi meningkatkan PR Blog, Trafic Pengunjung.
  2. Salah satu cara agar Blogger tetap dapat manfaat dari Artikel ini.
  3. Viral ini bekerja seperti Virus… Dalam hitungan Minggu, PR Google anda Insya Allah berubah.

{Start Copy Here}

Blog Ads

Rules :

  1. Copy Paste from {Start Copy Here} to {End Copy Here}
  2. Please Link Back to the person who tagged you and PASS this tag to many of your friends.
  3. If you have more the one Blog, please post this to all of your Blogs, the more the merrier
  4. The use of NO FOLLOW on links is not allowed, Let’s all be fair!
  5. Remember to come back here at JENNY TALKS (pls don’t change this link) and leave the exact post url so i can add you to the master list to help increase our rankings and improve our Technorati Authority
  6. Spread the Virus.. oooooops i mean the VIRAL LINKING and happy blogging

#1. Scraps & Shots #2. Simply Jen 3. This and That 4. Fab & Chic Finds 5.A Slice of Life 6. Jenny Talks 7.Tech Stuff Plus 8. Food on the Table 9. Aussie Talks 10. When Mom Talks 11. Moments of My Life 12. My Crossroads 13. A Life in Bloom 14. Because Life is a Blessing 15. Digiscraptology 16. BLOGSILOG 14.Cherry’s Comfort Zone 15. DigiScrapz: Captured Memories 16. Buzzy Me 17. Fab Finds, Etc. 18. Thinking Out Loud 19. Wishing and Hoping 20. PRC Board Exam Results 21. Jobs Abroad 22. My Blog Portfolio17.Race Corner 18. Mommy Talks. 19. Home and Health 20. All Kinds of Me Stuff 21. Ink Baby Studios 22.The Salad Caper 23. Winding Creek Circle 24. Aggie Scraps 25. Momma Stuff 26. We Are Family 27.Gandacious 28. Busynessworld 29. Folcreative 30. Swanportraits 31. Rumination Under The Clouds 32.Consciously Think 33. Sprawt 34. Healthy Skinny 35. Geekyology 36. When Mom Speaks 37. Rumination38. Amiable Amy 39. Captured on Time 40. Pit of Gadgetry 41. Me and Mine 42. Little Peanut 43. Creative in Me 44. Around the world 45. Pea in a Pod 46. For the LOVE of Food 47. Music of My Heart 48. It’s Where the Heart Is 49. Blog in to Space 50. A Mothers Horizon 51. Simply me 52. Whats Up 53. Comedy Plus 54.Lovin’ Life 55.Ozzy’s Mom 56. Apple and Candie 57. I was once lost in love 58. Pinay in Love 59. Pau’s Big Thoughts 60. Twisted Angel 61. Hailey’s Beat and Bits 62. Living A’ La Mode 63. Bits and Pieces 64. Honey and Daisy 65. Pinay Ads 66. Great Kingkay 66. It’s Naptime 67. Lisgold 68. Signe Says 69. Thomas Web Links 70. Thomas Travel Tales 71. Nita’s Corner 72. Great Finds and Deals 73. Nita’s Ramblings 74.Batuananons 75. Filipino Online Community 76. Healthy Living and Lifestyle 77. CompTechGadgets 78.Nita’s Random Thoughts 79. Make Money Online 80. Erlinda’s Wandering Thoughts 81. Kitty’s haven 82.This and That 83. Shoppaholic girly 84. My Life in this Wonderful World 85. My Online World 86. Joys in Life 87. Journey in Life 88. Tere’s World 89. Jean’s Live it Up 90. Muzikistah 91. Maharot 92. SUPASTAH!93.Life is a constant journey 94.Amazingly Me 70. Treeennndddzzz 96. otwarteInfo’s 98. AdventureSage 99. in-Tech Revolution 100. LovingMore 101. From Melissa’s Desk 102. denz Recreational 103. Network of Combined Ideas 104. Sheltered Not Shattered 105. Mommying on the Fly 106. Me, Myself and Darly 107. Stay at Home Mom 108. Harmony in Motion 109. My Happy Thoughts 110. Mommyhood is Thankless 111. Life is Random. SO.I.AM 112.Life’s sweet and spices 113. Rainbow Colored Me 114. My Oweini Life 115. All About Mye Life 116. Is it Bedtime Yet 117. Super Coupon Girl 118. My Life…. My Journey 119. Project Wicked Blogs and Reviews 120. Life According To Me 121. WilStop 122. I Love Pixels 123. Cellulitic Bliss 124.Underneath It All 125. Momstart 126. Pinaymama’s Diary 127. My Heart 4 Him 128. 1StopMom 129.Random Chronicles 130. Maeyonnaise 131.Blessings in Life 132. Survivor Mom 133. Sharing my Thoughts134. Beautiful Language 135. Medical Updates 136. Living in One Income 137. Mommy Elvz 138.elymac&frendz 139. BeinG mYselF 140. Love’s Haven 141. Mi Mundo Del Amor142. Budiawan Hutasoit 143. Tomi Utomo 144. Hamidz 145. Mr. Mung 146. Mung Tutorial 147. Buku Murah 148.  Forum Positif 149. Blog Kamu

{End Copy Here}

 

Silahkan copy link di atas dan masukkan link anda pada urutan paling akhir. Anda tinggal copy dan paste pada keadaan Compose bukan Edit HTML. ingat pada keadaan Compose.

—— Salam Sukses —–

 

 Jika punya pendapat jangan segan klik Comment » di bawah ini dan tulis pendapat Anda...

ok.. ditunggu..... :) :)

 

 

 

Setuju tidak sahabat? dengan konsep ini...

Berikut saya kutip penawaran memberikan infomasi untuk mendapatkan imbalan.

Bebas Biaya (GRATIS), Dapat Uang Gratis !!

GALESUS.com


   
 

Konsep Baru:

  Bebas Biaya Alias GRATIS !!

Peluang Penghasilan lebih dari 100.000.000,-

URL Pribadi

 
   

Pernahkah Anda mengikuti Program dan Anda harus membayar ketika bergabung?

Apakah Anda pernah merasa tidak yakin akan Program yang Anda ikuti?


 

Kami adalah Program dimana Member tidak perlu membayarse-sen-pun.

Cukup merekrut 25 orang dan Anda telah berhasil selangkah lebih maju untuk memperbaiki keuangan Anda. Dengan jumlah pengguna Internet di Indonesia sebanyak 28.000.000 dan terus meningkat, Tidak akan sulit bagi Anda untuk mencari 25 orang. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak bergabung dalam Program ini. Dan bergabunglah sekarang juga.


 

Tabel dibawah adalah gambaran keberhasilan yang akan Anda raih. Dengan perhitungan bahwa anda berhasil merekrut 25 orang dan masing-masing downline Anda berhasil merekrut 25 orang.

Level Member Jumlah (Rp)
Level 1 25 orang x Rp 30,- 750,-
Level 2 25  x 25 orang x Rp 30,- 18.750,-
Level 3 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 468.750,-
Level 4 25  x 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 11.718.750,-
Level 5 25  x 25  x 25  x 25 x 25 orang x Rp 30,- 292.968.750,-
Total komisi 305.175.750

Biaya untuk Bergabung dalam Program ini hanyalah Rp 0,-

Bergabunglah Sekarang !!


FAQ

Kenapa Anda membuat Program ini?

Program ini ditujukan untuk mencari Anggota. Kami ingin pada suatu saat nanti akan mendirikan website untuk iklan baris & PTC. Oleh karenanya, Kami harus mencari member terlebih dahulu. Bila Anda membantu Kami mencari member, Kami akan memberikan komisi kepada Anda

Bagaimana sistem  GALESUS dijalankan ?


Sistem dari GALESUS ini adalah mencari Anggota sebanyak-banyaknya untuk menjadi member. Bila nantinya Program PTC kami dirikan, Anggota yang Anda rekrut akan menjadi Referral Saudara.

Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan komisi dengan program ini ?


1 . Untuk setiap pendaftar tanpa melalui Sponsor :

  • Program akan mengambil salah satu dari Data Member yang telah bergabung secara random dan menjadikannya Sponsor (Sponsor Langsung).

2. Untuk setiap pendaftar yang datang dengan Sponsor :

  • Sponsor tersebut tetap menjadi seorang  Sponsor Level 1 (Sponsor Langsung) .  Sponsor ini mendapatkan komisi Rp. 30,- Sehingga Anda yang melakukan promosi akan tetap menjadi seorang Sponsor Level 1.

Sampai kapan saya menjadi anggota di program ini ?

Anda dapat menjadi anggota di program ini selamanya. Setiap Anggota berhak untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya. Apabila pada salah satu pohon level keanggotannya telah terhapus, maka ia masih mempunyai pohon level-pohon level lain, atau membuat pohon level baru lagi dengan cara berpromosi lagi terhadap program ini. Tabel dibawah adalah gambaran keberhasilan yang akan Anda raih.

Level Member Jumlah (Rp)
Level 1 25 orang x Rp 30,- 750,-
Level 2 25  x 25 orang x Rp 30,- 18.750,-
Level 3 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 468.750,-
Level 4 25  x 25  x 25  x 25 orang x Rp 30,- 11.718.750,-
Level 5 25  x 25  x 25  x 25 x 25 orang x Rp 30,- 292.968.750,-
Total komisi 305.175.750

 

Berapa Biaya yang harus saya keluarkan untuk bergabung dalam Program ini?


Rp 0,- (GRATIS)

Bagaimana cara mendapatkan member bila Saya memutuskan bergabung dengan Program ini?

Anda Akan mendapatkan alamat Website sendiri, dengan username Anda, sehingga bila ada Seseorang yang bergabung lewat link Anda akan menjadi referral Anda.

Misalkan:

http://www.galesus.com/index.php?id=username_anda

contoh:

http://www.galesus.com/index.php?id=promo

 

Bagaimana menurut sahabat?

Setuju tidak dengan konsep seperti itu,

memberikan informasi tentang diri kita, di internet, untuk mendapatkan imbalan recehan... begitu?

 

Jika punya pendapat, jangan segan klik  Comment berikut ini, dan tulis pendapat Sahabat...

ditunggu ya..... :) :)

Tujuan Periklanan

Tidak tepat jika periklanan ditujukan hanya untuk mempengaruhi penjualan, sebab banyak variabel yang mempengaruhi penjualan, termasuk iklan itu sendiri. Pendekatan yang lebih tepat adalah bila tujuan periklanan diarahkan pada tahap-tahap kesiapan pembeli untuk membeli produk, yaitu mengubah pelanggan dari tidak tahu menjadi memahami, mengambil sikap, lalu membeli. Oleh karena itu pemasar harus menentukan tahap mana yang perlu digarap lewat iklan.

Ada beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu :

1. Inventory Approach

Dalam pendekatan ini tujuan pengiklanan ditentukan atau diambil dari kumpulan berbagai tujuan perusahaan dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan pendekatan ini pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbeda yang bias ditekankan dalam pengiklanan, dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan tujuan pemasaran lainnya. Akan tetapi kelemahan dari pendekatan ini adalah bahwa tujuan yang dapat dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.

2. Hierarchy Approach

Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati tahapan-tahapan variabel psikologis.

Oleh karena itu, tujuan periklanan haruslah menggerakkan tahapan-tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian yang lebih besar, dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi, ingatan dan pengenalan pelanggan. Meskipun demikian, sulit sekali menghubungkan tujuan-tujuan itu dengan tujuan pemasaran. Selain itu pengukuran variabel psikologis juga sulit dilakukan dan bersifat subjektif apabila dibandingkan pengukuran pencapaian tujuan, seperti laba misalnya.

3. Attitudinal Approach

Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur sikap.

Tujuan-tujuan periklanan dapat berupa penyataan-pernyataan berikut :

• Mempengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu.

• Menambah karakteristik pada hal-hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.

• Mengubah persepsi terhadap merek perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

• Mengubah persepsi terhadap merek-merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

Pendekatan ini adalah penyempurnaan dari pendekatan hirarki, di mana pendekatan ini berupaya menghubungkan tujuan periklanan dengan tujuan pemasaran. Pendekatan sikap tidak hanya menunjukkan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan iklan, tetapi juga menunjukkan hasil-hasil tertentu yang akan dicapai. Tugas-tugas periklanan tersebut selanjutnya bisa dipakai untuk menentukan tujuan media.

 

Sumber: Catatan Sekolah

MASS SELLING

Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu periklanan dan publisitas.

Periklanan

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya.

Paling tidak ini dapat dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap perusahaan untuk merek-merek yang dihasilkannya.

Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. AMA (American Marketing Association) mendefinisikan iklan sebagai semua bentuk bayaran untuk mempresentasikan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas. Sedangkan yang dimaksud dengan periklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan. Iklan memiliki empat fungsi utama, yaitu menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk produk (informative), mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading), dan menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak (reminding), serta menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi (entertainment).

Suatu iklan memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

1. Public Presentation

Iklan memungkinkan setiap orang menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.

2. Pervasiveness

Pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk memantapkan penerimaan informasi.

3. Amplified Expressiveness

Iklan mampu mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggugah dan mempengaruhi perasaan khalayak.

4. Impersonality

Iklan tidak bersifat memaksa khalayak untuk memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).

Iklan dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek, diantaranya dari aspek isi pesan, tujuan, dan pemilik iklan.

1. Dari Aspek Isi Pesan

a. Product advertising, yaitu iklan yang berisi informasi produk (barang dan jasa) suatu perusahaan. Ada dua jenis iklan yang termasuk dalam kategori ini, yaitu :

• Direct-action advertising, yaitu iklan produk yang didesain sedemikian rupa untuk mendorong tanggapan segera dari khalayak atau pemirsa.

• Indirect-action advertising, yaitu iklan produk yang didesain untuk menumbuhkan permintaan dalam jangka panjang.

b. Institutional advertising, yaitu iklan yang didesain untuk memberi informasi tentang usaha bisnis pemilik iklan dan membangun goodwill serta image positif bagi organisasi.

Institutional advertising terdiri atas :

• Patronage advertising, yakni iklan yang menginformasikan usaha bisnis pemilik iklan.

• Iklan layanan masyarakat (public service advertising), yakni iklan yang menunjukkan bahwa pemilik iklan adalah warga yang baik, karena memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Iklan layanan masyarakat memiliki ciri-ciri antara lain non-komersial, tidak bersifat keagamaan, nonpolitik, berwawasan nasional, dapat diterima seluruh lapisan masyarakat, dan mempunyai dampak serta kepentingan yang tinggi.

2. Dari Aspek Tujuan

a. Pioneering advertising (informative advertising), yaitu iklan yang berupaya menciptakan permintaan awal (primary demand), misalnya iklan permen untuk senam wajah (sebelumnya belum terpikirkan bagi sebagian besar masyarakat untuk melakukan senam wajah melalui makan permen).

b. Competitive advertisitng (persuasive advertising), yaitu iklan yang berupaya mengembangkan pilihan pada merek tertentu.Ada suatu bentuk iklan yang secara terang-terangan menunjukkan kelebihan/keunggulan produk merek tertentu dibandingkan produk merek lain (merek pesaing). Bentuk iklan seperti ini biasa disebut comparative advertising.

c. Reminder advertising, yaitu iklan yang berupaya melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak khalayak.

Reinforcement advertising merupakan suatu bentuk reminder advertising yang meyakinkan atau memantapkan pilihan pembeli.

3. Dari Aspek Pemilik Iklan

Ada dua jenis iklan berdasarkan aspek pemilik iklan, yaitu:

a. Vertical cooperative advertising, yaitu iklan bersama para anggota saluran distribusi, Misalnya diantara para produsen, pedagang grosir, agen, dan pengecer.

b. Horizontal cooperative advertising, yaitu iklan bersama dari beberapa perusahaan sejenis.

Pada tahun 1981 pemerintah Indonesia lewat Departemen Penerangan telah berhasill menyusun kode etik dalam periklanan.

Kode etik ini dinamakan Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia (Iihat Apendiks 5). Kode etik tersebut disusun dalam suatu konvensi yang melibatkan berbagai pihak, diantaranya :

1. ASPINDO (Asosiasi Pemrakarsa dan Penyantun Iklan Indonesia), mewakili kepentingan pengiklan.

2. P31 (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), mewakili biro Iklan.

3. BPMN/SPS (Badan Periklanan Media Pers Nasional/Serikat Penerbit Surat Kabar), mewakili pemilik media cetak.

4. PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia), mewakili pemilik media radio.

5. GPBSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia), mewakili pemilik media bioskop.

Sedangkan pihak pemerintah diwakili Direktorat Bina Pers dan Grafika, Depar-temen Penerangan Republik Indonesia.

Publisitas

Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.

Dibandingkan dengan iklan, publisitas mempunyai kredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan. Di samping itu karena pesan publisitas dimasukkan dalam berita atau artikel koran, tabloid, majalah, radio, dan televisi, maka khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi. Publisitas juga dapat memberi informasi lebih banyak dan lebih terperinci daripada iklan. Namun demikian karena tidak ada hubungan perjanjian antara pihak yang diuntungkan dan pihak penyaji, maka pihak yang diuntungkan tidak dapat mengatur kapan publisitas itu akan disajikan atau bagaimana publisitas tersebut disajikan. Selain itu publisitas tidak mungkin diulang-ulang seperti iklan.

Oleh karena itu, kini publisitas biasanya merupakan bagian dari departemen humas perusahaan.

Sumber: Catatan Sekolah